BINJAI- Pemerintah Kota Binjai menggelar apel gabungan yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Balai Kota, Senin (29/6). Pimpinan organisasi perangkat daerah turut mengikuti apel tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak mengungkapkan, Harganas merupakan momentum refleksi nasional. “Hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua melihat kembali ke dalam rumah kita masing-masing,” kata dia.
“Kita perlu memeriksa berbagai tantangan yang dapat menggerus masa depan anak-anak kita, memecah keharmonisan suami istri, serta menghancurkan tatanan moral generasi penerus,” sambung Chairin.
Ia menambahkan, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter bangsa tidak akan terwujud, apabila tanggung jawab pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu. “Pada momentum Hari Keluarga Nasional ini, mari mulai terlibat aktif dalam pengasuhan anak,” serunya.
“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan merupakan faktor penting dalam pembentukan kepribadian serta kestabilan emosi anak-anak kita,” lanjutnya.
Sekda juga menekankan pentingnya mengubah paradigma mengenai keluarga. Keluarga bukan hanya sekadar unit terkecil dalam masyarakat, tetapi merupakan fondasi awal dari keberhasilan pembangunan nasional.
“Kita tidak akan pernah bisa mencetak menteri yang hebat, jenderal yang tangguh, pengusaha yang jujur, dokter yang berintegritas, atau pekerja yang produktif, apabila kita gagal membangun kualitas manusia tersebut sejak dari keluarga,” serunya.
Pemko Binjai juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga, memperkuat jaring pengaman sosial, serta memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat. Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).
“Dengan keluarga yang berkualitas, kita dapat menyongsong bonus demografi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ted)
BINJAI- Pemerintah Kota Binjai menggelar apel gabungan yang juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Balai Kota, Senin (29/6). Pimpinan organisasi perangkat daerah turut mengikuti apel tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak mengungkapkan, Harganas merupakan momentum refleksi nasional. “Hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua melihat kembali ke dalam rumah kita masing-masing,” kata dia.
“Kita perlu memeriksa berbagai tantangan yang dapat menggerus masa depan anak-anak kita, memecah keharmonisan suami istri, serta menghancurkan tatanan moral generasi penerus,” sambung Chairin.
Ia menambahkan, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter bangsa tidak akan terwujud, apabila tanggung jawab pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu. “Pada momentum Hari Keluarga Nasional ini, mari mulai terlibat aktif dalam pengasuhan anak,” serunya.
“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan merupakan faktor penting dalam pembentukan kepribadian serta kestabilan emosi anak-anak kita,” lanjutnya.
Sekda juga menekankan pentingnya mengubah paradigma mengenai keluarga. Keluarga bukan hanya sekadar unit terkecil dalam masyarakat, tetapi merupakan fondasi awal dari keberhasilan pembangunan nasional.
“Kita tidak akan pernah bisa mencetak menteri yang hebat, jenderal yang tangguh, pengusaha yang jujur, dokter yang berintegritas, atau pekerja yang produktif, apabila kita gagal membangun kualitas manusia tersebut sejak dari keluarga,” serunya.
Pemko Binjai juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga, memperkuat jaring pengaman sosial, serta memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat. Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).
“Dengan keluarga yang berkualitas, kita dapat menyongsong bonus demografi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ted)

13 hours ago
10

















































