Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

12 hours ago 11

MERAUKE- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan Yayasan Patriot Muda Jakarta melakukan seleksi bimbingan belajar (Bimbel) selama 9 bulan untuk masuk ke sekolah kedinasan.  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan Ignas Babaga mengungkapkan untuk tahap pertama, pihaknya telah melakukan seleksi bagi anak-anak asli Papua untuk digembleng mengikuti bimbingan belajar selama 9 bulan di Jakarta untuk nantinya mengikuti test masuk sekolah kedinasan baik Akmil, Akpol, IPDN, dan sekolah kedinasan lainnya.

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah kedinasan lainnya baik itu IPDN, keuangan, perhubungan, BMKG dan sekolah kedinasan lainnya. Nah, kita coba melalui dana Otsus untuk melakukan mempersiapkan anak-anak kita ini dengan bimbungan belajar selama 9 bulan oleh Yayasan Patriot Muda di Jakarta,’’ kata Ignasius Babaga.

Igasius Babaga menjelaskan, untuk Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, seleksi secara ketat telah dilakukan. Dimana dari ratusan siswa kelas XII SMA yang ikuti seleksi, terjaring 30 anak. selanjutnya dari 30 anak tersebut, didapatkan 10 anak untuk ikuti Bimbingan Belajar. ‘’Untuk Kabupaten Asmat dan Mappi, seleksi juga akan segera kita lakukan untuk mendapatkan 10 anak untuk mengikuti Bimbel selama 9 bulan di Jakarta,’’ katanya.

Direktur Yayasan Patriot Muda Training Centre Jakarta Muhammad Siswan Efendi, menjelaskan, 10 anak lulus ini rencananya akan diberangkatkan Rabu atau Kamis ke Jakarta untuk mengikuti bimbuingan belajar selama 9 bulan. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

MERAUKE- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan Yayasan Patriot Muda Jakarta melakukan seleksi bimbingan belajar (Bimbel) selama 9 bulan untuk masuk ke sekolah kedinasan.  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan Ignas Babaga mengungkapkan untuk tahap pertama, pihaknya telah melakukan seleksi bagi anak-anak asli Papua untuk digembleng mengikuti bimbingan belajar selama 9 bulan di Jakarta untuk nantinya mengikuti test masuk sekolah kedinasan baik Akmil, Akpol, IPDN, dan sekolah kedinasan lainnya.

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah kedinasan lainnya baik itu IPDN, keuangan, perhubungan, BMKG dan sekolah kedinasan lainnya. Nah, kita coba melalui dana Otsus untuk melakukan mempersiapkan anak-anak kita ini dengan bimbungan belajar selama 9 bulan oleh Yayasan Patriot Muda di Jakarta,’’ kata Ignasius Babaga.

Igasius Babaga menjelaskan, untuk Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, seleksi secara ketat telah dilakukan. Dimana dari ratusan siswa kelas XII SMA yang ikuti seleksi, terjaring 30 anak. selanjutnya dari 30 anak tersebut, didapatkan 10 anak untuk ikuti Bimbingan Belajar. ‘’Untuk Kabupaten Asmat dan Mappi, seleksi juga akan segera kita lakukan untuk mendapatkan 10 anak untuk mengikuti Bimbel selama 9 bulan di Jakarta,’’ katanya.

Direktur Yayasan Patriot Muda Training Centre Jakarta Muhammad Siswan Efendi, menjelaskan, 10 anak lulus ini rencananya akan diberangkatkan Rabu atau Kamis ke Jakarta untuk mengikuti bimbuingan belajar selama 9 bulan. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|