SENTANI – Dari upaya pembersihan muara Kali Jaifuri di Kampung Yokiwa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama GKI Klasis Sentani, pemuda Kampung Yokiwa dan Puay, serta unsur TNI-Polri sebagai upaya mengatasi naiknya debit air Danau Sentani ternyata ditemukan hal mengejutkan.
Kegiatan pembersihan ini dipimpin Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan diikuti sejumlah ASN serta warga kampung. Bupati mengamati langsung penyempitan Kali Jaifuri yang disebabkan oleh banyaknya potongan kayu yang menyumbat arus air. Pembersihan ini dilakukan untuk membuka jalur buang air dari Danau Sentani yang saat ini mengalami kenaikan di luar normal sehingga membuat banyak rumah warga tenggelam.
Nah selama pembersihan ternyata bupati menemukan adalah aktifitas penambangan liar. “Dari hasil peninjauan di lapangan ditemukan banyak material yang menyumbat aliran kali, seperti kayu hanyut, sampah, hingga penimbunan yang dilakukan di area muara,” kata Yunus Wonda. Menurutnya, aktivitas pendulangan emas menjadi salah satu faktor penyempitan muara Kali Jaifuri, karena adanya penimbunan material serta pembangunan bangunan permanen di bantaran kali.
Muara Kali Jaifuri Kampung Yokiwa Distrik Sentani Timur. Disini bupati menemukan adanya aktifitas tambang yang dilakukan sehingga terjadi pendangkalan, Jumat (10/4). (foto:Yohana/Cepos)“Pendulangan emas ini menyebabkan penyempitan muara karena adanya timbunan material dan bangunan permanen. Saya sudah meminta masyarakat yang melakukan aktivitas tersebut untuk segera membongkar bangunan dan mengembalikan aliran kali seperti semula,” tegasnya.
Bupati menambahkan, pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada para pelaku aktivitas di kawasan tersebut untuk membongkar bangunan yang menghambat aliran air. Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang aktivitas pendulangan emas yang dilakukan masyarakat adat, selama mendapat izin dan dilakukan secara bijak. Namun, masyarakat diminta tetap menjaga lingkungan agar tidak merugikan pihak lain.
SENTANI – Dari upaya pembersihan muara Kali Jaifuri di Kampung Yokiwa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama GKI Klasis Sentani, pemuda Kampung Yokiwa dan Puay, serta unsur TNI-Polri sebagai upaya mengatasi naiknya debit air Danau Sentani ternyata ditemukan hal mengejutkan.
Kegiatan pembersihan ini dipimpin Bupati Jayapura, Yunus Wonda dan diikuti sejumlah ASN serta warga kampung. Bupati mengamati langsung penyempitan Kali Jaifuri yang disebabkan oleh banyaknya potongan kayu yang menyumbat arus air. Pembersihan ini dilakukan untuk membuka jalur buang air dari Danau Sentani yang saat ini mengalami kenaikan di luar normal sehingga membuat banyak rumah warga tenggelam.
Nah selama pembersihan ternyata bupati menemukan adalah aktifitas penambangan liar. “Dari hasil peninjauan di lapangan ditemukan banyak material yang menyumbat aliran kali, seperti kayu hanyut, sampah, hingga penimbunan yang dilakukan di area muara,” kata Yunus Wonda. Menurutnya, aktivitas pendulangan emas menjadi salah satu faktor penyempitan muara Kali Jaifuri, karena adanya penimbunan material serta pembangunan bangunan permanen di bantaran kali.
Muara Kali Jaifuri Kampung Yokiwa Distrik Sentani Timur. Disini bupati menemukan adanya aktifitas tambang yang dilakukan sehingga terjadi pendangkalan, Jumat (10/4). (foto:Yohana/Cepos)“Pendulangan emas ini menyebabkan penyempitan muara karena adanya timbunan material dan bangunan permanen. Saya sudah meminta masyarakat yang melakukan aktivitas tersebut untuk segera membongkar bangunan dan mengembalikan aliran kali seperti semula,” tegasnya.
Bupati menambahkan, pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada para pelaku aktivitas di kawasan tersebut untuk membongkar bangunan yang menghambat aliran air. Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang aktivitas pendulangan emas yang dilakukan masyarakat adat, selama mendapat izin dan dilakukan secara bijak. Namun, masyarakat diminta tetap menjaga lingkungan agar tidak merugikan pihak lain.


















































