YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tampak meriah saat salat tarawih di awal Ramadan pada Sabtu (1/3/2025). Ya, hal itu terjadi karena kedatangan penceramah yang tak lain adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD.
Mantan calon wakil presiden pada Pemilu 2024 itu dalam ceramahnya mengangkat tema “Ketimpangan Hukum dalam Perspektif Kelas: Analisis Politik Hukum terhadap Penegakan Hukum bagi Masyarakat Miskin.”
Meski tema ceramahnya serius, suasana di dalam masjid justru kerap diwarnai gelak tawa para jamaah. Hal itu bermula ketika sesi tanya jawab dibuka. Para jamaah, yang sebagian besar mahasiswa UGM, melontarkan pertanyaan yang justru lebih banyak berkisar pada situasi politik dan kasus hukum terkini. Mulai dari dugaan korupsi di Pertamina, kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto, hingga isu-isu kontroversial lainnya.
Menanggapi pertanyaan itu, Mahfud sempat tersenyum sebelum menjawab. Ia mengaku sebenarnya enggan membahas politik di dalam masjid. “Saya itu kalau ceramah di masjid, tak ingin menyinggung politik,” ujarnya. Namun, ia lantas menambahkan dengan nada bercanda, “Kalau saya bicara politik nanti ada yang bilang, ‘Dasar orang kalah Pilpres!’ atau ‘Oh, itu suara kelompok 16 persen!'” Kalimat itu langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan para jamaah.
Namun, Mahfud tetap menjawab berbagai pertanyaan dengan lugas. Ia menegaskan bahwa setelah Pemilu 2024 selesai dan Mahkamah Konstitusi menetapkan pemenangnya, maka hasil tersebut harus diterima. “Pilpres sudah selesai, kita harus mendukung siapa pun yang terpilih,” katanya.
Meski mendukung pemerintahan baru, Mahfud mengingatkan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus tetap dalam koridor hukum dan konstitusi. Ia menyampaikan bahwa dalam sistem demokrasi, rakyat tetap memiliki hak untuk mengkritik kebijakan yang dinilai tak sesuai dengan prinsip keadilan. “Kita ikuti kebijakan pemerintah, sejauh tidak melanggar hukum,” ujarnya.
Di akhir sesi, Mahfud memberikan pernyataan yang kembali membuat jamaah tergelak. “Kalau tak mau diperlakukan sewenang-wenang, pilihlah pemerintah yang adil,” ucapnya, disambut sorakan dan tepuk tangan meriah dari para mahasiswa.
Suasana Masjid Kampus UGM malam itu tak hanya penuh dengan nuansa ibadah, tetapi juga menjadi ruang diskusi yang hidup dan penuh canda, khas gaya Mahfud MD yang selalu menyelipkan humor dalam ceramahnya.