BINJAI— Lapas Kelas IIA Binjai menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (Halinar) dengan menggelar ikrar bersama sekaligus penguatan pengawasan pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan berintegritas.
Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi, mengatakan kegiatan diawali dengan apel bersama yang diisi pembacaan ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Halinar, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh jajaran pegawai.
“Pemberantasan Halinar bukan hanya slogan, tetapi tekad bersama yang harus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Mukaffi, Senin (11/5/2026).
Usai ikrar, petugas gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri dan BNN melakukan razia menyeluruh di blok hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan di kamar hunian, area brandgang, hingga titik-titik yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan barang terlarang. Dalam razia tersebut, petugas menyasar handphone ilegal, senjata tajam, hingga narkotika dengan pendekatan tegas namun tetap humanis.
Tidak berhenti di situ, Lapas Binjai juga melaksanakan tes urine mendadak bagi pegawai dan warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Menurut Kalapas, langkah ini menjadi bukti keseriusan pihaknya dalam memastikan tidak ada keterlibatan internal dalam peredaran gelap narkotika.
“Tes urine ini bukan hanya pemeriksaan, tetapi bentuk komitmen kami menjaga integritas. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.
Mukaffi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari gangguan keamanan.
“Tidak ada toleransi terhadap Halinar di dalam lapas. Kami ingin memastikan Lapas Binjai benar-benar bersih dan berwibawa,” pungkasnya. (ted/ila)
BINJAI— Lapas Kelas IIA Binjai menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (Halinar) dengan menggelar ikrar bersama sekaligus penguatan pengawasan pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan lingkungan lapas yang bersih dan berintegritas.
Kalapas Binjai Mochamad Mukaffi, mengatakan kegiatan diawali dengan apel bersama yang diisi pembacaan ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Halinar, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh jajaran pegawai.
“Pemberantasan Halinar bukan hanya slogan, tetapi tekad bersama yang harus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Mukaffi, Senin (11/5/2026).
Usai ikrar, petugas gabungan yang melibatkan unsur TNI-Polri dan BNN melakukan razia menyeluruh di blok hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan di kamar hunian, area brandgang, hingga titik-titik yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan barang terlarang. Dalam razia tersebut, petugas menyasar handphone ilegal, senjata tajam, hingga narkotika dengan pendekatan tegas namun tetap humanis.
Tidak berhenti di situ, Lapas Binjai juga melaksanakan tes urine mendadak bagi pegawai dan warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Menurut Kalapas, langkah ini menjadi bukti keseriusan pihaknya dalam memastikan tidak ada keterlibatan internal dalam peredaran gelap narkotika.
“Tes urine ini bukan hanya pemeriksaan, tetapi bentuk komitmen kami menjaga integritas. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.
Mukaffi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari gangguan keamanan.
“Tidak ada toleransi terhadap Halinar di dalam lapas. Kami ingin memastikan Lapas Binjai benar-benar bersih dan berwibawa,” pungkasnya. (ted/ila)

9 hours ago
9

















































