Wakil Wali Kota Hadiri Groundbreaking RS Jantung Medan: Hadirkan Layanan Kardiovaskular Kelas Dunia di Sumut

1 week ago 20

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Upaya peningkatan layanan kesehatan jantung dan stroke di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan semakin nyata dengan dimulainya pembangunan Rumah Sakit Jantung Medan (Medan Heart Center).

Seremoni groundbreaking ini resmi dilakukan oleh PT Medan Kardia Indonesia, bagian dari Kardia Indonesia Group, di Jalan Bangau, Sei Sikambing, Kota Medan, Jumat (22/8/2025). Dalam kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap.

Zakiyuddin mengatakan, Pemko Medan bersyukur dengan berdirinya rumah sakit Jantung Medan ini yang nantinya akan menampung masyarakat Kota Medan.

“Besar harapan kita, kehadiran rumah sakit ini nantinya tidak hanya mengobati, tapi juga mensosialisasikan pencegahan penyakit jantung maupun stroke sehingga rumah sakit ini menjadi tempat edukasi bagi masyarakat,” kata Zakkiyuddin kepada wartawan.

Selain itu, kata Zaki, Pemko Medan akan membantu mempercepat perizinan PBG agar pembangunan rumah sakit Jantung Medan bisa selesai tepat waktu. Bahkan, Zaki langsung memerintahkan Dinas Perkim Medan yang hadir di lokasi untuk membantu proses perizinan demi kepentingan masyarakat Kota Medan.

“Kita berharap rumah sakit ini mampu bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kami mohon jangan nanti dipersulit administrasinya. Kita berharap rumah sakit ini juga menjadi contoh dengan menerima seluruh masyarakat Kota Medan yang ingin berobat,” harap Zaki.

Prof dr Sutomo Kasiman dari dokter spesialis jantung mengatakan, mereka sudah lama menunggu selama 25 tahun di Medan dengan mengharapkan adanya tempat dokter jantung berkiprah melayani pasien jantung warga Kota Medan dan warga Sumut.

Selama belum ada pusat pelayanan jantung di Kota Medan, lanjutnya, banyak pasien mencari kesembuhan ke luar negeri. “Kehadiran rumah sakit jantung Medan ini hendaknya nanti setara dengan rumah sakit internasional seperti Malaysia dan Singapura. Sehingga, tak perlu lagi berobat ke luar negeri,” ujar Sutomo Kasiman.

Sementara itu, H Drs Sofyan Raz, Ak, MM dari PT Medan Kardia Indonesia, mengatakan, rumah sakit ini menghadirkan fasilitas canggih dan moderen dengan tenaga medis berkompeten. Sehingga, masyarakat Kota Medan maupun daerah tidak lagi mencari pengobatan ke luar negeri. “Ini menjadi mimpi bersama untuk menjadikan Medan sebagai kota dengan layanan kesehatan terbaik di Indonesia,” harapnya.

Direktur Utama PT Kardia Indonesia, dr M Andi Yassin, SpJP (k) FIHA, mengatakan, RS ini akan menjadi centre of excellence dengan standar internasional, mengintegrasikan layanan modern, telemedicine, hingga pemanfaatan AI. “Kami menargetkan kualitas setara dengan JHC Jakarta, yang kini menangani lebih dari 43 ribu intervensi kardiovaskular dan 4.800 operasi jantung,” ujar Andi.

Komisaris Utama Kardia Group, Dr dr Fathema Djan Rachmat, SpB, SpBTKV (k) MPH menegaskan bahwa JHC Medan akan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus ke luar negeri untuk mendapat layanan medis terbaik

“Dengan hadirnya RS JHC Jantung Medan, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Malaysia atau Singapura. Semua layanan berstandar internasional kini bisa diakses langsung di Medan. Jika perizinan cepat beres, kami targetkan rumah sakit ini dibangun dalam 12 bulan,” pungkasnya.

Rumah sakit ini hadir sebagai jawaban atas tantangan besar di sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia.

Berdasarkan proyeksi World Health Organization (WHO), pada tahun 2030 sekitar 87% kematian global akan disebabkan oleh penyakit tidak menular (non-communicable diseases/NCDs), termasuk jantung, stroke, dan kanker. Di Indonesia, tren serupa juga terjadi, dengan angka kejadian penyakit jantung dan stroke yang terus meningkat.

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa sekitar 70% pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah lanjut, dan 70% kematian akibat NCDs terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, obesitas, dan gaya hidup kurang aktif masih sangat tinggi di tengah masyarakat.

Tak sedikit masyarakat Indonesia, termasuk warga Medan dan Sumatera Utara, memilih berobat ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura demi mendapatkan layanan medis yang lebih cepat, tepat, dan modern. Rumah Sakit Jantung Medan dihadirkan untuk menghentikan ketergantungan tersebut, sekaligus membawa layanan kesehatan bertaraf internasional lebih dekat ke rumah.

Rumah sakit ini akan berdiri di atas lahan seluas 5.300 meter persegi, dengan kapasitas dan fasilitas yang dirancang untuk memenuhi standar tertinggi dalam layanan kardiovaskular dan stroke. Fasilitas yang akan dibangun meliputi 75 tempat tidur rawat inap, 28 poliklinik spesialis, 8 unit stroke akut, 3 ruang operasi modern, dan 3 unit Cath Lab dengan teknologi terkini.

Fasilitas unggulan lainnya termasuk CT-Scan 512 Slices dan MRI 1.5 Tesla berbasis kecerdasan buatan untuk diagnosis dini yang lebih cepat dan akurat. Cath Lab juga akan dilengkapi teknologi canggih seperti Intravascular Ultrasound (IVUS), Fractional Flow Reserve (FFR), dan Rotablator untuk intervensi jantung presisi. Rumah sakit ini juga akan menyediakan layanan bedah jantung dewasa, termasuk operasi bypass (CABG), bedah katup jantung, dan penggantian aorta.

Pembangunan Rumah Sakit Jantung Medan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen sektor swasta dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia. Diharapkan, kehadiran rumah sakit ini tidak hanya menjadi pusat layanan medis, tetapi juga pusat edukasi, pencegahan, dan inovasi dalam penanganan penyakit jantung dan stroke di wilayah barat Indonesia. (ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|