Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Sumut Tes NAPZA Puluhan Pekerja Operasional

8 hours ago 3

Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperketat pengawasan terhadap kesiapan sumber daya manusia dengan menggelar pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bagi para pekerja operasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dipo Lokomotif Medan dan diikuti oleh 30 pekerja yang terdiri dari masinis, kondektur, awak kereta api (crew KA), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sarana dan prasarana, petugas pengamanan, petugas stasiun, hingga frontliner, pada Sabtu (14/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara.

Plt Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan NAPZA merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Anwar.

Selain pemeriksaan NAPZA, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan pekerja operasional, serta penerapan pola hidup sehat dalam mendukung keselamatan kerja.

Menurut Anwar, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti masa Ramadan dan Angkutan Lebaran.

“KAI memastikan seluruh pekerja operasional berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal kepada masyarakat,” jelas Anwar.

Melalui kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut, Anwar Yuli menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pekerja untuk memastikan operasional kereta api berjalan selamat, aman, dan terpercaya.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme pekerja agar layanan kereta api kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” tutup Anwar.(san/ila)

Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperketat pengawasan terhadap kesiapan sumber daya manusia dengan menggelar pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) bagi para pekerja operasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Dipo Lokomotif Medan dan diikuti oleh 30 pekerja yang terdiri dari masinis, kondektur, awak kereta api (crew KA), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sarana dan prasarana, petugas pengamanan, petugas stasiun, hingga frontliner, pada Sabtu (14/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara.

Plt Manager Hubungan Masyarakat KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeriksaan NAPZA merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Anwar.

Selain pemeriksaan NAPZA, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan pekerja operasional, serta penerapan pola hidup sehat dalam mendukung keselamatan kerja.

Menurut Anwar, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti masa Ramadan dan Angkutan Lebaran.

“KAI memastikan seluruh pekerja operasional berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal kepada masyarakat,” jelas Anwar.

Melalui kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut, Anwar Yuli menegaskan KAI Divre I Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pekerja untuk memastikan operasional kereta api berjalan selamat, aman, dan terpercaya.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme pekerja agar layanan kereta api kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” tutup Anwar.(san/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|