BINJAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai terus memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya insiden pohon tumbang yang membahayakan masyarakat. Peremajaan dan pendataan pohon-pohon yang berpotensi tumbang kini dilakukan secara berkala, bahkan akan diperluas dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Langkah tersebut dilakukan menyusul dua kejadian pohon tumbang yang menimpa masyarakat, termasuk insiden terbaru di kawasan Lapangan Merdeka Binjai yang berdampak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Ahmad Yani, mengatakan pihaknya telah menjadikan peremajaan pohon sebagai program rutin guna mengurangi risiko bencana, khususnya saat cuaca ekstrem.
“Untuk peremajaan pohon, terus kita lakukan secara berkala,” ujar Ahmad Yani, akhir pekan lalu.
Menurutnya, Pemerintah Kota Binjai telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk mempercepat penanganan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan warga.”Senin ini kita akan melakukan peremajaan pohon dengan skala yang lebih besar dan dibantu oleh BPBD,” katanya.
Yani menjelaskan, upaya pencegahan sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun melalui pendataan pohon yang rawan tumbang di berbagai wilayah. Namun, proses tersebut masih berlangsung karena belum seluruh kelurahan selesai dipetakan.”Sejak Januari pendataan pohon rawan tumbang sudah dilakukan, meski belum mencakup seluruh kelurahan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, DLH juga membentuk Tim Mitigasi Pohon yang bertugas mengidentifikasi pohon-pohon tua atau berisiko tinggi, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk menentukan langkah penanganan.
Setelah menerima laporan, tim akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan bersama perangkat kelurahan. Pohon yang dinilai membahayakan akan diprioritaskan untuk dipangkas atau ditebang.”Ada beberapa yang sudah kita eksekusi, namun di sejumlah kelurahan lainnya masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya.
Meski demikian, Yani mengakui proses penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki DLH Binjai.
“Tim mitigasi dibentuk untuk mengurangi ancaman pohon yang sudah tua atau perlu diremajakan. Keterlambatan dalam pelaksanaan lebih karena keterbatasan sumber daya yang kami miliki,” pungkasnya.
DLH Binjai juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang terlihat rapuh, miring, atau berpotensi tumbang kepada pemerintah setempat agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum membahayakan keselamatan warga. (ted/ila)
BINJAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai terus memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya insiden pohon tumbang yang membahayakan masyarakat. Peremajaan dan pendataan pohon-pohon yang berpotensi tumbang kini dilakukan secara berkala, bahkan akan diperluas dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Langkah tersebut dilakukan menyusul dua kejadian pohon tumbang yang menimpa masyarakat, termasuk insiden terbaru di kawasan Lapangan Merdeka Binjai yang berdampak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Ahmad Yani, mengatakan pihaknya telah menjadikan peremajaan pohon sebagai program rutin guna mengurangi risiko bencana, khususnya saat cuaca ekstrem.
“Untuk peremajaan pohon, terus kita lakukan secara berkala,” ujar Ahmad Yani, akhir pekan lalu.
Menurutnya, Pemerintah Kota Binjai telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk mempercepat penanganan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan warga.”Senin ini kita akan melakukan peremajaan pohon dengan skala yang lebih besar dan dibantu oleh BPBD,” katanya.
Yani menjelaskan, upaya pencegahan sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun melalui pendataan pohon yang rawan tumbang di berbagai wilayah. Namun, proses tersebut masih berlangsung karena belum seluruh kelurahan selesai dipetakan.”Sejak Januari pendataan pohon rawan tumbang sudah dilakukan, meski belum mencakup seluruh kelurahan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, DLH juga membentuk Tim Mitigasi Pohon yang bertugas mengidentifikasi pohon-pohon tua atau berisiko tinggi, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk menentukan langkah penanganan.
Setelah menerima laporan, tim akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan bersama perangkat kelurahan. Pohon yang dinilai membahayakan akan diprioritaskan untuk dipangkas atau ditebang.”Ada beberapa yang sudah kita eksekusi, namun di sejumlah kelurahan lainnya masih dalam tahap pendataan,” ungkapnya.
Meski demikian, Yani mengakui proses penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki DLH Binjai.
“Tim mitigasi dibentuk untuk mengurangi ancaman pohon yang sudah tua atau perlu diremajakan. Keterlambatan dalam pelaksanaan lebih karena keterbatasan sumber daya yang kami miliki,” pungkasnya.
DLH Binjai juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang terlihat rapuh, miring, atau berpotensi tumbang kepada pemerintah setempat agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum membahayakan keselamatan warga. (ted/ila)

2 hours ago
2

















































