BINJAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai memperkuat pengawasan keamanan dengan menggelar razia gabungan melibatkan unsur TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai, Rabu (16/9/2026).
Tak hanya menyisir kamar dan blok hunian warga binaan, petugas BNNK Binjai juga melakukan tes urin secara acak dan mendadak sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri dan BNNK Binjai dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas institusi diperlukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
Pria yang akrab disapa Kaffi itu mengatakan, razia gabungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), khususnya dalam memperkuat deteksi dini, pengawasan keamanan serta pemberantasan handphone, pungutan liar dan narkoba atau Halinar.
“Dalam pelaksanaan razia gabungan, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan terukur terhadap kamar serta lingkungan blok hunian warga binaan,” kata Kaffi, Kamis (17/9/2026).
Selain pemeriksaan fisik, BNNK Binjai turut melakukan tes urine terhadap sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak. “Selain razia, BNNK Binjai juga melaksanakan tes urine secara acak kepada warga binaan,” ujarnya.
Menurut Kaffi, tes urine dadakan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan sekaligus deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi warga binaan sekaligus menjadi instrumen pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Sementara barang-barang yang ditemukan dalam razia dikumpulkan untuk selanjutnya dimusnahkan. “Barang-barang hasil temuan, dikumpulkan dan dimusnahkan,” ujarnya.
Pemusnahan itu, lanjut Kaffi, merupakan bagian dari komitmen Lapas Binjai untuk memastikan barang-barang yang dilarang tidak kembali beredar di lingkungan lapas.
Kaffi menegaskan, razia gabungan tersebut tidak sekadar kegiatan pemeriksaan rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengamanan yang lebih kuat di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia ini bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan Lapas Binjai tetap aman, tertib, dan bersih dari Halinar. Kami berkomitmen melaksanakan arahan Ditjenpas secara konsisten, dengan memperkuat sinergi bersama TNI, Polri dan BNNK,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum dan lembaga terkait juga penting untuk mempersempit ruang masuknya barang terlarang ke dalam lapas. (ted/ila)
BINJAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai memperkuat pengawasan keamanan dengan menggelar razia gabungan melibatkan unsur TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai, Rabu (16/9/2026).
Tak hanya menyisir kamar dan blok hunian warga binaan, petugas BNNK Binjai juga melakukan tes urin secara acak dan mendadak sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri dan BNNK Binjai dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi lintas institusi diperlukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan.
Pria yang akrab disapa Kaffi itu mengatakan, razia gabungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), khususnya dalam memperkuat deteksi dini, pengawasan keamanan serta pemberantasan handphone, pungutan liar dan narkoba atau Halinar.
“Dalam pelaksanaan razia gabungan, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan terukur terhadap kamar serta lingkungan blok hunian warga binaan,” kata Kaffi, Kamis (17/9/2026).
Selain pemeriksaan fisik, BNNK Binjai turut melakukan tes urine terhadap sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak. “Selain razia, BNNK Binjai juga melaksanakan tes urine secara acak kepada warga binaan,” ujarnya.
Menurut Kaffi, tes urine dadakan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan sekaligus deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi warga binaan sekaligus menjadi instrumen pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.
Sementara barang-barang yang ditemukan dalam razia dikumpulkan untuk selanjutnya dimusnahkan. “Barang-barang hasil temuan, dikumpulkan dan dimusnahkan,” ujarnya.
Pemusnahan itu, lanjut Kaffi, merupakan bagian dari komitmen Lapas Binjai untuk memastikan barang-barang yang dilarang tidak kembali beredar di lingkungan lapas.
Kaffi menegaskan, razia gabungan tersebut tidak sekadar kegiatan pemeriksaan rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengamanan yang lebih kuat di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia ini bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan Lapas Binjai tetap aman, tertib, dan bersih dari Halinar. Kami berkomitmen melaksanakan arahan Ditjenpas secara konsisten, dengan memperkuat sinergi bersama TNI, Polri dan BNNK,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum dan lembaga terkait juga penting untuk mempersempit ruang masuknya barang terlarang ke dalam lapas. (ted/ila)

7 hours ago
11

















































