Gandeng Pemkot Solo, UNDP Luncurkan Program Aksi Penanganan Sampah Sungai

13 hours ago 9
United Nations Development Programme (UNDP) bersama Clean Rivers kolaborasi bersama Pemkot Solo meluncurkan program aksi penanganan sampah di sungai, Jumat, 10 Juli 2026. Program yang dikolaborasikan hingga tahun 2027 tersebut fokus pada pembersihan sampah di Kali Premulung. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — United Nations Development Programme (UNDP) bersama Clean Rivers kolaborasi bersama Pemkot Solo meluncurkan program aksi penanganan sampah di sungai, Jumat, 10 Juli 2026. Program yang dikolaborasikan hingga tahun 2027 tersebut fokus pada pembersihan sampah di Kali Premulung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo Herwin Tri Nugroho mengatakan, salah satu realisasi kolaborasi dilakukan dengan pemasangan trash boom (sekat pembatas sampah). Menurutnya, kerjadama menargetkan pembersihan dan pengolahan sampah dari sungai hingga 1.000 ton tanpa membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

“Target kita sampai menangani 1.000 ton sampah yang dibagi di dua titik tersebut. Skema yang dikerjakan adalah sampah yang diambil dari sungai akan langsung dipilah dan diolah oleh mitra lokal, sehingga harapannya tidak dikirim ke TPA Putri Cempo,” bebernya.

Herwin menambahkan, melalui tajuk Sungai Lestari, program tersebut membidik tambahan pengurangan volume sampah harian hingga lima persen. Selain membersihkan limbah domestik di aliran air, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis hulu guna mendorong penguatan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

“Pengawasannya langsung oleh masyarakat. Kami mengutamakan edukasi agar terjadi perubahan perilaku. Jika gerakannya tumbuh dari kesadaran warga sendiri, pengawasan antartetangga akan jauh lebih efektif untuk mengubah paradigma agar sungai tidak lagi dijadikan tempat sampah,” ungkapnya.

Sementara itu, National Project Manager UNDP sekaligus Koordinator Tim Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut Ahmad Bahri Rambe mengungkapkan, program diinisiasi secara komprehensif dengan dukungan dari Kemenko Pangan serta Kementerian Lingkungan Hidup. Kota Solo terpilih sebagai satu dari lima wilayah percontohan di Indonesia bersama Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali.

“Kami memilih lima lokasi ini dengan harapan bisa menjadi pilot project bagi 514 kota/kabupaten lainnya di Indonesia dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus mencegah kebocoran sampah dari darat menuju laut,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, para mitra lingkungan tersebut akan menggerakkan relawan, komunitas peduli sungai, hingga jaringan bank sampah setempat.

“Dengan terbangunnya kelembagaan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat serta Pemda, kami optimis hingga 2027 nanti sungai-sungai ini menjadi lebih bersih, indah, dan lestari,” tukasnya. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|