Puncak Jaya Memanas, Perang dari Pagi Hingga Sore

3 weeks ago 18

Satu Personel Brimob  Terkena Panah  dan Terdengar Tembakan dari Gunung

JAYAPURA – Meski pada berita sebelumnya Polda Papua menyatakan jika kondisi Puncak Jaya mulai kondusif namun situasi ini berubah total pada Rabu (5/3( kemarin. Puncak Jaya kembali bergejolak. Dua kubu pendukung pasangan calon 01 dan 02 yang sudah lebih satu bulan ini saling serang kembali menarik busur dan panah.

Ini setelah terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga bernama Agustus Kogoya tewas. Dari bentrok susulan itu, tiga warga mengalami luka kritis akibat terkena panah hingga harus dievakuasi ke Jayapura. Tiga orang yang kritis tersebut adalah Sakarias Wonda (16), Nathan Weya (20), dan Weyo Enumbi (30). Sementara korban lainnya belum dilakukan pendataan.

Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya AKBP Kuswara bersama ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polres Puncak Jaya dan Brimob BKO Puncak Jaya langsung terjun ke TKP untuk melerai ataupun membubarkan aksi saling serang tersebut. AKBP Kuswara membenarkan jika pagi tadi hingga sore hari kembali terjadi aksi saling serang antara kedua massa pendukung paslon 01 maupun 02 yang terjadi di Kampung Pagaleme tepatnya di Pertigaan Kantor Distrik Pagaleme.

“Kami sudah berupaya untuk terus menghimbau kepada kedua kubu untuk menghentikan aksi saling serang dengan memukul mundur kedua massa menggunakan gas air mata sembari kami tetap memberikan himbauan-himbauan untuk tidak berperang,” kata Kuswara sore kemarin dalam rilisnya.

Diakui ketegangan pada pagi hari sempat dilerai namun hingga sore kedua kubu masih tetap berjaga-jaga. “Kami harapkan kepada semua masyarakat agar tetap berhati-hati menyikapi perkembangan situasi saat ini ” jelas AKBP Kuswara.

Ia  tak menampik dari konflik pendukung dua paslon ternyata ada salah satu personel Brimob yang terkena panah.

Personel Brimob ketika melerai massa  dengan menembakkan gas air mata, Rabu (5/3)

” Untuk jumlah korban jiwa ataupun yang terkena panah masih kami data baik dari kubu 01 maupun 02 dan memang ada satu personel kami yakni dari Brimob BKO terkena panah di paha namun kondisinya mulai membaik,” beber Kuswara.

“Dan saat ini anggota kami masih siaga dan berjaga-jaga untuk mengantisipasi aksi susulan jika sewaktu-waktu akan kembali terjadi ” tutup Kapolres Kuswara. Sumber terpercaya Cenderawasih Pos menyebut bahwa dugaan keterlibatan KKB atau OPM dari konflik ini mulai terlihat.

Pasalnya pada siang kemarin terdengar tembakan dari arah gunung. Selain itu pada konflik 12 Februari lalu ternyata ada salah satu korban yang tertembak di kaki.

“Tadi ada tembakan juga dari gunung cuma saya tidak berani berlama-lama karena panah dimana-mana,” singkat sumber tersebut. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Satu Personel Brimob  Terkena Panah  dan Terdengar Tembakan dari Gunung

JAYAPURA – Meski pada berita sebelumnya Polda Papua menyatakan jika kondisi Puncak Jaya mulai kondusif namun situasi ini berubah total pada Rabu (5/3( kemarin. Puncak Jaya kembali bergejolak. Dua kubu pendukung pasangan calon 01 dan 02 yang sudah lebih satu bulan ini saling serang kembali menarik busur dan panah.

Ini setelah terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan seorang warga bernama Agustus Kogoya tewas. Dari bentrok susulan itu, tiga warga mengalami luka kritis akibat terkena panah hingga harus dievakuasi ke Jayapura. Tiga orang yang kritis tersebut adalah Sakarias Wonda (16), Nathan Weya (20), dan Weyo Enumbi (30). Sementara korban lainnya belum dilakukan pendataan.

Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya AKBP Kuswara bersama ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polres Puncak Jaya dan Brimob BKO Puncak Jaya langsung terjun ke TKP untuk melerai ataupun membubarkan aksi saling serang tersebut. AKBP Kuswara membenarkan jika pagi tadi hingga sore hari kembali terjadi aksi saling serang antara kedua massa pendukung paslon 01 maupun 02 yang terjadi di Kampung Pagaleme tepatnya di Pertigaan Kantor Distrik Pagaleme.

“Kami sudah berupaya untuk terus menghimbau kepada kedua kubu untuk menghentikan aksi saling serang dengan memukul mundur kedua massa menggunakan gas air mata sembari kami tetap memberikan himbauan-himbauan untuk tidak berperang,” kata Kuswara sore kemarin dalam rilisnya.

Diakui ketegangan pada pagi hari sempat dilerai namun hingga sore kedua kubu masih tetap berjaga-jaga. “Kami harapkan kepada semua masyarakat agar tetap berhati-hati menyikapi perkembangan situasi saat ini ” jelas AKBP Kuswara.

Ia  tak menampik dari konflik pendukung dua paslon ternyata ada salah satu personel Brimob yang terkena panah.

Personel Brimob ketika melerai massa  dengan menembakkan gas air mata, Rabu (5/3)

” Untuk jumlah korban jiwa ataupun yang terkena panah masih kami data baik dari kubu 01 maupun 02 dan memang ada satu personel kami yakni dari Brimob BKO terkena panah di paha namun kondisinya mulai membaik,” beber Kuswara.

“Dan saat ini anggota kami masih siaga dan berjaga-jaga untuk mengantisipasi aksi susulan jika sewaktu-waktu akan kembali terjadi ” tutup Kapolres Kuswara. Sumber terpercaya Cenderawasih Pos menyebut bahwa dugaan keterlibatan KKB atau OPM dari konflik ini mulai terlihat.

Pasalnya pada siang kemarin terdengar tembakan dari arah gunung. Selain itu pada konflik 12 Februari lalu ternyata ada salah satu korban yang tertembak di kaki.

“Tadi ada tembakan juga dari gunung cuma saya tidak berani berlama-lama karena panah dimana-mana,” singkat sumber tersebut. (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|