JAKARTA – Kejutan besar terjadi di lintasan ekstrem Gunung Rinjani. Pelari asal Tiongkok Zairan Li, berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam ajang Rinjani 100 2026.
Berlaga di kategori paling bergengsi 162 Kilometer (KM), Zairan Li secara spektakuler memecahkan rekor waktu tercepat sepanjang sejarah penyelenggaraan Rinjani 100.
Zairan Li menyentuh garis finis dengan catatan waktu 35 jam 5 menit 52 detik. Capaian Zairan Li ini sekaligus meruntuhkan dominasi legenda Nepal, Sange Sherpa, yang memegang rekor Rinjani 100 tahun 2025 lalu. Saat itu, Sange Sherpa mencatatkan waktu 41 jam 4 menit 32 detik. Artinya, Zairan Li lebih cepat hampir 6 jam dibandingkan rekor sebelumnya di event Rinjani 100.
Bahkan, performa Zairan Li di Rinjani 100 2026 melampaui target yang dipatok panitia. Awalnya, penyelenggara menargetkan waktu finis di angka 55 jam, namun pelari asal Cina ini melesat jauh di depan. Sange Sherpa sendiri tahun ini harus puas di posisi kedua dengan waktu 37 jam 9 menit 32 detik, disusul Gediminas Grinius asal Lithuania di posisi ketiga catatan waktu 40 jam, 14 menit, 46 detik.
Dominasi negeri tirai bambu di Rinjani 100 2026 semakin lengkap dengan kemenangan Jiqian Wang di kategori 100 KM putra. Jiqian Wang sukses menaklukkan lintasan Rinjani 100 dengan waktu 19 jam 59 menit 34 detik. Sementara itu, untuk kategori 162 KM putri, podium utama diraih pelari Hong Kong, Man Yee Cheung, yang menyelesaikan tantangan Rinjani 100 dalam waktu 53 jam 9 menit 59 detik.
Namun, kabar yang paling menggembirakan dari ajang Rinjani 100 2026 adalah dominasi pelari Indonesia di kategori 36 KM putra.
Wildan Yusuf Furqoni berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 5 jam 48 menit 7 detik, disusul Ferdian Kelana dan I Made Budiana. Kesuksesan pelari lokal di Rinjani 100 ini membuktikan bahwa atlet tanah air mampu bersaing ketat dengan pelari mancanegara.
Race Director FoneSport Dian Sukmara, menyatakan kekagumannya terhadap banyaknya rekor yang pecah di Rinjani 100 2026. Tercatat sebanyak 2.275 peserta dari 48 negara ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.
Banyak rekor pecah, dan kami sangat bangga pelari Indonesia bisa naik podium puncak. Ini sinyal positif bagi perkembangan atlet lari kita di kancah Rinjani 100, ujarnya.
Tak hanya soal prestasi, Dian juga berharap kedepannya Rinjani 100 bisa memberikan dampak pemberdayaan ekonomi yang lebih luas melalui keterlibatan UMKM lokal.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi integrasi masyarakat sekitar agar kemeriahan Rinjani 100 2026 dan tahun-tahun mendatang bisa dirasakan semua pihak, tidak hanya sebagai penonton.
Sang pemegang rekor baru, Zairan Li, mengaku puas dengan pencapaiannya meski harus bertarung dengan cuaca terik dan medan yang ganas. Lintasan Rinjani 100 sangat menantang, tapi persiapan matang menjadi kunci saya bisa mengalahkan rekor Sange Sherpa. Saya senang bisa menang di sini, kata Zairan Li. (jpc/tri)
JAKARTA – Kejutan besar terjadi di lintasan ekstrem Gunung Rinjani. Pelari asal Tiongkok Zairan Li, berhasil mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam ajang Rinjani 100 2026.
Berlaga di kategori paling bergengsi 162 Kilometer (KM), Zairan Li secara spektakuler memecahkan rekor waktu tercepat sepanjang sejarah penyelenggaraan Rinjani 100.
Zairan Li menyentuh garis finis dengan catatan waktu 35 jam 5 menit 52 detik. Capaian Zairan Li ini sekaligus meruntuhkan dominasi legenda Nepal, Sange Sherpa, yang memegang rekor Rinjani 100 tahun 2025 lalu. Saat itu, Sange Sherpa mencatatkan waktu 41 jam 4 menit 32 detik. Artinya, Zairan Li lebih cepat hampir 6 jam dibandingkan rekor sebelumnya di event Rinjani 100.
Bahkan, performa Zairan Li di Rinjani 100 2026 melampaui target yang dipatok panitia. Awalnya, penyelenggara menargetkan waktu finis di angka 55 jam, namun pelari asal Cina ini melesat jauh di depan. Sange Sherpa sendiri tahun ini harus puas di posisi kedua dengan waktu 37 jam 9 menit 32 detik, disusul Gediminas Grinius asal Lithuania di posisi ketiga catatan waktu 40 jam, 14 menit, 46 detik.
Dominasi negeri tirai bambu di Rinjani 100 2026 semakin lengkap dengan kemenangan Jiqian Wang di kategori 100 KM putra. Jiqian Wang sukses menaklukkan lintasan Rinjani 100 dengan waktu 19 jam 59 menit 34 detik. Sementara itu, untuk kategori 162 KM putri, podium utama diraih pelari Hong Kong, Man Yee Cheung, yang menyelesaikan tantangan Rinjani 100 dalam waktu 53 jam 9 menit 59 detik.
Namun, kabar yang paling menggembirakan dari ajang Rinjani 100 2026 adalah dominasi pelari Indonesia di kategori 36 KM putra.
Wildan Yusuf Furqoni berhasil menjadi yang tercepat dengan waktu 5 jam 48 menit 7 detik, disusul Ferdian Kelana dan I Made Budiana. Kesuksesan pelari lokal di Rinjani 100 ini membuktikan bahwa atlet tanah air mampu bersaing ketat dengan pelari mancanegara.
Race Director FoneSport Dian Sukmara, menyatakan kekagumannya terhadap banyaknya rekor yang pecah di Rinjani 100 2026. Tercatat sebanyak 2.275 peserta dari 48 negara ambil bagian dalam kompetisi tahun ini.
Banyak rekor pecah, dan kami sangat bangga pelari Indonesia bisa naik podium puncak. Ini sinyal positif bagi perkembangan atlet lari kita di kancah Rinjani 100, ujarnya.
Tak hanya soal prestasi, Dian juga berharap kedepannya Rinjani 100 bisa memberikan dampak pemberdayaan ekonomi yang lebih luas melalui keterlibatan UMKM lokal.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi integrasi masyarakat sekitar agar kemeriahan Rinjani 100 2026 dan tahun-tahun mendatang bisa dirasakan semua pihak, tidak hanya sebagai penonton.
Sang pemegang rekor baru, Zairan Li, mengaku puas dengan pencapaiannya meski harus bertarung dengan cuaca terik dan medan yang ganas. Lintasan Rinjani 100 sangat menantang, tapi persiapan matang menjadi kunci saya bisa mengalahkan rekor Sange Sherpa. Saya senang bisa menang di sini, kata Zairan Li. (jpc/tri)

5 hours ago
6

















































