Perkuat Dominasi di Asia, De Heus Resmi Akuisisi CJ Feed & Care

12 hours ago 8

JAKARTA, SumutPos.co– Raksasa nutrisi hewan global, De Heus Animal Nutrition, resmi mengumumkan penyelesaian proses akuisisi terhadap CJ Feed & Care, unit bisnis strategis milik CJ Cheil Jedang. Langkah korporasi besar ini menjadi tonggak sejarah baru dalam ekspansi De Heus untuk memperkuat cengkeramannya di pasar protein hewani kawasan Asia.

Melalui akuisisi ini, De Heus mengambil alih aset strategis berupa 17 pabrik pakan dan operasional peternakan yang tersebar di beberapa negara. Langkah ini tidak hanya memperkokoh posisi perusahaan di pasar yang sudah ada seperti Indonesia, Vietnam, dan Kamboja, tetapi juga membuka akses pasar baru ke Korea Selatan dan Filipina.

CEO De Heus Animal Nutrition, Gabor Fluit, menegaskan bahwa integrasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan nilai tambah bagi peternak Asia.
“Kami menggabungkan pengalaman lebih dari satu abad De Heus dengan kapabilitas teknis mendalam dari CJ Feed & Care. Sinergi ini memungkinkan kami mempercepat pertumbuhan dan membangun sektor protein hewani yang berkelanjutan dan tangguh,” ujar Fluit dalam keterangan resminya.

Fokus pada Pemberdayaan Peternak Mandiri
Di Indonesia, akuisisi ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan pada rantai pasok peternakan nasional. De Heus berkomitmen untuk tidak menjadi pesaing, melainkan mitra bagi peternak mandiri dan UMKM.

Presiden Direktur De Heus Indonesia, Kay De Vreese, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan pasca-akuisisi adalah memastikan peternak memiliki akses terhadap genetika berkualitas tinggi melalui investasi pada unit pembibitan (breeding farms).

“Kami ingin tumbuh bersama peternak melalui solusi nutrisi terintegrasi dan dukungan teknis di lapangan. Komitmen kami jelas: mendukung ketahanan pangan Indonesia dengan memperkuat akses genetika unggul tanpa bersaing dengan peternak independen,” tegas Kay De Vreese.

Mendorong Profesionalisme Peternakan
Dengan bertambahnya aset dan tim ahli, De Heus mengusung pendekatan on-the-farm untuk membantu peternak mengoptimalkan produksi dan meningkatkan profitabilitas. Melalui kolaborasi langsung, perusahaan berharap dapat membantu memprofesionalkan operasional peternakan lokal sehingga mampu bersaing di skala yang lebih luas.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi De Heus dalam memimpin inovasi nutrisi hewan, sekaligus mempertegas ambisinya untuk menjadi motor penggerak industri peternakan yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. (adz)

JAKARTA, SumutPos.co– Raksasa nutrisi hewan global, De Heus Animal Nutrition, resmi mengumumkan penyelesaian proses akuisisi terhadap CJ Feed & Care, unit bisnis strategis milik CJ Cheil Jedang. Langkah korporasi besar ini menjadi tonggak sejarah baru dalam ekspansi De Heus untuk memperkuat cengkeramannya di pasar protein hewani kawasan Asia.

Melalui akuisisi ini, De Heus mengambil alih aset strategis berupa 17 pabrik pakan dan operasional peternakan yang tersebar di beberapa negara. Langkah ini tidak hanya memperkokoh posisi perusahaan di pasar yang sudah ada seperti Indonesia, Vietnam, dan Kamboja, tetapi juga membuka akses pasar baru ke Korea Selatan dan Filipina.

CEO De Heus Animal Nutrition, Gabor Fluit, menegaskan bahwa integrasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan nilai tambah bagi peternak Asia.
“Kami menggabungkan pengalaman lebih dari satu abad De Heus dengan kapabilitas teknis mendalam dari CJ Feed & Care. Sinergi ini memungkinkan kami mempercepat pertumbuhan dan membangun sektor protein hewani yang berkelanjutan dan tangguh,” ujar Fluit dalam keterangan resminya.

Fokus pada Pemberdayaan Peternak Mandiri
Di Indonesia, akuisisi ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan pada rantai pasok peternakan nasional. De Heus berkomitmen untuk tidak menjadi pesaing, melainkan mitra bagi peternak mandiri dan UMKM.

Presiden Direktur De Heus Indonesia, Kay De Vreese, menjelaskan bahwa fokus utama perusahaan pasca-akuisisi adalah memastikan peternak memiliki akses terhadap genetika berkualitas tinggi melalui investasi pada unit pembibitan (breeding farms).

“Kami ingin tumbuh bersama peternak melalui solusi nutrisi terintegrasi dan dukungan teknis di lapangan. Komitmen kami jelas: mendukung ketahanan pangan Indonesia dengan memperkuat akses genetika unggul tanpa bersaing dengan peternak independen,” tegas Kay De Vreese.

Mendorong Profesionalisme Peternakan
Dengan bertambahnya aset dan tim ahli, De Heus mengusung pendekatan on-the-farm untuk membantu peternak mengoptimalkan produksi dan meningkatkan profitabilitas. Melalui kolaborasi langsung, perusahaan berharap dapat membantu memprofesionalkan operasional peternakan lokal sehingga mampu bersaing di skala yang lebih luas.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi De Heus dalam memimpin inovasi nutrisi hewan, sekaligus mempertegas ambisinya untuk menjadi motor penggerak industri peternakan yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|