JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana khidmat mewarnai Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025), ketika Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 117 tokoh nasional. Dari sekian nama, sorotan publik tertuju pada Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya yang diganjar penghargaan Bintang Mahaputera Utama.
Dalam pembacaan alasan penganugerahan, Teddy disebut sebagai sosok yang berdisiplin tinggi, tegas dan berintegritas dalam pengabdian di pemerintahan. Loyalitasnya dianggap penting dalam memastikan roda koordinasi antar-kementerian berjalan efektif.
Perannya tersebut dinilai krusial dalam mendorong efisiensi birokrasi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.
“Teddy dikenal penuh disiplin, tegas, serta loyal. Ia aktif memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan lancar, sehingga terwujud pelayanan publik yang efektif,” demikian kutipan pembawa acara saat prosesi penganugerahan berlangsung.
Selain Teddy, sejumlah tokoh dari lintas sektor turut menerima penghargaan bergengsi tersebut. Dari jalur politik misalnya, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamudin, serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dianugerahi Bintang Republik Indonesia Utama menerima penghargaan tersebut.
Puan mendapat apresiasi karena kiprahnya memperkuat fungsi parlemen dan memperjuangkan representasi perempuan dalam politik. Muzani dinilai konsisten menjaga kepentingan rakyat di parlemen serta mengawal kebijakan strategis nasional. Sementara Sultan Najamudin dikenal sebagai figur muda yang gencar mendorong pemberdayaan pemuda dan pembangunan daerah. Adapun Dasco dianggap berperan besar dalam menjaga keseimbangan demokrasi lewat kepemimpinannya di DPR.
Di luar lingkaran politik, nama pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih populer dengan sapaan Haji Isam, ikut tercatat sebagai penerima Bintang Mahaputera Utama. Ia diganjar penghargaan karena kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah maupun nasional, khususnya lewat sektor tambang, transportasi, hingga infrastruktur. Usahanya disebut mampu membuka lapangan kerja luas dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Dari Menteri Hingga Seniman
Penerima tanda kehormatan tahun ini memang berasal dari beragam latar belakang. Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga ikut dianugerahi.
Tak hanya pejabat aktif, tokoh nasional yang sudah wafat pun mendapat penghormatan. Misalnya, almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Kapolri era 1968–1971 yang dikenal dengan integritasnya. Penghargaan untuk Hoegeng diterima langsung oleh ahli warisnya.
Dari ranah budaya, nama-nama besar seperti Slamet Rahardjo Djarot, penyanyi keroncong legendaris Waldjinah, hingga maestro patung I Nyoman Nuarta juga masuk dalam daftar penerima Bintang Budaya Paramadharma.
Berdasarkan Keppres
Keseluruhan penganugerahan tanda kehormatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 73 hingga 78/TK Tahun 2025. Prosesi yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia itu menjadi momentum penghargaan atas jasa para tokoh yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa di bidang politik, ekonomi, kebudayaan, keamanan, hingga kemanusiaan.
Dengan deretan nama penerima yang panjang, peristiwa tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan penghormatan kepada figur yang berkontribusi nyata. [*] berbagai sumber
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.