Jaga Kesucian Ramadan, PBB Medan Desak Polisi Tindak Judi dan Narkoba

17 hours ago 4

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, meminta aparat kepolisian menindak tegas praktik perjudian dan peredaran narkoba yang diduga masih beroperasi di sejumlah wilayah Kota Medan. Terlebih saat ini, seluruh umat Islam, khususnya di Kota Medan sedang menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.

“Kita minta aparat kepolisian menindak tegas praktik perjudian dan peredaran narkoba. Kita tidak ingin kesucian Bulan Ramadan dikotori dengan praktik-praktik perjudian dan narkoba,” ucap Ketua DPC PBB Kota Medan, H Marhot Harahap.

Tidak hanya aktivitas perjudian dan narkoba, PBB Kota Medan juga meminta aparat kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Medan dan Polda Sumut untuk menindak tegas para bandar judi dan bandar narkoba. Menurut Marhot, praktik perjudian dan narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Judi dan narkoba harus jadi musuh kita bersama, apalagi sudah menyasar ke remaja dan anak-anak. Ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menghancurkan generasi muda,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, kata Mahot, sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi perjudian tersebar di kawasan Kota Bangun dan Jalan Kayu Putih, Kelurahan Mabar. Salah satu lokasi disebut berada di dekat rel kereta api dan diduga tetap langgeng beroperasi hingga saat ini.

“Aktivitas perjudian sebagaimana dilaporkan warga terdapat di Jalan Pajak Inpres, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Jalan Titi Papan, Jalan Veteran, Jalan Gabion, kawasan belakang KFC Marelan hingga di Kelurahan Pekan Labuhan,” katanya.

Diterangkan Marhot, warga juga mencatat sejumlah titik lain yang diduga aktif sebagai lokasi judi tembak ikan, antara lain di Marelan Point, Jalan Jala, Kota Bangun, Mabar, Martubung, Pasar 10 Helvetia, Pasar 9 Helvetia, serta Pasar 2 Timur. Kabarnya lokasi judi jenis tembak ikan itu diduga dikelola sejumlah pihak di bawah koordinator berinisial AK.

“Kami meminta Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan turun tangan melakukan penindakan tegas. Bukan sekadar razia, tetapi menangkap para bandar, termasuk yang disebut berinisial AK,” pungkasnya. (map/ila)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Medan, meminta aparat kepolisian menindak tegas praktik perjudian dan peredaran narkoba yang diduga masih beroperasi di sejumlah wilayah Kota Medan. Terlebih saat ini, seluruh umat Islam, khususnya di Kota Medan sedang menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.

“Kita minta aparat kepolisian menindak tegas praktik perjudian dan peredaran narkoba. Kita tidak ingin kesucian Bulan Ramadan dikotori dengan praktik-praktik perjudian dan narkoba,” ucap Ketua DPC PBB Kota Medan, H Marhot Harahap.

Tidak hanya aktivitas perjudian dan narkoba, PBB Kota Medan juga meminta aparat kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Medan dan Polda Sumut untuk menindak tegas para bandar judi dan bandar narkoba. Menurut Marhot, praktik perjudian dan narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Judi dan narkoba harus jadi musuh kita bersama, apalagi sudah menyasar ke remaja dan anak-anak. Ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menghancurkan generasi muda,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, kata Mahot, sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi perjudian tersebar di kawasan Kota Bangun dan Jalan Kayu Putih, Kelurahan Mabar. Salah satu lokasi disebut berada di dekat rel kereta api dan diduga tetap langgeng beroperasi hingga saat ini.

“Aktivitas perjudian sebagaimana dilaporkan warga terdapat di Jalan Pajak Inpres, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Jalan Titi Papan, Jalan Veteran, Jalan Gabion, kawasan belakang KFC Marelan hingga di Kelurahan Pekan Labuhan,” katanya.

Diterangkan Marhot, warga juga mencatat sejumlah titik lain yang diduga aktif sebagai lokasi judi tembak ikan, antara lain di Marelan Point, Jalan Jala, Kota Bangun, Mabar, Martubung, Pasar 10 Helvetia, Pasar 9 Helvetia, serta Pasar 2 Timur. Kabarnya lokasi judi jenis tembak ikan itu diduga dikelola sejumlah pihak di bawah koordinator berinisial AK.

“Kami meminta Kapolda Sumatera Utara dan Pangdam I/Bukit Barisan turun tangan melakukan penindakan tegas. Bukan sekadar razia, tetapi menangkap para bandar, termasuk yang disebut berinisial AK,” pungkasnya. (map/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|