
MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengambil langkah strategis dengan menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) Ekowisata Pengelolaan Sampah dan mekanisme penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kalpataru DLH, Kamis (14/8/2025) ini menjadi upaya serius untuk mengembangkan pengelolaan sampah menjadi lebih profesional, inovatif, dan menghasilkan nilai ekonomi.
Acara ini secara khusus berfokus pada pengembangan model pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasuruhan, dengan konsep BLUD dan pendekatan ekowisata.
Dukungan Penuh dari DPRD dan Lintas Sektor
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Magelang, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penilai calon BLUD, serta para pemangku kepentingan (stakeholder) dari Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata.
Anggota DPRD Magelang, Muhajir, menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi BLUD agar sejalan dengan Perda No. 7 Tahun 2017 dan program prioritas Bupati Magelang. Senada, anggota DPRD lainnya, Islakhudin, menyebut BLUD adalah instrumen penting untuk menyelesaikan masalah sampah secara profesional.
“BLUD menjadi instrumen penting untuk memastikan permasalahan sampah terselesaikan dengan pendekatan profesional. Penting juga adanya kesiapan dokumen dan perubahan pola pikir dari sekadar pengelolaan menjadi peningkatan layanan publik berbasis hasil,” ujarnya.

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengambil langkah strategis dengan menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) Ekowisata Pengelolaan Sampah dan mekanisme penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kalpataru DLH, Kamis (14/8/2025) ini menjadi upaya serius untuk mengembangkan pengelolaan sampah menjadi lebih profesional, inovatif, dan menghasilkan nilai ekonomi. Istimewa
Arah Baru Menuju BLUD dan Ekowisata
Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin, menjelaskan bahwa UPTD Pengelolaan Sampah tengah bersiap menuju BLUD. Dengan skema ini, pengelolaan sampah tidak lagi hanya sebatas tugas rutin, tetapi juga didasari rencana bisnis strategis yang berorientasi pada layanan publik.
Inisiatif ini juga disinergikan dengan konsep ekowisata pengelolaan sampah yang diharapkan menjadi layanan edukatif bagi masyarakat.
UNTIDAR Beri Masukan, Perlu Realisme Target Pendapatan
Diskusi dalam sosialisasi ini berjalan dinamis, salah satunya dengan masukan dari Arif Rahman Saleh selaku Koordinator LPPM Universitas Tidar (UNTIDAR). Ia mengapresiasi inovasi DLH, namun juga mengingatkan agar dokumen RSB disusun dengan estimasi pendapatan yang realistis.
“Dokumen Rencana Strategis Bisnis harus disusun dengan estimasi pendapatan yang realistis namun tidak over-optimis. Pentingnya koordinasi lintas stakeholder untuk memastikan capaian pendapatan,” kata Arif.

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengambil langkah strategis dengan menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) Ekowisata Pengelolaan Sampah dan mekanisme penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kalpataru DLH, Kamis (14/8/2025) ini menjadi upaya serius untuk mengembangkan pengelolaan sampah menjadi lebih profesional, inovatif, dan menghasilkan nilai ekonomi. Istimewa
Sebagai tindak lanjut, Sekretaris DLH, Ismail, menegaskan arahan Bupati Magelang agar BLUD juga dapat menjadi fasilitator utama dalam memasarkan produk pengelolaan sampah seperti RDF, kompos, dan maggot yang dihasilkan oleh komunitas di tingkat desa.
Bambang Jatmika Kasubbag Program DLH sebagai koordinator penyusunan RSB BLUD menyatakan bahwa RSB tersebut mengacu pada rancangan RPJMD Kabupaten Magelang 2025-2029. Semua masukan dalam diskusi akan ditindaklanjuti untuk menyempurnakan Rancangan Peraturan Bupati tentang RSB UPT Pengelolaan Sampah 2025-2029.
Misi “Limbah Jadi Berkah” untuk Magelang Anyar Gress
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama lintas sektor dalam mewujudkan visi Bupati Magelang, “Limbah Jadi Berkah: Perluasan lapangan pekerjaan dengan konsep ‘green job’ melalui pengelolaan sampah dan limbah.”
Dengan sinergi dan inovasi ini, diharapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Magelang tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan edukatif, guna mewujudkan visi “Magelang Anyar Gress.”
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.