WAKIL Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mengaku heran dengan kinerja Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan selama ini. Pasalnya, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang mengelola banyak unit usaha strategis, termasuk juga PUD Pasar Kota Medan kerap mengalami kerugian bahkan hingga mengalami kesulitan untuk menggali patah pegawainya.
“Banyak sekali unit usaha strategis yang dikelola oleh PUD Pembangunan. Sebenarnya, tidak ada ceritanya PUD Pembangunan bisa merugi,” ucap Bahrumsyah saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan PUD Pembangunan Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (4/5).
Dikatakan Bahrumsyah pada rapat yang dihadiri keempat Direksi PUD Pembangunan Kota Medan tersebut, adapun unit-unit usaha tersebut, yakni Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), Kolam Renang Deli, Pergudangan, hingga Rumah Susun.
“Contohnya pergudangan, PUD Pembangunan punya lahan 7 hektare dan yang terpaki baru 2 hektare. 5 hektare itu belum terpakai, harusnya itu bisa dimaksimalkan. Di Belawan, orang sewa gudang sampai bayar pakai dolar, saking mahalnya. Kalau dikelola dengan baik, pergudangan ini saja sudah bisa menghasilkan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” ujarnya.
Kemudian, PUD Pembangunan Kota Medan juga memiliki Medan Zoo dengan lahan yang sangat luas. Akan tetapi, Medan Zoo hingga saat ini belum mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Medan.
“Sementara Kebun Binatang swasta di sekitar Kota Medan justru berkembang pesat. Tentu selama ini ada yang salah dengan PUD Pembangunan sehingga Medan Zoo tidak memberikan kontribusi apapun untuk PAD Kota Medan, bahkan menggaji karyawan saja kesulitan,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, dr Faisal Arbie. Politisi Partai NasDem itu menyoroti kondisi Kolam Renang Deli yang kian memprihatinkan.
“Selama ini kita tidak melihat adanya inovasi dari PUD Pembangunan untuk Kolam Renang Deli, padahal Kolam Renang Deli ini kolam renang bersejarah. Kalau dikelola dengan baik, Kolam Renang Deli akan memberikan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” tuturnya.
Faisal Arbie juga meminta PUD Pembangunan Kota Medan untuk mentabuliasi kebutuhan akan karyawan. Mengingat, beban gaji karyawan PUD Pembangunan Kota Medan cukup besar.
“PUD Pembangunan ini kan perusahaan, harusnya bisa mentabulasi kebutuhan gaji karyawan. PUD Pembangunan harusnya bisa melihat, apakah semua karyawan yang ada saat ini memang dibutuhkan,” tegasnya.
Sepakat dengan Faisal Arbie, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan lainnya, Agus Setiawan, mengatakan bahwa sampai saat ini PUD Pembangunan Kota Medan juga masih mencicil gaji para pegawainya di Tahun 2024.
“Tahun 2026 ini kita masih membayar gaji Tahun 2024. Maka harus diputuskan, apakah perlu adanya pengurangan karyawan atau tidak.
Silakan sampaikan apa yang perlu, kaki di Komisi III akan mendukungnya,” tuturnya.
Terkait hal itu, para direksi PUD Pembangunan Kota Medan mengaku akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Komisi III DPRD Kota Medan. (map/azw)
WAKIL Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mengaku heran dengan kinerja Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan selama ini. Pasalnya, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang mengelola banyak unit usaha strategis, termasuk juga PUD Pasar Kota Medan kerap mengalami kerugian bahkan hingga mengalami kesulitan untuk menggali patah pegawainya.
“Banyak sekali unit usaha strategis yang dikelola oleh PUD Pembangunan. Sebenarnya, tidak ada ceritanya PUD Pembangunan bisa merugi,” ucap Bahrumsyah saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan PUD Pembangunan Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (4/5).
Dikatakan Bahrumsyah pada rapat yang dihadiri keempat Direksi PUD Pembangunan Kota Medan tersebut, adapun unit-unit usaha tersebut, yakni Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), Kolam Renang Deli, Pergudangan, hingga Rumah Susun.
“Contohnya pergudangan, PUD Pembangunan punya lahan 7 hektare dan yang terpaki baru 2 hektare. 5 hektare itu belum terpakai, harusnya itu bisa dimaksimalkan. Di Belawan, orang sewa gudang sampai bayar pakai dolar, saking mahalnya. Kalau dikelola dengan baik, pergudangan ini saja sudah bisa menghasilkan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” ujarnya.
Kemudian, PUD Pembangunan Kota Medan juga memiliki Medan Zoo dengan lahan yang sangat luas. Akan tetapi, Medan Zoo hingga saat ini belum mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Medan.
“Sementara Kebun Binatang swasta di sekitar Kota Medan justru berkembang pesat. Tentu selama ini ada yang salah dengan PUD Pembangunan sehingga Medan Zoo tidak memberikan kontribusi apapun untuk PAD Kota Medan, bahkan menggaji karyawan saja kesulitan,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, dr Faisal Arbie. Politisi Partai NasDem itu menyoroti kondisi Kolam Renang Deli yang kian memprihatinkan.
“Selama ini kita tidak melihat adanya inovasi dari PUD Pembangunan untuk Kolam Renang Deli, padahal Kolam Renang Deli ini kolam renang bersejarah. Kalau dikelola dengan baik, Kolam Renang Deli akan memberikan keuntungan besar bagi PUD Pembangunan,” tuturnya.
Faisal Arbie juga meminta PUD Pembangunan Kota Medan untuk mentabuliasi kebutuhan akan karyawan. Mengingat, beban gaji karyawan PUD Pembangunan Kota Medan cukup besar.
“PUD Pembangunan ini kan perusahaan, harusnya bisa mentabulasi kebutuhan gaji karyawan. PUD Pembangunan harusnya bisa melihat, apakah semua karyawan yang ada saat ini memang dibutuhkan,” tegasnya.
Sepakat dengan Faisal Arbie, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan lainnya, Agus Setiawan, mengatakan bahwa sampai saat ini PUD Pembangunan Kota Medan juga masih mencicil gaji para pegawainya di Tahun 2024.
“Tahun 2026 ini kita masih membayar gaji Tahun 2024. Maka harus diputuskan, apakah perlu adanya pengurangan karyawan atau tidak.
Silakan sampaikan apa yang perlu, kaki di Komisi III akan mendukungnya,” tuturnya.
Terkait hal itu, para direksi PUD Pembangunan Kota Medan mengaku akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Komisi III DPRD Kota Medan. (map/azw)

6 hours ago
2

















































