Jalan Temon–Setrorejo Wonogiri Mulai Diperlebar Agustus 2026, Jalur Sempit yang Sering Bikin Mobil Terjebak Bakal Berubah Total

22 hours ago 11
JalanJalur Temon-Setrorejo Kecamatan Baturetno Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penantian panjang warga akhirnya menemukan titik terang. Ruas Jalan Temon–Setrorejo di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, yang selama bertahun-tahun dikenal sempit dan menyulitkan kendaraan roda empat, dijadwalkan mulai diperlebar pada awal Agustus 2026.

Proyek pelebaran jalan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga hingga empat bulan. Selama proses pekerjaan berlangsung, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas. Pengguna jalan diarahkan menggunakan jalur utama Baturetno–Boto–Karangturi.

Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas. Namun para pengendara diminta lebih berhati-hati karena akan terjadi penyempitan badan jalan akibat aktivitas alat berat dan pekerjaan konstruksi di lokasi proyek.

Bagi masyarakat Baturetno dan sekitarnya, proyek ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan. Selama bertahun-tahun, Jalan Temon–Setrorejo menjadi salah satu jalur alternatif favorit karena mampu memangkas waktu perjalanan menuju Kota Wonogiri. Sayangnya, lebar jalan yang terbatas sering kali menjadi persoalan, terutama ketika dua mobil berpapasan.

Meski permukaan jalan telah menggunakan cor beton, ruang gerak kendaraan masih sangat sempit. Tidak jarang salah satu kendaraan harus berhenti atau keluar sedikit dari badan jalan agar kendaraan lain dapat melintas dengan aman.

Situasi menjadi semakin sulit apabila kendaraan berukuran besar seperti truk boks memasuki ruas tersebut. Hampir tidak ada ruang tersisa sehingga arus lalu lintas kerap tersendat.

Salah seorang pengguna jalan, Diana, mengaku jalur Temon–Setrorejo selama ini menjadi pilihan karena jauh lebih efisien dibanding melewati jalur utama.

“Kalau lewat sini biasanya lebih cepat, nggak sampai 15 menit sudah tembus jalur ke Wonogiri tanpa melalui bangjo Batu, Boto, dan seterusnya,” ujar Diana.

Ia berharap pelebaran jalan benar-benar mampu mengatasi persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Harapannya jalan ini harus diperlebar,” tegasnya.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Jalan Temon–Setrorejo pernah menjadi perhatian luas setelah sebuah truk boks berukuran besar terjebak di ruas jalan sempit tersebut pada Kamis, 15 Januari 2026.

Truk boks berwarna hijau dengan boks silver bernomor polisi B 9305 TEV diduga mengikuti petunjuk aplikasi peta digital tanpa mengetahui kondisi jalan sebenarnya. Kendaraan kemudian memasuki jalur alternatif Temon–Setrorejo yang memang memiliki lebar terbatas.

Perjalanan truk akhirnya terhenti di tikungan tajam dekat Bukit Jenggruk, kawasan perbatasan Desa Temon dan Dusun Keren, Desa Setrorejo. Kendaraan besar tersebut tidak mampu melanjutkan perjalanan maupun berputar balik.

Akibat insiden itu, akses jalan alternatif langsung lumpuh. Kendaraan roda empat dari dua arah tidak dapat melintas sehingga petugas menutup akses di pertigaan Desa Temon di sisi selatan dan pertigaan Dusun Keren di sisi utara hingga proses evakuasi selesai.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pelebaran jalan memang sangat dibutuhkan demi meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Proyek pelebaran Jalan Temon–Setrorejo sendiri merupakan bagian dari paket strategis Pemerintah Kabupaten Wonogiri tahun 2026.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menetapkan 10 paket pengadaan barang dan jasa strategis dengan total anggaran mencapai Rp67.668.682.329. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 020/87/HK/2026 yang ditandatangani Bupati Setyo Sukarno pada 10 Maret 2026.

Untuk ruas Jalan Temon–Setrorejo, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar dalam program pemeliharaan berkala jalan.

Selain proyek tersebut, sejumlah pembangunan berskala besar juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan Kabupaten Wonogiri sepanjang tahun 2026.

🟢 Daftar 10 Proyek Strategis Pemkab Wonogiri Tahun 2026

✓ Revitalisasi Pasar Rakyat Slogohimo — Rp17.017.100.000

✓ Pembangunan Gedung RSUD Purwantoro — Rp10.518.544.972

✓ Rekonstruksi Jalan Eromoko–Tegalharjo — Rp8.481.621.000

✓ Pengadaan Seragam TK/PAUD/KB — Rp5.918.940.000

✓ Pengadaan Kain Seragam SMP — Rp5.464.002.357

✓ Pengadaan Seragam SD — Rp4.863.095.000

✓ Pemeliharaan Jalan Watuondo–Golo — Rp4.000.000.000

✓ Pemeliharaan Jalan Temon–Setrorejo — Rp4.000.000.000

✓ Pembangunan Embung Tlahap Paranggupito — Rp4.000.000.000

✓ Rekonstruksi Jalan Miri–Lemahbang — Rp3.405.379.000

Total nilai seluruh proyek strategis tersebut mencapai hampir Rp68 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan sarana pendukung sektor pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Wonogiri.

Dimulainya pelebaran Jalan Temon–Setrorejo menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan masyarakat Baturetno. Selain memperlancar mobilitas harian warga, jalan yang lebih lebar diharapkan mampu mengurangi risiko kemacetan, mempermudah distribusi barang, mempercepat akses menuju pusat Kabupaten Wonogiri, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|