DAIRI – Kasus dugaan perampokan terhadap dokter Nico Rudy Tjowandi di Kabupaten Dairi mulai menemui titik terang. Korban mengaku mengenali sosok yang diduga sebagai pelaku dari suara dan postur tubuhnya.
Kepada wartawan, Rabu (2/9), dr Nico Rudy Tjowandi mengatakan, pelaku diduga merupakan pasien yang sebelumnya beberapa kali berobat kepadanya. Terakhir, pria tersebut disebut datang sekitar 1,5 tahun lalu dengan keluhan batuk dan pilek.
Meski wajah pelaku tertutup, Nico mengaku cukup mengenali karakteristiknya. “Pelaku menggunakan penutup wajah atau cebo berwarna gelap. Tingginya tidak terlalu gemuk. Usianya sekitar 50 sampai 60 tahun dan diperkirakan tinggal di sekitar Kecamatan Sidikalang,” ujar Nico.
Dia mengaku tidak lagi mengingat nama pasien tersebut. Namun, Nico masih mengingat marganya. “Nama tidak saya ingat, namun kalau tidak salah marganya Sitanggang,” katanya.
Nico menceritakan, aksi tersebut terjadi ketika pelaku masuk ke ruang praktik. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menodongkan pisau ke bagian perut sebelah kiri. Pelaku kemudian meminta uang kepada korban. “Dia langsung menodongkan pisau persis di bagian perut sebelah kiri. Pelaku langsung meminta uang,” ujarnya.
Nico kemudian menjawab bahwa dirinya tidak memiliki uang karena uang yang ada sudah disetorkan. “Saya bilang tidak ada, sudah saya setor. Kemudian pisau yang sebelumnya ditempelkan ke bagian perut saya ditaruh di lantai,” ujarnya.
Setelah itu, pelaku diduga melakban kedua tangan, mulut dan kaki korban. Pelaku kemudian mengambil uang yang berada di dalam laci meja.
Tak hanya uang, sejumlah barang milik korban juga dibawa kabur, termasuk perhiasan emas berupa cincin yang terpasang di jari tangan kanan serta sebuah handphone Nokia lama. Setelah mengambil barang-barang tersebut, pelaku kemudian melarikan diri.
Begitu pelaku pergi, Nico berusaha mengambil handphone miliknya yang sebelumnya sempat terjatuh. Ia kemudian mencoba menghubungi tetangganya, Rudy. Namun, panggilan tersebut tidak langsung dijawab.
“Saya telepon tetangga bernama Rudy. Pas saya telepon, Rudy tidak angkat. Kemudian saya suruh istri saya yang ada di Medan menelepon istri Rudy,” katanya.
Tidak lama kemudian, Rudy bersama istrinya, Nila, datang ke lokasi. Nico kemudian meminta mereka memotret kondisi dirinya yang masih terikat sebagai dokumentasi untuk barang bukti.
Rudy dan Nila yang menjadi saksi pertama setelah kejadian membenarkan mereka mendatangi ruang praktik Nico setelah menerima telepon dari istri korban.
Rudy mengatakan, saat Nico pertama kali menelepon, dirinya sedang berada di kamar mandi sehingga tidak mengetahui panggilan tersebut.
“Saya ditelepon dokter, tidak angkat karena kebetulan saya di kamar mandi. Handphone saya juga silent karena baru kebaktian di vihara,” ujar Rudy.
Setibanya di lokasi, Rudy dan Nila melihat Nico dalam kondisi tangan, kaki dan mulut dilakban menggunakan lakban berwarna kuning.
Namun, sebelum lakban tersebut dibuka, Nico meminta agar kondisi dirinya terlebih dahulu didokumentasikan. “Tolong dulu aku difoto,” kata Rudy menirukan permintaan Nico saat itu.
Rudy mengatakan, kondisi di sekitar tempat praktik relatif sepi. Namun, di seberang lokasi terdapat sejumlah warga yang sedang berada di sebuah lapo atau kedai tuak.
“Pas kami ke sana, kondisi lokasi khususnya samping kiri kanan tempat praktik sepi. Tetapi di seberang praktik ramai orang karena memang ada lapo atau kedai tuak,” jelas Rudy bersama Nila.
Saat tiba, pintu rumah yang menjadi tempat praktik dalam keadaan terbuka. Sementara asisten dokter, Icha Lingga, disebut telah pulang sekitar pukul 19.30 WIB.
Setelah memastikan kondisi korban, Rudy bersama tetangga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut atas izin Nico.
Kasus dugaan perampokan tersebut telah dilaporkan ke Polres Dairi. Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/339/IX/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 2 September 2026.
Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan melalui Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan saat dikonfirmasi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. “Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Kasus dugaan perampokan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Dairi. Keterangan korban mengenai ciri-ciri fisik dan dugaan keterkaitan pelaku sebagai pasien sebelumnya diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap identitas pelaku.
Polisi juga masih perlu memastikan seluruh keterangan korban dan saksi melalui hasil penyelidikan serta barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. (rud/ila)

6 hours ago
7

















































