Dosen UNIMED Inovasikan Permainan Engklek Berbasis IoT untuk Guru TK ABA di Simalungun

3 hours ago 3

SIMALUNGUN, SUMUT POS– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kian sulit dikontrol, anak-anak masa kini semakin akrab dengan gawai dan mulai melupakan permainan tradisional. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan kurangnya aktivitas fisik yang krusial bagi tumbuh kembang mereka. Merespons tantangan digital tersebut, tim dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengambil langkah inovatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Tim dosen UNIMED resmi memperkenalkan alat permainan tradisional engklek berbasis Information of Technology (IoT) kepada para guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Simalungun. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026 ini dipusatkan di TK ABA Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.

Ketua Tim Pengabdian, Rizki Ramadhani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi konkret untuk menjembatani teknologi modern dengan kearifan lokal. Menurutnya, perpaduan antara engklek dan teknologi IoT dirancang untuk menciptakan metode pembelajaran yang jauh lebih atraktif bagi siswa taman kanak-kanak.

“Permainan engklek yang dipadukan dengan teknologi sehat ini akan menciptakan stimulasi yang menarik bagi anak-anak. Melalui inovasi ini, kami berharap kemampuan motorik kasar anak-anak dapat terasah secara optimal, sekaligus mengenalkan kembali esensi permainan tradisional yang mulai asing bagi mereka,” ujar Rizki.

Tidak sekadar menyerahkan alat, tim UNIMED juga memberikan pendampingan intensif kepada para guru TK ABA. Langkah ini bertujuan agar para pendidik memiliki pemahaman mendalam untuk mengoperasikan serta mengintegrasikan engklek berbasis IoT ke dalam kurikulum harian di sekolah masing-masing. “Selain menjadi alternatif teknologi yang lebih sehat bagi siswa, program ini menjadi misi penting dalam melestarikan warisan budaya lokal agar tidak tergerus zaman,” tambah Rizki.

Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para mitra. Salah seorang guru TK ABA mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi nyata dari civitas akademika UNIMED. Pihak sekolah berharap penggunaan alat berbasis IoT ini dapat mendongkrak ketangkasan fisik anak didik mereka secara signifikan. Para guru juga menaruh harapan besar agar program edukatif dan adaptif seperti ini dapat dilaksanakan secara kontinu setiap tahunnya.

Aksi nyata pengabdian ini digerakkan oleh tim dosen lintas disiplin ilmu. Dipimpin oleh Rizki Ramadhani, S.Pd., M.Pd., tim ini beranggotakan Natalia Silalahi, M.Kom., Nur Qomariah Panjaitan, M.Pd., dan May Sari Lubis, S.Pd., M.Pd., serta didukung penuh oleh keterlibatan aktif beberapa mahasiswa UNIMED. Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak usia dini yang adaptif dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. (adz)

SIMALUNGUN, SUMUT POS– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kian sulit dikontrol, anak-anak masa kini semakin akrab dengan gawai dan mulai melupakan permainan tradisional. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan kurangnya aktivitas fisik yang krusial bagi tumbuh kembang mereka. Merespons tantangan digital tersebut, tim dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Medan (UNIMED) mengambil langkah inovatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Tim dosen UNIMED resmi memperkenalkan alat permainan tradisional engklek berbasis Information of Technology (IoT) kepada para guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Simalungun. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026 ini dipusatkan di TK ABA Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.

Ketua Tim Pengabdian, Rizki Ramadhani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi konkret untuk menjembatani teknologi modern dengan kearifan lokal. Menurutnya, perpaduan antara engklek dan teknologi IoT dirancang untuk menciptakan metode pembelajaran yang jauh lebih atraktif bagi siswa taman kanak-kanak.

“Permainan engklek yang dipadukan dengan teknologi sehat ini akan menciptakan stimulasi yang menarik bagi anak-anak. Melalui inovasi ini, kami berharap kemampuan motorik kasar anak-anak dapat terasah secara optimal, sekaligus mengenalkan kembali esensi permainan tradisional yang mulai asing bagi mereka,” ujar Rizki.

Tidak sekadar menyerahkan alat, tim UNIMED juga memberikan pendampingan intensif kepada para guru TK ABA. Langkah ini bertujuan agar para pendidik memiliki pemahaman mendalam untuk mengoperasikan serta mengintegrasikan engklek berbasis IoT ke dalam kurikulum harian di sekolah masing-masing. “Selain menjadi alternatif teknologi yang lebih sehat bagi siswa, program ini menjadi misi penting dalam melestarikan warisan budaya lokal agar tidak tergerus zaman,” tambah Rizki.

Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para mitra. Salah seorang guru TK ABA mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi nyata dari civitas akademika UNIMED. Pihak sekolah berharap penggunaan alat berbasis IoT ini dapat mendongkrak ketangkasan fisik anak didik mereka secara signifikan. Para guru juga menaruh harapan besar agar program edukatif dan adaptif seperti ini dapat dilaksanakan secara kontinu setiap tahunnya.

Aksi nyata pengabdian ini digerakkan oleh tim dosen lintas disiplin ilmu. Dipimpin oleh Rizki Ramadhani, S.Pd., M.Pd., tim ini beranggotakan Natalia Silalahi, M.Kom., Nur Qomariah Panjaitan, M.Pd., dan May Sari Lubis, S.Pd., M.Pd., serta didukung penuh oleh keterlibatan aktif beberapa mahasiswa UNIMED. Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi dunia pendidikan anak usia dini yang adaptif dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|