Sidang Terbuka Dihadiri Dua Rektor, Adiansyah Raih Gelar Doktor di USU

7 hours ago 13

Dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Adiansyah, S.Si, M.Si berhasil menyelesaikan pendidikan strata-3 setelah dinyatakan lulus sidang terbuka promosi doktor Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (30/6).

Sidang terbuka suami dari Fakhreni, S.Si dan ayah dari Alukhwarizmi, Alrhazi dan Altsabia Fanha ini dihadiri dua rektor sekaligus yakni Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T (pimpinan sidang terbuka promosi doktor) dan Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes.

Dalam sidang, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T mewakili Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, M.Si didampingi panitia ujian promosi doktor. Prof. Dr. Tamrin, M.Sc (guru besar bidang kimia fisika dan polimer FMIPA USU) selaku ketua dan promotor bersama lima anggota.

Yakni Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc (guru besar bidang kimia fisika permukaan FMIPA USU yang juga co-promotor), Prof. Dr. Sovia Lenny, M.Si (guru besar bidang kimia organik bahan alam FMIPA USU yang juga co-promotor), Prof. Dr. Juliati Tarigan, M.Si (guru besar bidang organik FMIPA USU), Prof. Dr. Andriayani, M.Si (guru besar kimia anorganik FMIPA USU) dan Prof. Dr. Sumi Hudiyono, PWS).

Sedangkan Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes bersama sejumlah dekan dan dosen USM Indonesia hadir menyaksikan promosi doktor Adiansyah yang juga ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM Indonesia tersebut.

Dalam sidang terbuka, Adiansyah mendapatkan apresiasi panitia ujian promosi doktor USU. Sebab Adiansyah menjadi lulusan pertama yang melaksanakan full research untuk penulisan disertasi. Bahkan melakukan pengujian laboratorium hingga ke Singapura.

Adiansyah yang lahir di Terutung Seperai pada 9 Oktober 1988 dan menamatkan sarjana kimia dan magister kimia di USU. Judul disertasi S3 Adiansyah adalah Modifikasi Alam dari Getah Pohon Bendo (Artocarpus Elasticus Reinw) dan Filer Limbah Batu Bara terhadap Daya Rekat Aspal.

Dr. Adiansyah, M.Si mengungkapkan bahwa penelitian ini bertujuan memanfaatkan getah pohon bendo sebagai bahan baku dalam pembuatan perekat poliuretan dalam aspal. Getah bendo sebagai poliol alami dengan CH202 dan H2O2 dan polietilen glikol (PEG) 1000 dengan penambahan toluena-2,4-diisosianat (TDI) menghasilkan poliuretan.

Ia juga merinci bahwa berdasarkan data BPS yang dikompilasi oleh Pertamina diketahui bahwa kebutuhan aspal minyak (aspal pen 60 dan aspal modifikasi hasil penyulingan minyak bumi) secara untuk perkerasan jalan nasional dan daerah mencapai 1,1 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 800 ribu ton masih diimpor.

Pada akhir penelitiannya, Dr. Adiansyah, M.Si menyimpulkan tiga hal penting. Diantaranya adalah campuran aspal, poliuretan getah bendo bahan agregat, fly dan bottom ash batu bara menghasilkan kondisi optimum untuk stabilitas dan aliran Marshall.

Masing-masing sebesar 27.64 kN dan aliran 4.47 mm untuk penambahan BD-PU 5 persen dan kekakuan 6,51 kN/mm pada penambahan BD-PU 3 persen. “Penelitian ini menghasilkan perekat yang efektif dan memenuhi spesifikasi Bina Marga SNI 2456-2011,” rinci dosen USM Indonesia yang menamatkan pendidikan SD di Terutung Seperai serta SMP dan SMA di Kutacane tersebut.

Atas capaian gelar doktor, Adiansyah menyampaikan rasa syukurnya. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak terutama pada keluarga dan teman, pimpinan USU dan USM Indonesia, ketua Yayasan Sari Mutiara serta promotor, co-promotor dan penguji sidang terbuka promosi doktor. (dmp)

Dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Adiansyah, S.Si, M.Si berhasil menyelesaikan pendidikan strata-3 setelah dinyatakan lulus sidang terbuka promosi doktor Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (30/6).

Sidang terbuka suami dari Fakhreni, S.Si dan ayah dari Alukhwarizmi, Alrhazi dan Altsabia Fanha ini dihadiri dua rektor sekaligus yakni Wakil Rektor III USU Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T (pimpinan sidang terbuka promosi doktor) dan Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes.

Dalam sidang, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T mewakili Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, M.Si didampingi panitia ujian promosi doktor. Prof. Dr. Tamrin, M.Sc (guru besar bidang kimia fisika dan polimer FMIPA USU) selaku ketua dan promotor bersama lima anggota.

Yakni Prof. Dr. Marpongahtun, M.Sc (guru besar bidang kimia fisika permukaan FMIPA USU yang juga co-promotor), Prof. Dr. Sovia Lenny, M.Si (guru besar bidang kimia organik bahan alam FMIPA USU yang juga co-promotor), Prof. Dr. Juliati Tarigan, M.Si (guru besar bidang organik FMIPA USU), Prof. Dr. Andriayani, M.Si (guru besar kimia anorganik FMIPA USU) dan Prof. Dr. Sumi Hudiyono, PWS).

Sedangkan Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes bersama sejumlah dekan dan dosen USM Indonesia hadir menyaksikan promosi doktor Adiansyah yang juga ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM Indonesia tersebut.

Dalam sidang terbuka, Adiansyah mendapatkan apresiasi panitia ujian promosi doktor USU. Sebab Adiansyah menjadi lulusan pertama yang melaksanakan full research untuk penulisan disertasi. Bahkan melakukan pengujian laboratorium hingga ke Singapura.

Adiansyah yang lahir di Terutung Seperai pada 9 Oktober 1988 dan menamatkan sarjana kimia dan magister kimia di USU. Judul disertasi S3 Adiansyah adalah Modifikasi Alam dari Getah Pohon Bendo (Artocarpus Elasticus Reinw) dan Filer Limbah Batu Bara terhadap Daya Rekat Aspal.

Dr. Adiansyah, M.Si mengungkapkan bahwa penelitian ini bertujuan memanfaatkan getah pohon bendo sebagai bahan baku dalam pembuatan perekat poliuretan dalam aspal. Getah bendo sebagai poliol alami dengan CH202 dan H2O2 dan polietilen glikol (PEG) 1000 dengan penambahan toluena-2,4-diisosianat (TDI) menghasilkan poliuretan.

Ia juga merinci bahwa berdasarkan data BPS yang dikompilasi oleh Pertamina diketahui bahwa kebutuhan aspal minyak (aspal pen 60 dan aspal modifikasi hasil penyulingan minyak bumi) secara untuk perkerasan jalan nasional dan daerah mencapai 1,1 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 800 ribu ton masih diimpor.

Pada akhir penelitiannya, Dr. Adiansyah, M.Si menyimpulkan tiga hal penting. Diantaranya adalah campuran aspal, poliuretan getah bendo bahan agregat, fly dan bottom ash batu bara menghasilkan kondisi optimum untuk stabilitas dan aliran Marshall.

Masing-masing sebesar 27.64 kN dan aliran 4.47 mm untuk penambahan BD-PU 5 persen dan kekakuan 6,51 kN/mm pada penambahan BD-PU 3 persen. “Penelitian ini menghasilkan perekat yang efektif dan memenuhi spesifikasi Bina Marga SNI 2456-2011,” rinci dosen USM Indonesia yang menamatkan pendidikan SD di Terutung Seperai serta SMP dan SMA di Kutacane tersebut.

Atas capaian gelar doktor, Adiansyah menyampaikan rasa syukurnya. Ia pun berterima kasih kepada semua pihak terutama pada keluarga dan teman, pimpinan USU dan USM Indonesia, ketua Yayasan Sari Mutiara serta promotor, co-promotor dan penguji sidang terbuka promosi doktor. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|