WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali melakukan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan otonomi khusus bersama Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP).
Hal ini dilakukan agar dalam pengelolaan dana tersebut bisa tepat sasaran langsung kepada masyarakat dengan program dan kegiatan yang dilakukan Pemerintah Daerah.
Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahtrahanmasytarakat Papua termasuk di Kabupaten Jayawijaya, oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan melalui kebijakan dan dukungan otsus harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Dalam pengelolaan otsus juga perlu melihat karateristik dan kondisi geografis sosial budaya dan potensi daerah, sebab pemerintah tak ingi pembangunan hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi harus memastikan program yang direncanakan membawa manfaat nyata dan berkalnjutan bagi masyarakat,”ungkapnya Selasa (18/8) di Wamena.
Menurutnya, koordinasi dan sinergi antara Pemprov Papua Pegunungan melalui BP3OKP dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi sangat penting karena sangat diperlukan dalam mensinergikan program agar dapat dilakukan secara terpadu, tak tumpang tindih, memiliki sasaran yang jelas dan mampu melakukan program prioritas yang ditetapkan Pemerintah Daerah.
“Kabupaten Jayawijaya memiliki tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama, kondisi geografis, keterbatasan akseblitas, kebutuhan peningkatan pelayanan dasar,” jelas Tinggal Wusono.
Asisten I Setda Kabupaten Jayawijaya juga mengaku beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain penguatan perencannaan berbasis kebutuhan masyarakat, sinkronisasi program Provinsi dan Kabupaten, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan OAP, penguatan kelembagaan masyarakat serta peningkatan kualitas SDM.
WAMENA- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya kembali melakukan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan otonomi khusus bersama Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP).
Hal ini dilakukan agar dalam pengelolaan dana tersebut bisa tepat sasaran langsung kepada masyarakat dengan program dan kegiatan yang dilakukan Pemerintah Daerah.
Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahtrahanmasytarakat Papua termasuk di Kabupaten Jayawijaya, oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan melalui kebijakan dan dukungan otsus harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Dalam pengelolaan otsus juga perlu melihat karateristik dan kondisi geografis sosial budaya dan potensi daerah, sebab pemerintah tak ingi pembangunan hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi harus memastikan program yang direncanakan membawa manfaat nyata dan berkalnjutan bagi masyarakat,”ungkapnya Selasa (18/8) di Wamena.
Menurutnya, koordinasi dan sinergi antara Pemprov Papua Pegunungan melalui BP3OKP dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menjadi sangat penting karena sangat diperlukan dalam mensinergikan program agar dapat dilakukan secara terpadu, tak tumpang tindih, memiliki sasaran yang jelas dan mampu melakukan program prioritas yang ditetapkan Pemerintah Daerah.
“Kabupaten Jayawijaya memiliki tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama, kondisi geografis, keterbatasan akseblitas, kebutuhan peningkatan pelayanan dasar,” jelas Tinggal Wusono.
Asisten I Setda Kabupaten Jayawijaya juga mengaku beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain penguatan perencannaan berbasis kebutuhan masyarakat, sinkronisasi program Provinsi dan Kabupaten, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan ekonomi masyarakat, pemberdayaan OAP, penguatan kelembagaan masyarakat serta peningkatan kualitas SDM.


















































