Tenaga Ahli Utama Staf Kepresidenan Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E menyampaikan kuliah umum di Ballroom Machmoeddin Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan, Selasa (30/6). Kuliah umum diikuti para taruna, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Politeknik AMI Medan.
Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E memaparkan makalah berjudul: Peran Kantor Staf Presiden dalam Mengawal Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Transportasi untuk Mendukung Asta Cita dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemaritiman Indonesia.
Kuliah umum turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim (YPM) yang menaungi Politeknik AMI Medan Dr. Yuris Danilwan, S.E, M.Si, Ph.D, Ketua Pengurus YPM Surya Putra Sani, S.E, Direktur Politeknik AMI Medan Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Si, M.Mar dan undangan lainnya.
Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E yang pernah menjadi engineer kapal Jepang, Korea dan Taiwan serta chief training ship of Bimasakti PIP Semarang juga menjabarkan empowering Indonesian seafarers termasuk konstelasi Indonesia.
Mantan direktur Politeknik Pelayaran Sumbar dan direktur Poltektrans SDP Plm ini menjelaskan bahwa 5,9 juta km2 dari 7,8 juta km2 wilayah yuridis Indonesia adalah laut dengan 16.056 pulau. Terdapat 95 ribu km garis pantai dan empat jalur pelayaran strategis yakni Selat Malaka, Sunda, Lombok dan Makassar diantara Asia dan Australia.
Namun, kata tenaga ahli utama staf kepresidenan, terdapat tantangan karena disparitas pertumbuhan ekonomi tidak seimbang antara kawasan barat dan timur Indonesia. Konektivitas daerah terluar, daerah perbatasan dan daerah belum berkembang. Demikian juga biaya logistik infrastruktur kurang memadai dan ketidakseimbangan kargo serta finansial daerah terluar, daerah perbatasan dan daerah belum berkembang.
yang pernah menjabat direktur perkapalan dan kepelautan serta direktur lalu lintas dan angkutan lautPOLITEKNIK AMI: Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E (6 kiri) bersama sivitas akademika Politeknik AMI Medan. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
Tenaga Ahli Utama Staf Kepresidenan Beri Kuliah Umum ‘Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Transportasi untuk Mendukung Asta Cita dan Penguatan SDM Kemaritiman’ di Politeknik AMI Medan
Tenaga Ahli Utama Staf Kepresidenan Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E menyampaikan kuliah umum di Ballroom Machmoeddin Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan, Selasa (30/6). Kuliah umum diikuti para taruna, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan Politeknik AMI Medan.
Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E memaparkan makalah berjudul: Peran Kantor Staf Presiden dalam Mengawal Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Transportasi untuk Mendukung Asta Cita dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemaritiman Indonesia.
Kuliah umum turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim (YPM) yang menaungi Politeknik AMI Medan Dr. Yuris Danilwan, S.E, M.Si, Ph.D, Ketua Pengurus YPM Surya Putra Sani, S.E, Direktur Politeknik AMI Medan Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Si, M.Mar dan undangan lainnya.
Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E yang pernah menjadi engineer kapal Jepang, Korea dan Taiwan serta chief training ship of Bimasakti PIP Semarang juga menjabarkan empowering Indonesian seafarers termasuk konstelasi Indonesia.
Mantan direktur Politeknik Pelayaran Sumbar dan direktur Poltektrans SDP Plm ini menjelaskan bahwa 5,9 juta km2 dari 7,8 juta km2 wilayah yuridis Indonesia adalah laut. Terdapat 95 ribu km garis pantai dan empat jalur pelayaran strategis yakni Selat Malaka, Sunda, Lombok dan Makassar diantara Asia dan Australia.
Dalam kuliah umum di Politeknik AMI Medan, tenaga ahli utama staf kepresidenan juga menerangkan arah kebijakan Ditjen Perhubungan Laut RI untuk mewujudkan angkutan laut yang murah, mudah, simpel dan kompetitif. Kemudian peningkatan konektivitas transportasi laut, penyediaan infrastruktur pelabuhan yang berdaya saing.
“Peningkatan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritim. Peningkatan efektivitas penegakan hukum di laut dan peningkatan integrasi dalam pengelolaan organisasi,” katanya.
Mantan direktur perkapalan dan kepelautan serta direktur lalu lintas dan angkutan laut juga mengungkapkan rencana pembangunan 1.321 dimana pelabuhan berperan sebagai pendukung logistik nasional. Saat ini baru ada empat pelabuhan utama di Indonesia yakni Belawan, Tanjungpriok, Tamjungperak dan Makassar.
Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E juga menyebutkan tentang peluang serapan lulusan di industri pelayaran global dimana saat ini terdapat 1.621.854 pelaut di Indonesia. Masih dibawah Filipina, Tiongkok, Ukraina dan India.
Dalam kesempatan ini, tenaga ahli utama staf kepresidenan juga menyampaikan berbagai kemajuan teknologi kelautan seiring dengan hadirnya kapal listrik dan teknologi dimana satu nahkoda mengendalikan tiga kapal sekaligus dari kantor.
“Seorang nakhoda kapal pada perusahaan Seafar di Belgia yakni Bram Van der Linden bisa mengemudikan tiga kapal sekaligus dalam satu waktu. Hebatnya lagi, sistem kemudi kapal modern tersebut dikendalikan secara jarak jauh dari kapalnya,” kata Dr. Hartanto, M.H, M.Mar. E.
Dalam sesi tanya jawab dengan tiga taruna Politeknik AMI Medan, tenaga ahli utama staf kepresidenan meminta para lulusan dan pengelolaan politeknik untuk terus meningkatkan kualitas kompetensi. Untuk itu ia berharap lulusan Politeknik AMI Medan mampu berperan untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas transportasi untuk mendukung asta cita dan penguatan SDM kemaritiman.
Direktur Politeknik AMI Medan Dr. Capt. Dafid Ginting, M.Si, M.Mar mengingatkan taruna untuk siap hadapi perubahan terutama untuk meningkatkan attitude soft skill. “Kalianlah penentu masa depan. Kami jadi pengarah. Lakukanlah yang terbaik, yang bisa kita lakukan. Kedepan, pasti ada taruna kita akan memiliki kapal. Saya mau salah satu dari kalian jadi menteri perhubungan,” tegas direktur. (dmp)

5 hours ago
2

















































