MEDAN – Operasi pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, masih terus berlangsung. Hingga memasuki hari ketiga, korban belum juga ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan.
Korban diketahui bernama Christopher Rustam (21), yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 12.10 WIB. Saat kejadian, korban tengah berenang bersama rombongan di sekitar lokasi wisata yang dikenal memiliki arus dan kedalaman yang cukup menantang.
Sejak pagi hari pada hari ketiga operasi, tim gabungan kembali turun ke lokasi untuk melanjutkan pencarian. Area penyisiran diperluas dari titik awal korban terakhir terlihat, dengan harapan memperbesar peluang penemuan.
Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Pos SAR Danau Toba, Polsek Lumban Julu, unit Polair Danau Toba, serta masyarakat setempat dan keluarga korban. Mereka bekerja sama dalam upaya pencarian baik di permukaan maupun di bawah air.
Metode yang digunakan meliputi penyisiran permukaan menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB), serta penyelaman di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban. Selain itu, tim juga memanfaatkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye untuk membantu mengidentifikasi objek di kedalaman.
Kondisi perairan di kawasan Air Terjun Situmurun menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Arus air yang cukup kuat, kedalaman yang bervariasi, serta struktur dasar perairan yang tidak merata membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, yang bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menegaskan bahwa seluruh proses pencarian telah dilakukan sesuai prosedur standar operasi SAR.
“Memasuki hari ketiga, kami telah melakukan penyisiran dan penyelaman secara intensif serta memperluas area pencarian. Namun hingga sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan. Operasi akan kami lanjutkan kembali besok dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (13/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.
Menjelang sore hari, operasi pencarian untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan visibilitas di perairan yang semakin terbatas.
Tim SAR memastikan bahwa pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya dengan strategi yang lebih terarah, termasuk kemungkinan memperluas jangkauan pencarian jika diperlukan.
Di tengah proses pencarian, Basarnas Medan kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya di destinasi wisata alam seperti air terjun dan danau.
Pengunjung diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik, memahami karakteristik lokasi, serta tidak memaksakan diri untuk berenang di area yang berisiko tinggi.
Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi juga diharapkan dapat berperan aktif dengan memberikan informasi yang dapat membantu mempercepat proses pencarian.
Pihak Basarnas berharap upaya pencarian yang akan kembali dilanjutkan dapat segera membuahkan hasil. Kepastian mengenai kondisi korban menjadi hal yanh dinantikan oleh keluarga yang hingga kini masih setia menunggu kabar di lokasi kejadian.
Dengan sinergi antara tim SAR, aparat, dan masyarakat, diharapkan proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan korban segera ditemukan.(san/azw)
MEDAN – Operasi pencarian terhadap seorang wisatawan yang dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, masih terus berlangsung. Hingga memasuki hari ketiga, korban belum juga ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan.
Korban diketahui bernama Christopher Rustam (21), yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 12.10 WIB. Saat kejadian, korban tengah berenang bersama rombongan di sekitar lokasi wisata yang dikenal memiliki arus dan kedalaman yang cukup menantang.
Sejak pagi hari pada hari ketiga operasi, tim gabungan kembali turun ke lokasi untuk melanjutkan pencarian. Area penyisiran diperluas dari titik awal korban terakhir terlihat, dengan harapan memperbesar peluang penemuan.
Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Pos SAR Danau Toba, Polsek Lumban Julu, unit Polair Danau Toba, serta masyarakat setempat dan keluarga korban. Mereka bekerja sama dalam upaya pencarian baik di permukaan maupun di bawah air.
Metode yang digunakan meliputi penyisiran permukaan menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB), serta penyelaman di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban. Selain itu, tim juga memanfaatkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye untuk membantu mengidentifikasi objek di kedalaman.
Kondisi perairan di kawasan Air Terjun Situmurun menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian. Arus air yang cukup kuat, kedalaman yang bervariasi, serta struktur dasar perairan yang tidak merata membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, yang bertindak sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menegaskan bahwa seluruh proses pencarian telah dilakukan sesuai prosedur standar operasi SAR.
“Memasuki hari ketiga, kami telah melakukan penyisiran dan penyelaman secara intensif serta memperluas area pencarian. Namun hingga sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan. Operasi akan kami lanjutkan kembali besok dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Senin (13/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.
Menjelang sore hari, operasi pencarian untuk sementara dihentikan. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan visibilitas di perairan yang semakin terbatas.
Tim SAR memastikan bahwa pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya dengan strategi yang lebih terarah, termasuk kemungkinan memperluas jangkauan pencarian jika diperlukan.
Di tengah proses pencarian, Basarnas Medan kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya di destinasi wisata alam seperti air terjun dan danau.
Pengunjung diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik, memahami karakteristik lokasi, serta tidak memaksakan diri untuk berenang di area yang berisiko tinggi.
Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi juga diharapkan dapat berperan aktif dengan memberikan informasi yang dapat membantu mempercepat proses pencarian.
Pihak Basarnas berharap upaya pencarian yang akan kembali dilanjutkan dapat segera membuahkan hasil. Kepastian mengenai kondisi korban menjadi hal yanh dinantikan oleh keluarga yang hingga kini masih setia menunggu kabar di lokasi kejadian.
Dengan sinergi antara tim SAR, aparat, dan masyarakat, diharapkan proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan korban segera ditemukan.(san/azw)

11 hours ago
6

















































