Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum., saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Latihan Dasar Bela Negara yang digelar Kesbangpol Kabupaten Sleman | Foto: IstimewaSLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya memperkuat semangat nasionalisme dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Salah satunya adalah melalui Latihan Dasar (Latdas) Bela Negara yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman di Balai Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem, pada 22–24 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” itu diikuti sekitar 75 peserta yang merupakan perwakilan masyarakat Kalurahan Harjobinangun.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sleman, Drs. Muhamad Aji Wibowo, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan rasa nasionalisme sekaligus kemampuan awal bela negara masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berbagai materi disampaikan dalam pelatihan tersebut, mulai dari penguatan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, pemahaman hak asasi manusia, hingga wawasan pertahanan negara. Narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai unsur, di antaranya DPRD Kabupaten Sleman, Bagian Hukum Setda Sleman, dan Kodim 0732/Sleman.
Salah satu materi disampaikan oleh Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum dengan topik “Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara Masyarakat”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan tugas militer atau penggunaan senjata, melainkan dapat diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari yang mencerminkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan bela negara di era modern tidak lagi sebatas ancaman fisik, melainkan telah bergeser pada persoalan digital seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, provokasi berbasis SARA, hingga ancaman disinformasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa.
“Perang modern tidak selalu menggunakan senjata, tetapi dapat terjadi melalui informasi, ekonomi, dan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, era digital memang membawa kemudahan akses informasi dan peluang ekonomi, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko penyebaran informasi palsu dan penurunan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam bermedia sosial serta terbiasa memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Dalam kesempatan itu, peserta juga diajak memahami lima nilai dasar bela negara, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan pada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa, serta kemampuan awal bela negara.
Sawitri menambahkan, nilai-nilai tersebut sejatinya telah hidup dalam budaya masyarakat, terutama melalui tradisi gotong royong, toleransi, unggah-ungguh, dan falsafah Jawa hamemayu hayuning bawana.
“Bela negara tidak menghilangkan budaya lokal, melainkan memperkuat identitas bangsa melalui nilai-nilai luhur daerah,” paparnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter bela negara, termasuk dalam menanamkan nilai Pancasila, mengenalkan sejarah bangsa, serta membiasakan etika bermedia sosial.
Selain itu, masyarakat didorong untuk menguatkan semangat bela negara melalui berbagai kegiatan sosial seperti kerja bakti, pengembangan UMKM lokal, bank sampah, kegiatan sadranan, hingga penguatan literasi Pancasila di lingkungan desa.
Melalui kegiatan tersebut, Kesbangpol Sleman berharap kesadaran bela negara semakin tumbuh di tengah masyarakat dalam menjaga persatuan, toleransi, serta memperkuat solidaritas sosial di era digital. Pemerintah juga mengajak masyarakat, termasuk komunitas dan kreator digital, untuk menjadi agen penyebar konten positif.
“Menjaga Indonesia tidak selalu dengan senjata, tetapi dapat dilakukan melalui pikiran yang bijak, tindakan yang baik, dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Sawitri. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

1 hour ago
2

















































