Video Viral Dugaan Pencurian 16 Ekor Lembu, Dandim Labuhanbatu: Tak Ada Personel Kodim Terlibat

12 hours ago 4

LABUHANBATU– Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Hanung Kaptiaji, membantah keras narasi yang beredar dalam video viral di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan personel TNI AD dalam pengambilan 16 ekor lembu milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut Hanung, informasi yang menyebut personel Kodim 0209/Labuhanbatu terlibat dalam peristiwa tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Yang dikatakan oknum aparat, kami sampaikan salah. Artinya itu hoaks, salah informasi,” tegas Hanung kepada Sumut Pos, Minggu (28/6).

Ia juga membantah tudingan bahwa pihak Kodim memberikan perlindungan kepada salah satu pihak yang tengah bersengketa terkait kepemilikan lahan maupun ternak. “Saya tidak mengenal pihak yang disebut dalam konflik tersebut. Mereka sedang berkonflik dan persoalan itu sudah ditangani kepolisian,” ujarnya.

Hanung menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, memang terdapat dua orang yang disebut melakukan pengamanan di lokasi sebelum konflik mencuat. Namun, ia memastikan keduanya bukan merupakan personel Kodim 0209/Labuhanbatu.

“Kami masih mencari tahu identitas mereka. Yang pasti, itu bukan anggota Kodim. Informasi yang kami peroleh, pihak yang mengangkut ternak tersebut telah diakui sebagai orang-orang dari salah satu pihak yang bersengketa,” katanya.

Ia menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI, maka proses penelusuran akan dilakukan sesuai prosedur. Saat ini, penyelidikan juga dilakukan oleh Subdenpom untuk memastikan seluruh fakta yang berkembang.

Terkait dugaan penggunaan senjata yang turut menjadi perhatian publik dalam video viral tersebut, Hanung menyebut benda yang terlihat bukan senjata api.

“Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan itu bukan senjata api, melainkan alat untuk membius sapi. Siapa pemiliknya masih belum diketahui karena proses hukum masih berjalan di Polres Labuhanbatu,” jelasnya.

Dandim juga menegaskan bahwa kehadiran pihak pengamanan di lokasi tidak berkaitan dengan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Menurutnya, pihak Kodim tidak pernah mengeluarkan perintah pengerahan personel dalam konflik tersebut.

“Saya tidak pernah memerintahkan prajurit turun dalam persoalan ini. Konflik tersebut sudah dilaporkan ke Polres sehingga menjadi ranah kepolisian. Kami hanya melakukan koordinasi dan memonitor perkembangan setelah video itu viral,” ujarnya.

Hanung berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan meminta semua pihak menyerahkan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

“Biarkan kedua belah pihak menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum di kepolisian. Jangan sampai masyarakat tergiring opini yang belum tentu sesuai fakta. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang menarasikan dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengambilan 16 ekor lembu yang terjadi pada 17 Mei 2026 di Dusun Pondri Labuhan Pinang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. (fdh/ila)

LABUHANBATU– Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Hanung Kaptiaji, membantah keras narasi yang beredar dalam video viral di media sosial yang menyebut adanya keterlibatan personel TNI AD dalam pengambilan 16 ekor lembu milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut Hanung, informasi yang menyebut personel Kodim 0209/Labuhanbatu terlibat dalam peristiwa tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Yang dikatakan oknum aparat, kami sampaikan salah. Artinya itu hoaks, salah informasi,” tegas Hanung kepada Sumut Pos, Minggu (28/6).

Ia juga membantah tudingan bahwa pihak Kodim memberikan perlindungan kepada salah satu pihak yang tengah bersengketa terkait kepemilikan lahan maupun ternak. “Saya tidak mengenal pihak yang disebut dalam konflik tersebut. Mereka sedang berkonflik dan persoalan itu sudah ditangani kepolisian,” ujarnya.

Hanung menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, memang terdapat dua orang yang disebut melakukan pengamanan di lokasi sebelum konflik mencuat. Namun, ia memastikan keduanya bukan merupakan personel Kodim 0209/Labuhanbatu.

“Kami masih mencari tahu identitas mereka. Yang pasti, itu bukan anggota Kodim. Informasi yang kami peroleh, pihak yang mengangkut ternak tersebut telah diakui sebagai orang-orang dari salah satu pihak yang bersengketa,” katanya.

Ia menambahkan, apabila nantinya ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI, maka proses penelusuran akan dilakukan sesuai prosedur. Saat ini, penyelidikan juga dilakukan oleh Subdenpom untuk memastikan seluruh fakta yang berkembang.

Terkait dugaan penggunaan senjata yang turut menjadi perhatian publik dalam video viral tersebut, Hanung menyebut benda yang terlihat bukan senjata api.

“Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan itu bukan senjata api, melainkan alat untuk membius sapi. Siapa pemiliknya masih belum diketahui karena proses hukum masih berjalan di Polres Labuhanbatu,” jelasnya.

Dandim juga menegaskan bahwa kehadiran pihak pengamanan di lokasi tidak berkaitan dengan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Menurutnya, pihak Kodim tidak pernah mengeluarkan perintah pengerahan personel dalam konflik tersebut.

“Saya tidak pernah memerintahkan prajurit turun dalam persoalan ini. Konflik tersebut sudah dilaporkan ke Polres sehingga menjadi ranah kepolisian. Kami hanya melakukan koordinasi dan memonitor perkembangan setelah video itu viral,” ujarnya.

Hanung berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan meminta semua pihak menyerahkan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.

“Biarkan kedua belah pihak menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum di kepolisian. Jangan sampai masyarakat tergiring opini yang belum tentu sesuai fakta. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang menarasikan dugaan keterlibatan oknum TNI dalam pengambilan 16 ekor lembu yang terjadi pada 17 Mei 2026 di Dusun Pondri Labuhan Pinang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. (fdh/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|