WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Apa yang sebenarnya dipelajari siswa di sekolah? Bagaimana perkembangan prestasi mereka? Program apa yang sedang disiapkan dan sejauh mana orang tua perlu terlibat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Sosialisasi Program Sekolah SMP Negeri 1 Manyaran Wonogiri yang digelar Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda penyampaian informasi, tetapi juga membuka ruang komunikasi antara sekolah dengan orang tua atau wali murid untuk menyamakan langkah dalam mendampingi pendidikan anak.
SMPN 1 Manyaran menggelar sosialisasi dalam tiga sesi yang masing-masing diperuntukkan bagi orang tua atau wali murid kelas 7, kelas 8, dan kelas 9.
Pembagian sesi tersebut membuat penyampaian informasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang. Orang tua siswa baru mendapatkan informasi mengenai program yang akan dijalani anak selama berada di sekolah, sementara wali murid kelas 8 dan 9 memperoleh pembahasan yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran, kegiatan kesiswaan hingga agenda khusus yang akan diikuti peserta didik.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMPN 1 Manyaran, Harjoko. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya hubungan yang kuat antara sekolah dan keluarga.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Lingkungan keluarga juga memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan, kedisiplinan, karakter, serta semangat belajar peserta didik.
“Sekolah dan orang tua karena itu perlu berjalan dalam arah yang sama agar pendampingan terhadap siswa tidak terputus antara lingkungan sekolah dan rumah,” jelas dia.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian dari Ketua Komite Sekolah.
Komite memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut karena menjadi salah satu ruang untuk membangun komunikasi secara terbuka antara sekolah, komite, dan orang tua.
Komite juga diharapkan terus mengambil peran dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan mutu layanan pendidikan di SMPN 1 Manyaran.
Pembahasan kemudian masuk ke aspek yang lebih teknis melalui materi dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Dalam sesi tersebut, orang tua dan wali murid mendapatkan penjelasan mengenai kurikulum, program pembelajaran, sistem penilaian, serta capaian sekolah.
Informasi tersebut menjadi penting bagi orang tua karena mereka dapat mengetahui arah pembelajaran yang diterapkan sekolah dan memahami bagaimana proses pendidikan anak berlangsung.
Selain membahas program pembelajaran, pihak sekolah juga menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas akademik peserta didik.
Dengan informasi tersebut, orang tua diharapkan tidak hanya mengetahui nilai yang diperoleh anak, tetapi juga memahami proses dan program yang mendukung perkembangan kemampuan mereka.
Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang membahas program pembinaan siswa sekaligus berbagai prestasi yang telah diraih murid SMPN 1 Manyaran.
Aspek kesiswaan tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan. Sekolah juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat, karakter, serta kemampuan melalui berbagai kegiatan.
Program pembinaan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan positif, kedisiplinan, hingga pengembangan prestasi menjadi bagian dari pembahasan.
Berbagai prestasi murid yang telah diraih juga diperkenalkan kepada orang tua sebagai gambaran mengenai potensi peserta didik yang terus dikembangkan sekolah.
Bagi orang tua, informasi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bahwa keberhasilan anak tidak selalu diukur dari capaian akademik. Kemampuan di bidang olahraga, seni, organisasi, keterampilan maupun bidang lainnya juga membutuhkan ruang pembinaan dan dukungan.
Khusus dalam sesi untuk kelas 8, kegiatan menghadirkan Biro Hasta Tour yang memberikan pemaparan mengenai program Outing Class. Program pembelajaran di luar kelas tersebut diperkenalkan kepada orang tua sebagai kegiatan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda kepada peserta didik.
Outing Class dirancang tidak hanya sebagai kegiatan keluar sekolah, tetapi juga sebagai sarana memperluas wawasan, menambah pengalaman, serta melatih keterampilan sosial siswa melalui lingkungan pembelajaran yang berbeda.
Orang tua kelas 8 mendapatkan penjelasan mengenai konsep, tujuan, hingga teknis pelaksanaan program tersebut.
Dengan adanya penyampaian informasi secara langsung, orang tua memiliki kesempatan untuk memahami rencana kegiatan sebelum program dilaksanakan.
Sepanjang kegiatan sosialisasi, para orang tua dan wali murid mengikuti pemaparan dengan penuh perhatian. Komunikasi antara sekolah dan keluarga menjadi bagian penting dalam setiap sesi karena sejumlah program pendidikan membutuhkan dukungan bersama agar dapat berjalan dengan baik.
Bagi sekolah, keterlibatan orang tua bukan hanya dibutuhkan ketika muncul persoalan. Dukungan keluarga juga diperlukan dalam menjaga kebiasaan belajar, kedisiplinan, motivasi, hingga pengembangan potensi anak.
Sebaliknya, orang tua membutuhkan informasi yang jelas mengenai program sekolah agar dapat memberikan pendampingan yang sesuai di rumah.
Di titik inilah kegiatan Sosialisasi Program Sekolah SMPN 1 Manyaran memiliki arti penting. Sekolah membuka informasi mengenai arah pembelajaran dan program yang disiapkan, sementara orang tua memperoleh kesempatan memahami lebih jauh proses pendidikan yang sedang dijalani anak.
Komunikasi seperti ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi. Sebab, pendidikan siswa akan lebih efektif ketika sekolah dan keluarga tidak berjalan sendiri-sendiri.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 1 Manyaran berupaya memperkuat pola komunikasi dengan orang tua atau wali murid sekaligus membangun dukungan bersama terhadap perkembangan peserta didik.
Kepala SMPN 1 Manyaran Harjoko dan jajaran sekolah berharap sinergi antara sekolah, komite, orang tua, dan seluruh warga sekolah dapat terus terjaga sehingga program pendidikan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan siswa.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya soal seberapa banyak materi yang mampu dikuasai siswa. Ada karakter, kedisiplinan, pengalaman, kemampuan bersosialisasi, keberanian mengembangkan potensi, serta dukungan lingkungan yang ikut menentukan perjalanan seorang anak.
Karena itu, pertemuan sekolah dan wali murid seperti yang digelar SMPN 1 Manyaran menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman dan tujuan yang sama.
Sekolah menyiapkan program. Guru menjalankan pembelajaran. Orang tua memberikan pendampingan. Sementara siswa menjadi pihak yang menjalani sekaligus menentukan hasil dari seluruh proses tersebut.
Dengan komunikasi yang terus dibangun, SMPN 1 Manyaran berharap peserta didik tidak hanya mampu mencapai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, mandiri, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan di masa depan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

6 hours ago
7

















































