QRESTO Jadi Percontohan Bapenda Manado Belajar ke Medan

11 hours ago 8

MEDAN – Inovasi digital pengelolaan pajak daerah yang dikembangkan Pemerintah Kota Medan kembali menarik perhatian daerah lain. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Manado melakukan studi komparasi ke Bapenda Kota Medan untuk mempelajari implementasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO), Senin (29/6).

Rombongan Bapenda Kota Manado dipimpin Kepala Bapenda Jefry F. R. Mongdong, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong serta Stevani Kahea dari PT Bank SulutGo. Kedatangan mereka disambut Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian yang diwakili Kasubbid Teknis Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan (HRH), Darwin Marpaung.

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung penerapan aplikasi QRESTO, sebuah inovasi yang dikembangkan Bapenda Kota Medan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui sistem split payment atau pemisahan pembayaran secara elektronik.

Dalam sambutannya, Jefry Mongdong mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Medan. Menurutnya, Medan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil menerapkan sistem split payment dalam pengelolaan pajak daerah.

“Medan ini luar biasa. Kota Medan menjadi kota pertama yang menerapkan split payment. Karena itu kami ingin mempelajari proses pengembangannya, regulasi yang mendukung, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Manado terus berupaya memperkuat kapasitas fiskal melalui berbagai inovasi pengelolaan pendapatan daerah. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah mencapai lebih dari Rp500 miliar, berbagai strategi dilakukan, termasuk menggali potensi pajak dan retribusi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selain melakukan studi komparasi, kunjungan tersebut juga bertepatan dengan kehadiran Pemerintah Kota Manado dalam rangka mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang tahun ini digelar di Kota Medan.

Pada kesempatan itu, Tim IT Bapenda Kota Medan memaparkan mekanisme kerja aplikasi QRESTO, mulai dari proses integrasi dengan pelaku usaha, sistem pemantauan transaksi secara real time, hingga manfaat yang diperoleh dalam meningkatkan transparansi dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Jefry berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Manado untuk mengembangkan sistem serupa.

“Kami melihat inovasi QRESTO sangat potensial diterapkan di Kota Manado. Harapannya, setelah mempelajari seluruh aspek implementasinya, inovasi ini dapat segera kami adaptasi guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah,” katanya.

Melalui studi komparasi ini, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pajak daerah berbasis teknologi digital, sehingga mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan penerimaan daerah secara berkelanjutan. (map/ila)

MEDAN – Inovasi digital pengelolaan pajak daerah yang dikembangkan Pemerintah Kota Medan kembali menarik perhatian daerah lain. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Manado melakukan studi komparasi ke Bapenda Kota Medan untuk mempelajari implementasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (QRESTO), Senin (29/6).

Rombongan Bapenda Kota Manado dipimpin Kepala Bapenda Jefry F. R. Mongdong, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong serta Stevani Kahea dari PT Bank SulutGo. Kedatangan mereka disambut Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian yang diwakili Kasubbid Teknis Bidang Hotel, Restoran, dan Hiburan (HRH), Darwin Marpaung.

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari secara langsung penerapan aplikasi QRESTO, sebuah inovasi yang dikembangkan Bapenda Kota Medan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah melalui sistem split payment atau pemisahan pembayaran secara elektronik.

Dalam sambutannya, Jefry Mongdong mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Medan. Menurutnya, Medan menjadi daerah pertama di Indonesia yang berhasil menerapkan sistem split payment dalam pengelolaan pajak daerah.

“Medan ini luar biasa. Kota Medan menjadi kota pertama yang menerapkan split payment. Karena itu kami ingin mempelajari proses pengembangannya, regulasi yang mendukung, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Manado terus berupaya memperkuat kapasitas fiskal melalui berbagai inovasi pengelolaan pendapatan daerah. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah mencapai lebih dari Rp500 miliar, berbagai strategi dilakukan, termasuk menggali potensi pajak dan retribusi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selain melakukan studi komparasi, kunjungan tersebut juga bertepatan dengan kehadiran Pemerintah Kota Manado dalam rangka mengikuti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang tahun ini digelar di Kota Medan.

Pada kesempatan itu, Tim IT Bapenda Kota Medan memaparkan mekanisme kerja aplikasi QRESTO, mulai dari proses integrasi dengan pelaku usaha, sistem pemantauan transaksi secara real time, hingga manfaat yang diperoleh dalam meningkatkan transparansi dan optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Jefry berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Manado untuk mengembangkan sistem serupa.

“Kami melihat inovasi QRESTO sangat potensial diterapkan di Kota Manado. Harapannya, setelah mempelajari seluruh aspek implementasinya, inovasi ini dapat segera kami adaptasi guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah,” katanya.

Melalui studi komparasi ini, kedua daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pajak daerah berbasis teknologi digital, sehingga mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan penerimaan daerah secara berkelanjutan. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|