TPS Bareng Lor Resmi Ditutup, Pemkab Klaten Fokus Benahi Pengelolaan Sampah dari Hulu

18 hours ago 10
Ilustrasi sampah | pixabay

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Menutup tempat pembuangan sampah bukan berarti persoalan sampah otomatis selesai. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, tumpukan sampah hanya akan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Berangkat dari kesadaran itulah, Pemerintah Kabupaten Klaten mulai mendorong penanganan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dengan turun langsung bergotong royong membersihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bareng Lor, Minggu (14/6/2026). Kegiatan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan warga mengenai penumpukan sampah yang selama ini mengganggu lingkungan sekitar.

Dalam aksi bersih-bersih tersebut, Hamenang terlihat ikut memungut sampah bersama warga. Petugas gabungan dan masyarakat membersihkan saluran air, memangkas rumput liar, serta mengangkut tumpukan sampah menggunakan armada truk dan alat berat.

“Hari ini kami menunaikan janji setelah beberapa waktu lalu melakukan pengecekan terhadap TPS Bareng Lor yang bermasalah. Bersama warga, kita bergotong royong membersihkan area ini agar kembali bersih dan nyaman,” ujar Hamenang.

Usai dibersihkan, TPS Bareng Lor dipastikan tidak lagi difungsikan sementara waktu. Pemerintah akan mengalihkan pembuangan sampah ke lokasi lain, sedangkan lahan bekas TPS nantinya dikelola oleh Kelurahan Bareng Lor agar pemanfaatannya lebih tertata.

“Untuk sementara TPS ini akan ditutup dan dialihkan ke tempat lain. Nantinya kawasan ini akan dikelola oleh Kelurahan Bareng Lor sehingga dapat dimanfaatkan dengan lebih baik,” ungkap Hamenang.

Menurutnya, penanganan persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan menuju tempat pembuangan. Yang jauh lebih penting adalah mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya melalui kebiasaan memilah sampah di setiap rumah.

“Harapan kami setelah dibersihkan, masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari mulai memilah sampah dari rumah masing-masing sehingga sampah yang dibuang tidak bercampur, terutama sampah organik yang sering menimbulkan bau,” jelasnya.

Hamenang menilai, keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengolahan melalui TPS 3R maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, tetapi upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat.

“Sampah yang ada saat ini berasal dari aktivitas kita semua. Karena itu, penyelesaiannya juga harus dimulai dari kita bersama. Pemerintah bergerak pada pengelolaan di TPS 3R dan TPA Troketon, tetapi di bagian hulunya, yaitu dari rumah tangga, perlu dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat,” tandasnya.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau semua bergerak bersama, mengurangi sampah dan memilah sampah sejak dari rumah, Insyaallah Klaten bisa menjadi daerah yang bersih dan terbebas dari persoalan sampah,” pungkasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|