DAIRI – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Dairi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, guna memastikan kualitas pelayanan dan standar operasional dapur program makan bergizi gratis berjalan sesuai ketentuan.
Sidak yang digelar Rabu (6/5/2026) itu dipimpin langsung Wakil Bupati Dairi sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala.
Dalam keterangannya usai sidak, Wahyu menegaskan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kualitas makanan, higienitas dapur, serta kesiapan fasilitas pendukung di setiap SPPG.
Menurutnya, kehadiran Satgas MBG bukan untuk menghambat operasional dapur, melainkan memastikan keberlanjutan seluruh dapur MBG yang telah berjalan di Kabupaten Dairi.
“Kedatangan kami untuk menegaskan agar pihak SPPG segera memperbaiki kekurangan yang ada. Jangan sampai terkena suspend lagi hanya karena kita sepele dengan hal-hal kecil. Ikuti SOP dan segera tindak lanjuti masukan dari tim teknis,” tegas Wahyu.
Dalam sidak tersebut, tim Satgas memberikan sejumlah catatan penting kepada pengelola SPPG, terutama terkait sanitasi dan kebersihan dapur.
Selain itu, penggunaan bahan pengolahan makanan juga diminta harus memenuhi standar keamanan pangan dan menggunakan material berbahan food grade demi menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Rickson Panggabean turut menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dapur secara benar, khususnya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Penjaringan lemak harus tepat sejak awal agar proses di IPAL lebih mudah, nantinya di pembuangan akhir IPAL harus menghasilkan air yang sudah bersih bahkan ikan dapat hidup sebagai indikator keamanan air,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG, Agel Siregar mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral seluruh petugas dapur dalam menjaga kualitas layanan.
Ia juga menekankan pentingnya kepemilikan Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur SPPG serta mendorong penggunaan bahan baku lokal guna membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Dairi.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tim dari pusat akan turun melakukan proses akreditasi terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Dairi.
Karena itu, sidak tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pengelola dapur agar segera melakukan pembenahan dan tidak kembali mengalami penutupan operasional.
Pemkab Dairi juga berencana menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Dairi guna membahas standarisasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi yang berlaku. (rud/ila)
DAIRI – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Dairi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, guna memastikan kualitas pelayanan dan standar operasional dapur program makan bergizi gratis berjalan sesuai ketentuan.
Sidak yang digelar Rabu (6/5/2026) itu dipimpin langsung Wakil Bupati Dairi sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Dairi, Wahyu Daniel Sagala.
Dalam keterangannya usai sidak, Wahyu menegaskan kegiatan tersebut bertujuan memastikan kualitas makanan, higienitas dapur, serta kesiapan fasilitas pendukung di setiap SPPG.
Menurutnya, kehadiran Satgas MBG bukan untuk menghambat operasional dapur, melainkan memastikan keberlanjutan seluruh dapur MBG yang telah berjalan di Kabupaten Dairi.
“Kedatangan kami untuk menegaskan agar pihak SPPG segera memperbaiki kekurangan yang ada. Jangan sampai terkena suspend lagi hanya karena kita sepele dengan hal-hal kecil. Ikuti SOP dan segera tindak lanjuti masukan dari tim teknis,” tegas Wahyu.
Dalam sidak tersebut, tim Satgas memberikan sejumlah catatan penting kepada pengelola SPPG, terutama terkait sanitasi dan kebersihan dapur.
Selain itu, penggunaan bahan pengolahan makanan juga diminta harus memenuhi standar keamanan pangan dan menggunakan material berbahan food grade demi menjaga kualitas makanan yang disajikan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Rickson Panggabean turut menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dapur secara benar, khususnya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Penjaringan lemak harus tepat sejak awal agar proses di IPAL lebih mudah, nantinya di pembuangan akhir IPAL harus menghasilkan air yang sudah bersih bahkan ikan dapat hidup sebagai indikator keamanan air,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG, Agel Siregar mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral seluruh petugas dapur dalam menjaga kualitas layanan.
Ia juga menekankan pentingnya kepemilikan Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap dapur SPPG serta mendorong penggunaan bahan baku lokal guna membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Dairi.
Di sisi lain, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Dairi, Pahlawan Nasution menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tim dari pusat akan turun melakukan proses akreditasi terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Dairi.
Karena itu, sidak tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pengelola dapur agar segera melakukan pembenahan dan tidak kembali mengalami penutupan operasional.
Pemkab Dairi juga berencana menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Dairi guna membahas standarisasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi yang berlaku. (rud/ila)

5 hours ago
4
















































