PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

9 hours ago 7

WAMENA – Peristiwa putusnya jembatan gantung di kali Uwe, Distrik Wouma, yang mengakibatkan sedikitnya 9 orang meninggal dunia, menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat di wilayah itu dan sangat disayangkan karena peristiwa itu diawali situasi konflik perang suku antara kelompok masyarakat. Konflik sosial yang melibatkan suku Lanny Jaya dan Kurima, Yahukimo yang menyebabkan penumpukan massa dan kelebihan di atas jembatan ganting hingga akhirnya terputus mendapat perhatian dari Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua yang menilai negara harus hadir untuk mencegah konflik dan perlindungan warga sipil.

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam mencegah eskalasi konflik antarsuku serta memperkuat pendekatan dialog, rekonsiliasi adat, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Sebab peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi menjadi refleksi bahwa konflik sosial yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan korban kemanusiaan yang besar.

“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat harus segera mengambil langkah damai untuk menghentikan konflik,” tegasnya melalui rilisnya Sabtu (9/5).

Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Nyawa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dari konflik sosial yang terus berulang di Tanah Papua dan harus segera diselesaikan hingga tak terus -terusan berulang.

“Tragedi ini merupakan alarm serius bagi semua pihak bahwa konflik horizontal bukan hanya menimbulkan ketakutan dan perpecahan, tetapi juga dapat merenggut nyawa masyarakat yang tidak bersalah.”tegas Dr. Methodius

PAK-HAM Papua, juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan maksimal terhadap korban, memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban sebagai bentuk duka cita, melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurhan Sinakma dan Distrik Wouma.

WAMENA – Peristiwa putusnya jembatan gantung di kali Uwe, Distrik Wouma, yang mengakibatkan sedikitnya 9 orang meninggal dunia, menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat di wilayah itu dan sangat disayangkan karena peristiwa itu diawali situasi konflik perang suku antara kelompok masyarakat. Konflik sosial yang melibatkan suku Lanny Jaya dan Kurima, Yahukimo yang menyebabkan penumpukan massa dan kelebihan di atas jembatan ganting hingga akhirnya terputus mendapat perhatian dari Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua yang menilai negara harus hadir untuk mencegah konflik dan perlindungan warga sipil.

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam mencegah eskalasi konflik antarsuku serta memperkuat pendekatan dialog, rekonsiliasi adat, dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Sebab peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi menjadi refleksi bahwa konflik sosial yang dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan korban kemanusiaan yang besar.

“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh gereja, dan seluruh elemen masyarakat harus segera mengambil langkah damai untuk menghentikan konflik,” tegasnya melalui rilisnya Sabtu (9/5).

Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Nyawa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dari konflik sosial yang terus berulang di Tanah Papua dan harus segera diselesaikan hingga tak terus -terusan berulang.

“Tragedi ini merupakan alarm serius bagi semua pihak bahwa konflik horizontal bukan hanya menimbulkan ketakutan dan perpecahan, tetapi juga dapat merenggut nyawa masyarakat yang tidak bersalah.”tegas Dr. Methodius

PAK-HAM Papua, juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan maksimal terhadap korban, memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban sebagai bentuk duka cita, melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurhan Sinakma dan Distrik Wouma.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|