Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang hampir seluruh wilayah Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam. Cuaca ekstrem tersebut meninggalkan sejumlah kerusakan di berbagai titik. Sedikitnya 11 bangunan mengalami kerusakan, sementara lebih dari 30 pohon tumbang atau patah dahan di 27 lokasi.
Tak hanya mengganggu aktivitas dan mobilitas warga, sejumlah pohon tumbang juga menimpa kendaraan dan bangunan. Salah satunya terjadi di Jalan Budi Pembangunan, Medan Barat, ketika pohon tumbang menimpa dua mobil dinas Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen yang sedang terparkir di badan jalan.
Meski dampak kerusakan cukup luas, tidak ada laporan korban jiwa akibat pohon tumbang maupun kerusakan bangunan tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 11 bangunan yang mengalami kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang. Bangunan-bangunan tersebut tersebar di enam lokasi berbeda.
“Data sementara, ada 11 bangunan di enam lokasi yang mengalami kerusakan karena angin kencang dan hujan deras tadi malam,” ujar Yunita kepada Sumut Pos, Rabu (19/8/2026).
Menurut Yunita, kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap bangunan. Kencangnya hembusan angin membuat bagian atap terlepas dan terbawa angin. Selain itu, sejumlah ruangan di dalam rumah juga mengalami kerusakan.
Enam Lokasi Terdampak
Lokasi dengan jumlah bangunan rusak terbanyak berada di Jalan STM Ujung Lingkungan XII, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor. Di kawasan ini, empat bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari tiga rumah warga dan satu bangunan tempat usaha.
Kerusakan terjadi pada sejumlah bagian bangunan, mulai dari ruang tamu, kamar, ruang tengah hingga tempat usaha. Sebanyak lima kepala keluarga (KK) atau 16 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.
Kerusakan berikutnya tercatat di Jalan Budi Pembangunan Lingkungan XXIV, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. Satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian ruang tamu. Satu KK atau empat jiwa terdampak.
Di Kecamatan Medan Sunggal, satu rumah di Jalan Sei Bilal Lingkungan V, Kelurahan Babura Sunggal, juga mengalami kerusakan. Bagian yang terdampak adalah ruang tamu. Satu KK atau empat jiwa menjadi warga terdampak.
Sementara di Jalan Bambu Lingkungan V, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, dua rumah mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu, kamar dan bagian tengah rumah. Sebanyak tiga KK atau tujuh jiwa terdampak.
Dua rumah lainnya rusak di Jalan Gaperta Ujung Gang Bakti Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Kerusakan terjadi pada ruang tamu dan kamar, dengan dua KK atau enam jiwa terdampak.
Satu rumah lainnya berada di Jalan Parawitayasa Gang Keluarga I, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Kerusakan terjadi pada ruang tamu dan berdampak terhadap satu KK atau dua jiwa.
Yunita mengatakan, BPBD Kota Medan telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Pemerintah juga menyiapkan bantuan material bangunan untuk membantu warga memperbaiki kerusakan.
“Telah kita lakukan pendataan untuk diberikan bantuan material bangunan seperti kayu dan seng. Sebab memang, rata-rata yang rusak merupakan bagian atap rumah yang terbang akibat terbawa angin kencang,” katanya.
Namun, data tersebut belum final. BPBD masih berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memastikan seluruh bangunan yang terdampak telah terdata.
“Jumlah rumah yang rusak bisa terus bertambah, sebab pendataan masih terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan,” tambah Yunita.
Pohon Tumbang di 27 Lokasi
Dampak hujan deras dan angin kencang juga dirasakan di sejumlah ruas jalan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan mencatat lebih dari 30 pohon tumbang maupun mengalami patah dahan di 27 lokasi.
Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana mengatakan, pohon tumbang terjadi hampir di berbagai wilayah Kota Medan. Sebagian pohon menutup badan jalan, sementara lainnya tumbang ke arah kendaraan maupun bangunan.
“Data terbaru, lebih kurang ada 30 pohon di 27 lokasi yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang tadi malam,” ujar Melvi kepada Sumut Pos, Rabu (19/8/2026).
Sejumlah titik pohon tumbang antara lain berada di Jalan Kapten Maulana Lubis, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Medan; Jalan Karya di samping Irian; Jalan Samanhudi, Kelurahan Jati, Medan Maimun; Jalan HM Said, Medan Timur; Jalan HM Yamin di depan Cordella; Jalan Kemuning; Jalan Jawa di depan Centre Point; Jalan Budi Pembangunan, Medan Barat; Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota; Jalan Ngumban Surbakti di depan SPBU; Jalan Semeru; Jalan Mahkamah Ujung; Jalan Hayam Wuruk; Jalan Bilal Ujung; Jalan Denai hingga Jalan STM Atas.
Dari seluruh kejadian tersebut, tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat tertimpa ranting maupun dahan pohon.
“Tidak terdapat laporan atas korban jiwa akibat pohon tumbang, namun terdapat beberapa kendaraan tertimpa ranting/dahan pohon,” jelas Melvi.
Dua Mobil Dinas Ketua DPRD Tertimpa Pohon
Salah satu kejadian yang cukup mencolok terjadi di Jalan Budi Pembangunan, Medan Barat. Pohon yang tumbang menimpa dua mobil dinas Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen yang diparkir di badan jalan.
Tak hanya kendaraan, beberapa bangunan di sejumlah lokasi juga ikut terdampak pohon tumbang.
Melvi mengatakan, petugas langsung bergerak melakukan evakuasi dan pemotongan pohon sejak Selasa malam. Pohon-pohon yang menutup ruas jalan ditangani agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.
“Kondisi pohon-pohon yang tumbang, baik yang menimpa kendaraan maupun bangunan juga sudah langsung ditangani tadi malam. Semua sudah teratasi,” katanya.
Meski akses jalan yang sempat terganggu telah kembali normal, petugas masih melakukan pembersihan sisa batang, dahan dan ranting di sejumlah titik.
“Penanganan tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Terhadap titik lokasi pohon tumbang yang berdampak pada terganggunya mobilitas telah selesai ditangani, namun masih menyisakan pekerjaan pembersihan lokasi,” jelasnya.
Dijamin Asuransi
Untuk kendaraan yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon, Pemko Medan memastikan terdapat mekanisme perlindungan melalui asuransi.
Melvi menjelaskan, seluruh pohon yang menjadi aset Pemerintah Kota Medan telah diasuransikan. Karena itu, kerugian material yang timbul akibat pohon tumbang dapat diajukan untuk mendapatkan ganti rugi sesuai hasil penilaian pihak asuransi.
“Terhadap korban materiil ini, akan ditindaklanjuti oleh pihak asuransi pohon untuk memberikan penilaian atas kerusakan sebelum dilakukan ganti rugi,” terangnya.
Ia menambahkan, Pemko Medan memiliki polis asuransi sebagai bentuk proteksi terhadap kerugian yang diakibatkan pohon milik pemerintah kota.
Dengan adanya perlindungan tersebut, masyarakat yang kendaraannya mengalami kerusakan akibat pohon tumbang dapat mengikuti proses penanganan dan penilaian kerusakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
DLH Tingkatkan Antisipasi
Melvi mengatakan, DLH Kota Medan secara rutin melakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang dinilai berpotensi membahayakan, khususnya pohon dengan dahan tua, rapuh atau kondisi yang dianggap berisiko.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi pohon tumbang, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Pemangkasan pohon terus kita lakukan. Tetapi memang hujan deras dan angin kencang tadi malam membuat sejumlah pohon yang di luar prediksi ikut tumbang ataupun mengalami patah dahan,” katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca pada Selasa malam cukup ekstrem sehingga sejumlah pohon yang sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda membahayakan tetap tumbang atau mengalami patah dahan.
Sumut Berstatus Waspada
Selain melakukan penanganan di lapangan, DLH Kota Medan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.
Melvi mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, terdapat daerah pertemuan angin atau konfluensi yang terbentuk di wilayah Sumatera bagian utara dan pesisir utara Aceh. Kondisi tersebut diperkuat dengan labilitas lokal yang kuat di Aceh, Sumatera Utara dan Riau.
Kondisi atmosfer tersebut menyebabkan Sumatera Utara berada dalam status waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat pada 18 dan 19 Agustus 2026.
“Untuk itu kita meminta kepada masyarakat Kota Medan agar tetap waspada jika kondisi hujan disertai angin kencang kembali terjadi,” imbaunya.
Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon ketika hujan deras dan angin kencang terjadi. Pengendara juga diimbau berhati-hati ketika melintas di ruas jalan yang banyak ditumbuhi pepohonan. (map/ila)

7 hours ago
10

















































