JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Universitas Indonesia (UI) menetapkan bahwa Bahlil Lahadalia, mahasiswa Program Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harus memperbaiki disertasinya serta menyampaikan permintaan maaf kepada sivitas akademika UI.
Keputusan itu diambil setelah UI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap polemik yang menyelimuti disertasinya.
Pada Jumat (7/3/2025), Rektor UI Heri Hermansyah mengumumkan bahwa UI memberikan sanksi pembinaan kepada Bahlil dan sejumlah pihak terkait. Langkah ini diambil menyusul penangguhan gelar doktor Bahlil pada November 2024 akibat sorotan publik terhadap proses akademiknya.
Bahlil dinyatakan lulus dari Program Doktor SKSG UI pada 16 Oktober 2024 dengan disertasi berjudul “Kebijakan Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.” Namun, gelar tersebut dipersoalkan karena waktu penyelesaian studi yang tergolong singkat, yakni hanya 20 bulan sejak ia terdaftar pada Februari 2023.
UI menegaskan bahwa Bahlil harus melakukan revisi atas disertasinya. Proses revisi ini akan ditentukan oleh promotor dan ko-promotor yang mendampinginya.
Selain meminta Bahlil memperbaiki disertasinya, UI juga menjatuhkan sanksi pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses akademik tersebut, termasuk promotor, ko-promotor, direktur, dan kepala program studi SKSG UI.
“Pembinaan ini diberikan secara proporsional sesuai dengan tingkat pelanggaran akademik dan etik yang dilakukan,” ujar Rektor UI, Heri Hermansyah.
Tak hanya itu, promotor dan ko-promotor disertasi Bahlil juga mendapat sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat untuk jangka waktu tertentu.
UI Minta Bahlil Minta Maaf
Sebagai bagian dari proses pembinaan, UI meminta Bahlil Lahadalia menyampaikan permohonan maaf kepada sivitas akademika terkait polemik yang terjadi.
“Permintaan maaf ini menjadi bagian dari langkah perbaikan terhadap proses akademik yang telah berlangsung,” kata Heri.
Menanggapi keputusan UI, Bahlil Lahadalia menyatakan akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan kampus.
“Saya ini mahasiswa, jadi apapun yang diputuskan UI, saya akan ikut,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Ia mengakui telah diminta untuk merevisi disertasinya, namun hingga saat ini belum mengajukan perbaikan tersebut.
Dengan keputusan ini, polemik disertasi Bahlil Lahadalia memasuki babak baru. Revisi disertasi serta langkah-langkah pembinaan yang dilakukan UI diharapkan dapat mengembalikan kredibilitas akademik kampus sekaligus memberikan kepastian atas gelar doktor yang disandangnya.