Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Begal, Banjir & Macet Belum Tuntas

6 hours ago 8

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan dinilai tidak cukup hanya dirayakan dengan seremoni. Di balik bertambahnya usia ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu, masih banyak persoalan mendasar yang dinilai membutuhkan perhatian serius, mulai dari maraknya aksi kriminalitas, banjir, kemacetan, hingga kualitas pelayanan publik.

Catatan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, momentum ulang tahun kota seharusnya menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

“Selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Ini bukan sekadar momentum untuk merayakan usia kota, tetapi juga saat yang tepat untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperbaiki demi menghadirkan Medan yang benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, maju, dan berkeadilan,” ujar Zulham.

Salah satu sorotan utama adalah persoalan keamanan yang dinilai masih menjadi keresahan warga. Maraknya aksi begal, tawuran antarkelompok, geng motor, hingga kejahatan jalanan disebut telah mengurangi rasa aman masyarakat dalam beraktivitas.

Menurut Zulham, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu memperkuat upaya pencegahan, penegakan hukum, sekaligus pembinaan generasi muda agar angka kriminalitas dapat ditekan.

Selain keamanan, persoalan banjir yang hampir selalu berulang saat musim hujan juga dinilai belum mendapat solusi yang menyeluruh. Ia menilai perbaikan drainase, normalisasi sungai, pembangunan jalan lingkungan, serta pemeliharaan infrastruktur harus menjadi agenda prioritas yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara.

“Setiap musim hujan masih banyak kawasan yang tergenang. Ini menunjukkan perlunya penyelesaian yang lebih komprehensif,” katanya.

Di bidang pelayanan publik, Zulham juga mendorong agar reformasi birokrasi terus diperkuat. Menurutnya, digitalisasi pelayanan harus benar-benar memudahkan masyarakat, bukan justru menambah kerumitan dalam mengurus berbagai administrasi.

Persoalan kemacetan lalu lintas pun tak luput dari sorotan. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi kapasitas jalan dinilai memerlukan solusi terintegrasi melalui penguatan transportasi publik, rekayasa lalu lintas yang efektif, serta pembangunan infrastruktur transportasi.

Sementara itu, peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat juga disebut harus menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah diharapkan terus memperluas akses pendidikan berkualitas, meningkatkan fasilitas sekolah, memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memperkuat pemberdayaan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat. UMKM harus terus diberdayakan, lapangan kerja diperluas, dan iklim investasi dijaga agar mampu mendorong kesejahteraan warga Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan dinilai tidak cukup hanya dirayakan dengan seremoni. Di balik bertambahnya usia ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu, masih banyak persoalan mendasar yang dinilai membutuhkan perhatian serius, mulai dari maraknya aksi kriminalitas, banjir, kemacetan, hingga kualitas pelayanan publik.

Catatan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, usai mengikuti Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, momentum ulang tahun kota seharusnya menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat.

“Selamat Hari Jadi ke-436 Kota Medan. Ini bukan sekadar momentum untuk merayakan usia kota, tetapi juga saat yang tepat untuk mengevaluasi apa yang sudah dicapai dan apa yang masih harus diperbaiki demi menghadirkan Medan yang benar-benar menjadi kota yang aman, nyaman, maju, dan berkeadilan,” ujar Zulham.

Salah satu sorotan utama adalah persoalan keamanan yang dinilai masih menjadi keresahan warga. Maraknya aksi begal, tawuran antarkelompok, geng motor, hingga kejahatan jalanan disebut telah mengurangi rasa aman masyarakat dalam beraktivitas.

Menurut Zulham, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum perlu memperkuat upaya pencegahan, penegakan hukum, sekaligus pembinaan generasi muda agar angka kriminalitas dapat ditekan.

Selain keamanan, persoalan banjir yang hampir selalu berulang saat musim hujan juga dinilai belum mendapat solusi yang menyeluruh. Ia menilai perbaikan drainase, normalisasi sungai, pembangunan jalan lingkungan, serta pemeliharaan infrastruktur harus menjadi agenda prioritas yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara.

“Setiap musim hujan masih banyak kawasan yang tergenang. Ini menunjukkan perlunya penyelesaian yang lebih komprehensif,” katanya.

Di bidang pelayanan publik, Zulham juga mendorong agar reformasi birokrasi terus diperkuat. Menurutnya, digitalisasi pelayanan harus benar-benar memudahkan masyarakat, bukan justru menambah kerumitan dalam mengurus berbagai administrasi.

Persoalan kemacetan lalu lintas pun tak luput dari sorotan. Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi kapasitas jalan dinilai memerlukan solusi terintegrasi melalui penguatan transportasi publik, rekayasa lalu lintas yang efektif, serta pembangunan infrastruktur transportasi.

Sementara itu, peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat juga disebut harus menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah diharapkan terus memperluas akses pendidikan berkualitas, meningkatkan fasilitas sekolah, memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, serta memperkuat pemberdayaan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus mampu dirasakan seluruh lapisan masyarakat. UMKM harus terus diberdayakan, lapangan kerja diperluas, dan iklim investasi dijaga agar mampu mendorong kesejahteraan warga Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|