Ketua DPRD Jateng, Sumanto (kanan) saat siaran radio bersama dengan anggota DPRD Jateng lainnya. Foto: dokKARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM —Momentum Ramadhan tahun 2026 dinilai membawa dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat Jawa Tengah. Salah satu indikatornya, aktivitas di pasar tradisional menggeliat, konsumsi masyarakat meningkat, dan omset pelaku UMKM juga naik.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jateng, Sumanto saat menjadi narasumber dialog radio di Swiba FM, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Sumanto menyampaikan, sejak awal Ramadhan, geliat ekonomi masyarakat terlihat meningkat cukup signifikan.
“Setiap memasuki Ramadhan, perputaran ekonomi di Jawa Tengah selalu mengalami peningkatan. Tahun ini pun demikian. Aktivitas di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM menunjukkan tren yang positif, terutama pada sektor bahan pokok, kuliner, dan fashion muslim,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan tingkat konsumsi masyarakat saat Ramadhan merupakan fenomena tahunan yang harus diantisipasi dengan pengawasan yang ketat. Terutama terkait ketersediaan dan harga bahan pokok. DPRD Jateng, lanjutnya, terus mendorong Pemprov untuk melakukan monitoring harga dan memastikan distribusi berjalan lancar.
“Apalagi menjelang Lebaran, pengawasan harus lebih diperketat agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang mendadak berwirausaha selama Ramadhan, khususnya pedagang takjil yang bermunculan di berbagai titik. Hal tersebut menjadi bentuk kreativitas dan daya juang ekonomi masyarakat yang perlu mendapat dukungan.
“Ramadhan membuka peluang usaha yang sangat luas. Selama tertib, menjaga kebersihan, dan tidak mengganggu ketertiban umum, tentu harus kita dukung,” katanya.
Ketua DPRD Jateng, Sumanto (baju hitam) saat siaran radio di Karanganyar bersama dengan anggota DPRD Jateng lainnya. Foto: dokDPRD Jateng, lanjut Sumanto, mendorong kebijakan yang berpihak pada UMKM dan pedagang kecil. Yaitu penyediaan lokasi berjualan yang tertata, kemudahan perizinan sementara, hingga fasilitasi bazar Ramadhan.
Selain aspek ekonomi, DPRD Jateng juga memberikan perhatian pada program sosial seperti pasar murah dan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu. Sumanto menambahkan, fungsi budgeting dan pengawasan akan diarahkan agar program pasar murah dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial.
Sementara dalam hal keamanan, DPRD Jateng mendorong koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk meningkatkan patroli di pusat keramaian, pasar, serta pusat perbelanjaan.
“Kami berharap penegakan aturan dilakukan secara humanis, persuasif, tetapi tetap tegas. Dialog harus dikedepankan, namun pelanggaran yang merugikan masyarakat luas tentu harus ditindak sesuai aturan,” tegasnya. (ali)
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

8 hours ago
4

















































