PDIP Alihkan Kapal Rumah Sakit Apung dari Banten ke NTT untuk Bantu Korban Gempa

10 hours ago 16
Ilustrasi kapal | Freepik

CILEGON, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ketika gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya, Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati yang sebelumnya menjalankan misi pelayanan kesehatan di Banten kini kembali ditarik untuk menjalankan tugas yang jauh lebih mendesak. Kapal milik PDI Perjuangan itu diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat penanganan korban bencana.

Keberangkatan kapal rumah sakit terapung tersebut dilepas langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Kota Cilegon, Banten, Kamis malam (20/8/2026).

Sebelum kapal bertolak, jajaran pengurus partai, relawan, dan awak kapal menggelar doa bersama. Doa dipanjatkan bagi warga terdampak gempa di NTT sekaligus untuk keselamatan para relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana.

Dalam pelepasan tersebut, Hasto didampingi Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten Yulius Setiarto, serta jajaran pengurus DPC PDIP Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Menurut Hasto, pengerahan Kapal RS Apung Laksamana Malahayati merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kapal tersebut akan bergabung dengan tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan relawan kesehatan yang telah lebih dahulu berada di Flores dan sekitarnya.

“Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya,” kata Hasto.

Sejumlah tokoh dan pengurus DPP PDIP, lanjut Hasto, juga telah berada di Flores untuk terlibat dalam penanganan dampak gempa. Di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.

Hasto menegaskan, pengerahan kapal tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan yang, menurutnya, tidak boleh dibatasi oleh perbedaan pilihan politik, suku, agama, maupun status sosial.

“Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan apa pilihan politiknya, suku, agama, dan status sosial. Karena sebagai warga bangsa, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang seharusnya membangun solidaritas kita untuk bergotong royong membantu siapapun yang menderita akibat korban bencana,” ujar Hasto.

Selain membawa tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan, kapal tersebut juga mengangkut obat-obatan serta berbagai kebutuhan medis. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok-kelompok rentan yang kerap membutuhkan penanganan lebih spesifik dalam situasi bencana.

“ada beberapa bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita. Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini seringkali terlewatkan. Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi mengatakan, keberangkatan kapal ke NTT menandai berakhirnya masa penugasan RS Apung Laksamana Malahayati di wilayah Banten.

Selama berada di provinsi tersebut, kata Ade, kapal rumah sakit itu telah memberikan pelayanan kesehatan kepada ribuan warga. Setelah masa tugasnya selesai, PDIP Banten menyerahkan kembali pengoperasian kapal kepada DPP untuk menjalankan misi kemanusiaan di daerah lain yang lebih membutuhkan.

“Alhamdulillah pada hari ini kita mendampingi Pak Sekjen dalam rangka melepas Rumah Sakit Apung Kapal Malahayati. Kami kader-kader partai se-Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada DPP Partai, khusus kepada Pak Sekjen yang telah mempercayakan Rumah Sakit Apung Malahayati ada di Provinsi Banten, di mana kapal ini telah melayani ribuan masyarakat Banten,” kata Ade.

Ia menambahkan, penugasan kapal rumah sakit di Banten telah berakhir sehingga aset tersebut dikembalikan kepada DPP PDIP untuk menjalankan misi berikutnya.

“Maka untuk itu, kami serahkan kembali kepada DPP Partai Rumah Sakit Apung Malahayati ini untuk ditugaskan ke daerah lain,” ujar Ade.

Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati sendiri merupakan armada pelayanan kesehatan yang disiapkan PDIP untuk menjangkau masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil.

Kapal tersebut mulai menjelajahi berbagai wilayah perairan Indonesia setelah diluncurkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Juni 2023.

Dengan bobot 262 Gross Tonage (GT), kapal ini memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 9 meter. Draf kapal mencapai sekitar 2 meter dengan kecepatan maksimal 7 knot.

Operasional kapal didukung 12 anak buah kapal dan delapan tenaga kesehatan. Selain difungsikan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di daerah terpencil, kapal ini juga dapat dikerahkan untuk mendukung operasi kemanusiaan di wilayah yang dilanda bencana.

Setelah diresmikan, RS Apung Laksamana Malahayati pernah menjalankan perjalanan panjang dari Dermaga Kade Inggom, Tanjung Priok, menuju Aceh. Dalam pelayarannya, kapal tersebut juga singgah dan memberikan pelayanan di sejumlah wilayah perairan, termasuk Lampung dan Riau, sebelum tiba di Dermaga Malahayati, Aceh.

Kini, setelah menyelesaikan misi pelayanan di Banten, kapal tersebut kembali meninggalkan dermaga untuk menjalankan tugas baru: menuju kawasan yang baru saja diguncang gempa besar di NTT.  [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|