Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

14 hours ago 9

JAYAPURA–Polda Papua hingga Kamis (4/6) kemarin masih membongkar puing-puing di lokasi ledakan bom di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor pada Minggu (31/5). Tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk melakukan penyisiran, pencarian korban, serta pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan yang menewaskan enam warga tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil yang semakin signifikan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Brimob melalui Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), serta unsur TNI, Basarnas dan instansi terkait telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.

2-serpihan1Serpihan bom yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan bom di Biak yang berhasil ditemukan tim Gabungan Polda Papua, Kamis (4/6). Dari ledakan ini enam orang dinyatakan meninggal dunia (foto:Humas Polda Papua)

Benda tersebut diduga menyerupai bagian dari fuze bom mortir (seperti fuze perkusi Inggris). Barang ini tampaknya terbuat dari logam dan memiliki utas sekrup di bagian bawahnya. Benda serupa ditemukan sebagai sisa-sisa amunisi lama dan mungkin masih mengandung bahan peledak

“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi,” ujar Cahyo.

Dalam peristiwa tersebut tercatat enam warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selama proses pencarian berlangsung, tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari lokasi ledakan. Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polda Papua pada hari ini memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Kabupaten Biak Numfor.

“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah,” jelas Cahyo. Selain fokus pada pengungkapan kasus, Polda Papua melalui Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

JAYAPURA–Polda Papua hingga Kamis (4/6) kemarin masih membongkar puing-puing di lokasi ledakan bom di Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor pada Minggu (31/5). Tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk melakukan penyisiran, pencarian korban, serta pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan yang menewaskan enam warga tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil yang semakin signifikan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Brimob melalui Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), serta unsur TNI, Basarnas dan instansi terkait telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.

2-serpihan1Serpihan bom yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan bom di Biak yang berhasil ditemukan tim Gabungan Polda Papua, Kamis (4/6). Dari ledakan ini enam orang dinyatakan meninggal dunia (foto:Humas Polda Papua)

Benda tersebut diduga menyerupai bagian dari fuze bom mortir (seperti fuze perkusi Inggris). Barang ini tampaknya terbuat dari logam dan memiliki utas sekrup di bagian bawahnya. Benda serupa ditemukan sebagai sisa-sisa amunisi lama dan mungkin masih mengandung bahan peledak

“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi,” ujar Cahyo.

Dalam peristiwa tersebut tercatat enam warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selama proses pencarian berlangsung, tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari lokasi ledakan. Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polda Papua pada hari ini memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Kabupaten Biak Numfor.

“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah,” jelas Cahyo. Selain fokus pada pengungkapan kasus, Polda Papua melalui Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|