Bobby Resmikan BRT Mebidang rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam, Gratiskan Ongkos Selama Uji Coba

8 hours ago 8

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam. Kehadiran bus listrik ini menjadi langkah baru Pemerintah Provinsi Sumut dalam membangun transportasi publik yang modern, terintegrasi dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai dan Deliserdang.

Bobby menegaskan, keberhasilan BRT tidak cukup hanya dengan menghadirkan armada dan infrastruktur. Kualitas pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan serta kemudahan akses masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau seiring meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. “Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu pemerintah harus menyiapkan transportasi umum,” kata Bobby.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan bersama-sama mendukung terwujudnya sistem transportasi yang terintegrasi. Bobby menegaskan, BRT Mebidang tidak boleh berhenti hanya pada peluncuran armada bus. Lebih dari itu, layanan tersebut harus menjadi bagian dari sistem transportasi yang saling terkoneksi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat.“Ini bukan launching bus, tapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum,” ujarnya.

Usai peresmian, Bobby bersama rombongan turut menjajal layanan BRT Mebidang dengan menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Muiz Thohir mengatakan, BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang modern dan terintegrasi.

Ia menyebutkan, pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Kawasan Medan dan sekitarnya termasuk salah satu kawasan perkotaan prioritas.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Selain mengurai kemacetan, transportasi publik juga diharapkan mampu menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Perhubungan meluncurkan program BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia. “Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi serta masa depan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, pengoperasian BRT listrik Mebidang merupakan komitmen Pemprov Sumut untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menyediakan transportasi publik yang aman, modern, terintegrasi dan ramah lingkungan. Program tersebut diharapkan mampu mengatasi kemacetan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh serta mengurangi emisi karbon.

Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis dan waktu tempuh sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. “Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan,” ujar Yuda.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Peluncuran BRT Mebidang turut dihadiri Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetjono, Direktur PT Big Bird Pusaka Kresna Priawan Djokosoetjono, Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutiara, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan serta jajaran Forkopimda Sumut dan Deliserdang. (san)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam. Kehadiran bus listrik ini menjadi langkah baru Pemerintah Provinsi Sumut dalam membangun transportasi publik yang modern, terintegrasi dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai dan Deliserdang.

Bobby menegaskan, keberhasilan BRT tidak cukup hanya dengan menghadirkan armada dan infrastruktur. Kualitas pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan serta kemudahan akses masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau seiring meningkatnya jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. “Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu pemerintah harus menyiapkan transportasi umum,” kata Bobby.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan bersama-sama mendukung terwujudnya sistem transportasi yang terintegrasi. Bobby menegaskan, BRT Mebidang tidak boleh berhenti hanya pada peluncuran armada bus. Lebih dari itu, layanan tersebut harus menjadi bagian dari sistem transportasi yang saling terkoneksi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat.“Ini bukan launching bus, tapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum,” ujarnya.

Usai peresmian, Bobby bersama rombongan turut menjajal layanan BRT Mebidang dengan menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Muiz Thohir mengatakan, BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang modern dan terintegrasi.

Ia menyebutkan, pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Kawasan Medan dan sekitarnya termasuk salah satu kawasan perkotaan prioritas.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Selain mengurai kemacetan, transportasi publik juga diharapkan mampu menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Perhubungan meluncurkan program BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia. “Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi serta masa depan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, pengoperasian BRT listrik Mebidang merupakan komitmen Pemprov Sumut untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menyediakan transportasi publik yang aman, modern, terintegrasi dan ramah lingkungan. Program tersebut diharapkan mampu mengatasi kemacetan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh serta mengurangi emisi karbon.

Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis dan waktu tempuh sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. “Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan,” ujar Yuda.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Peluncuran BRT Mebidang turut dihadiri Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetjono, Direktur PT Big Bird Pusaka Kresna Priawan Djokosoetjono, Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutiara, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan serta jajaran Forkopimda Sumut dan Deliserdang. (san)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|