Warga Pronggoli Yahukimo Mulai Keluhkan Kondisi Kesehatan

17 hours ago 4

JAYAPURA – Pasca insiden penyerangan yang terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah setempat memutuskan menarik semuanya tenaga pengajar dan juga tenaga kesehatan. Tak hanya di Anggruk yang menjadi lokasi kejadian melainkan disejumlah distrik.

Hingga kini tak ada pelayanan kesehatan dan juga pendidikan yang berjalan. Ini membuat warga di kampung cukup mengalami kesulitan dan satu persatu mulai mengeluh.

“Sebenarnya itu (kejadian penyerangan) terjadi hanya di Anggruk tapi semua tenaga medis dan kesehatan ditarik sehingga kami di kampung kini kebingungan. Butuh obat tapi yang ada hanya tenaga lokal yang belum paham semuanya,” kata Wenfrit  Pahabol melalui ponselnya, Rabu (2/4).

Ia mengutarakan bahwa di kampungnya di Pronggoli sejatinya bangunan sekolah dan tempat pelayanan kesehatan sudah cukup baik namun  saat ini tak ada petugas sehingga masyarakat merasa ada yang kurang. “Kalau kami ingin berobat keluar juga masih terkendala sebab pesawat sepertinya belum mau melayani ke kampung-kampung. Tidak ada pesawat yang masuk. Semoga ini bisa segera selesai,” jelasnya.

Kesulitan warga di Pronggoli tak hanya tak adanya pelayanan pendidikan dan kesehatan melainkan pasokan makanan. “Untuk saat ini stok bahan makanan kami masih ada tapi kalau pesawat masih belum masuk ini bisa semakin parah,” tambahnya. Apalagi Senin (31/3) kemarin terjadi longsor yang menutupi kebun-kebun warga.

“Ubi tidak ada, tidak bisa karena tadi sudah cek ternyata semua kebun tertutup longsor. Jadi sampai saat ini masih makan yang ada saja,” jelas salah satu petani, Uni Pahabol. Uni juga mengaku lututnya kembali nyeri sehingga ia memilih mengingatnya dengan seutas kain. “Kemungkinan asam urat karena nyeri sekali tapi kami harus tunggu dokter datang,” tutupnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Pasca insiden penyerangan yang terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah setempat memutuskan menarik semuanya tenaga pengajar dan juga tenaga kesehatan. Tak hanya di Anggruk yang menjadi lokasi kejadian melainkan disejumlah distrik.

Hingga kini tak ada pelayanan kesehatan dan juga pendidikan yang berjalan. Ini membuat warga di kampung cukup mengalami kesulitan dan satu persatu mulai mengeluh.

“Sebenarnya itu (kejadian penyerangan) terjadi hanya di Anggruk tapi semua tenaga medis dan kesehatan ditarik sehingga kami di kampung kini kebingungan. Butuh obat tapi yang ada hanya tenaga lokal yang belum paham semuanya,” kata Wenfrit  Pahabol melalui ponselnya, Rabu (2/4).

Ia mengutarakan bahwa di kampungnya di Pronggoli sejatinya bangunan sekolah dan tempat pelayanan kesehatan sudah cukup baik namun  saat ini tak ada petugas sehingga masyarakat merasa ada yang kurang. “Kalau kami ingin berobat keluar juga masih terkendala sebab pesawat sepertinya belum mau melayani ke kampung-kampung. Tidak ada pesawat yang masuk. Semoga ini bisa segera selesai,” jelasnya.

Kesulitan warga di Pronggoli tak hanya tak adanya pelayanan pendidikan dan kesehatan melainkan pasokan makanan. “Untuk saat ini stok bahan makanan kami masih ada tapi kalau pesawat masih belum masuk ini bisa semakin parah,” tambahnya. Apalagi Senin (31/3) kemarin terjadi longsor yang menutupi kebun-kebun warga.

“Ubi tidak ada, tidak bisa karena tadi sudah cek ternyata semua kebun tertutup longsor. Jadi sampai saat ini masih makan yang ada saja,” jelas salah satu petani, Uni Pahabol. Uni juga mengaku lututnya kembali nyeri sehingga ia memilih mengingatnya dengan seutas kain. “Kemungkinan asam urat karena nyeri sekali tapi kami harus tunggu dokter datang,” tutupnya. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|