Hujan Abu Vulkanik Lumpuhkan Enam Bandara Utama, Ribuan Penumpang Antre di Kualanamu

2 hours ago 4

Dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kian meluas hingga melumpuhkan sektor transportasi udara di Pulau Jawa dan Sumatera. Hingga Minggu (6/9) sore, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya enam bandara utama di Jawa dan Sumatera terpaksa dihentikan sementara operasional penerbangannya demi menjamin keselamatan penerbangan.

BANDARA Husein Sastranegara di Bandung menjadi fasilitas penerbangan keenam yang dinyatakan ditutup sementara (aerodrome closed). Penutupan Bandara Husein Sastranegara menyusul lima bandara lain yang telah lebih dulu dihentikan operasionalnya sejak Minggu pagi. Kelima bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), dan Bandara Budiarto Curug (Tangerang).

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhy mengungkapkan, keputusan penutupan Bandara Husein Sastranegara diambil setelah tim verifikasi melakukan paper test serta evaluasi sebaran paparan abu vulkanik pada pukul 12.00 WIB.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dengan melakukan tes, pukul 12.00 WIB untuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak, sehingga pada pukul 12.00 WIB Bandara Husein Sastranegara kami nyatakan ditutup untuk penerbangan,” ujar Dudy dalam konferensi pers virtual.

Menhub menegaskan, seluruh penutupan ruang udara dan bandara didasarkan pada data citra satelit serta pemantauan intensif dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia mengingatkan seluruh maskapai penerbangan agar menitikberatkan aspek keselamatan dan tidak memaksakan penerbangan dalam kondisi cuaca buruk akibat abu vulkanik.

“Kami juga sampaikan kepada pihak airlines sebagai operator penerbangan untuk senantiasa mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan, memastikan setiap operasional laik dilakukan. Tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi belum memungkinkan,” tegas Dudy.

Dampak penutupan paling masif dirasakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Penutupan sementara yang diperpanjang hingga Minggu (6/9) berdasar Notice to Airmen (NOTAM) AirNav Indonesia menyebabkan sebanyak 301 penerbangan tidak dapat beroperasi secara normal.

Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, merinci bahwa dari 301 penerbangan terdampak pada periode pukul 01.30 WIB hingga 13.30 WIB tersebut, terdapat 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo. Ratusan jadwal tersebut mengalami pembatalan (cancelation), keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert).

Rantai Pembatalan Merembet ke Kualanamu

Kelumpuhan di bandara utama ibu kota memicu efek domino hingga ke Sumatra Utara. Bandara Internasional Kualanamu (KNO) di Deliserdang mencatat sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami pembatalan hingga Minggu (6/9) petang. Selain itu, satu penerbangan internasional rute Amsterdam menuju Soekarno-Hatta terpaksa dialihkan pendaratannya (diverted).

Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi KNO Mohamad Hikmat Hidayat, melalui Humas PT Angkasa Pura Aviasi KNO M. Zul Andrika mengatakan, meski operasional fisik Bandara Kualanamu tetap berjalan normal, penerbangan terdampak hebat akibat penutupan rute menuju Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

“Hal ini karena mengalami penyesuaian akibat sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau dan berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju KNO, khususnya penerbangan yang terhubung dengan CGK dan HLP,” pukas Zul Andrika.

Sejumlah maskapai raksasa seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, hingga Pelita Air terpaksa menghentikan penerbangan rute Jakarta-Kualanamu dan sebaliknya sejak pukul 04.00 WIB. Akibatnya, ribuan calon penumpang memadati dan mengantre tertib di loket check-in B, C, dan D untuk melakukan reschedule penerbangan ke esok hari maupun mengajukan refund tiket.

Zul Andrika menambahkan, apabila intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III (Siaga) terus melonjak, potensi pembatalan rute Jakarta dipastikan bertambah. Namun, rute domestik lain seperti Batam dan Pekanbaru serta penerbangan internasional dari Kualanamu dipastikan tetap aman dan beroperasi normal.

Kereta Api Jadi Moda Tumpuan

Guna menahan penumpukan calon penumpang di terminal, manajemen pengelola Bandara Soekarno-Hatta merilis skema Service Recovery Action (SRA). Bantuan makanan dan minuman ringan dibagikan secara gratis, sementara bus inter-terminal disiagakan untuk mengangkut penumpang ke hotel terdekat. Pihak pengelola bahkan mengubah Employee Lounge menjadi ruang istirahat darurat serta menginstruksikan seluruh tenant makanan beroperasi 24 jam penuh.

Di tengah lumpuhnya jalur udara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil alih tumpuan mobilitas masyarakat. KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api antarkota maupun KA Bandara di Jawa dan Sumatera tetap beroperasi normal 100 persen sesuai grafik perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan abu vulkanik di sepanjang jalur rel guna mengantisipasi gangguan pada sistem kelistrikan maupun persinyalan.

“KAI memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan. Pemantauan kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi petugas di lapangan terus dilakukan untuk menjaga perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman,” tutur Anne.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie menilai pemblokiran ruang udara oleh AirNav dan Kemenhub merupakan tindakan force majeure yang sangat tepat. Abu vulkanik mengandung partikel silika tajam yang sanggup melelehkan mesin jet serta merusak kaca kokpit.

“Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk menutup ruang udara merupakan tindakan terbaik demi menjaga keselamatan penerbangan. Ini fenomena alam yang sangat berbahaya bagi penerbangan. Tidak perlu marah-marah karena ini di luar kendali. Kita justru harus bersyukur otoritas bergerak cepat untuk menjamin keselamatan penumpang,” tegas Alvin sembari menyarankan masyarakat berahli ke moda kereta api atau bus antarkota. (jpc/dwi/adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|