Melihat Potensi Pendapatan Asli Daerah Dari Aktifitas Car Free Day Holtekamp
Di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, maka setiap pemerintah daerah perlu lebih kreatif dan inovati mencari sumber pendapatan asli daerah. Di Kota Jayapura, ada even rutin Car Free Day tiap akhir pekan, namun belum memberikan kontribusi nyata bagi PAD Kota Jayapura.
Laporan : Mustakim Ali_Jayapura
Setiap akhir pekan, suasana di sepanjang jalur Holtekam, dari ujung Jembatan Merah Youtefa hingga Cafe D’Sante, berubah. Ruas jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, berkumpul bersama keluarga hingga menikmati berbagai kuliner yang disajikan pelaku UMKM.
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang publik yang cukup ramai dimanfaatkan warga Kota Jayapura. Di balik suasana santai dan aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap akhir pekan, pemerintah melihat adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, termasuk peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, menegaskan bahwa sampai saat ini pelaksanaan CFD tetap difokuskan di lokasi utama, yakni sepanjang jalur Holtekamp.
Menurutnya, belum ada konsep atau pembicaraan resmi untuk memindahkan maupun memperluas pelaksanaan CFD ke wilayah lain, termasuk kawasan depan Kantor Gubernur atau sepanjang Pantai Dok II.
Kegiatan CFD yang beberapa hari terakhir sempat dilaksanakan di depan Kantor Gubernur, kata Sitorus, bukan merupakan perubahan lokasi permanen, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Untuk Car Free Day, sampai saat ini kita masih fokus di jalur Holtekamp. Yang kemarin dilaksanakan di depan Kantor Gubernur atau sepanjang Pantai Dok II itu berkaitan dengan agenda Semarak HUT RI ke-81,” jelas Sitorus.
Justin Sitorus juga menegaskan, dari segi lokasi Holtekamp masih yang strategis dibandingkan di Pantai Dok 2. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai perubahan lokasi. Pelaksanaan CFD secara rutin setiap Sabtu tetap diarahkan ke jalur Holtekam sebagai lokasi utama.
Melihat Potensi Pendapatan Asli Daerah Dari Aktifitas Car Free Day Holtekamp
Di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, maka setiap pemerintah daerah perlu lebih kreatif dan inovati mencari sumber pendapatan asli daerah. Di Kota Jayapura, ada even rutin Car Free Day tiap akhir pekan, namun belum memberikan kontribusi nyata bagi PAD Kota Jayapura.
Laporan : Mustakim Ali_Jayapura
Setiap akhir pekan, suasana di sepanjang jalur Holtekam, dari ujung Jembatan Merah Youtefa hingga Cafe D’Sante, berubah. Ruas jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, berkumpul bersama keluarga hingga menikmati berbagai kuliner yang disajikan pelaku UMKM.
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang publik yang cukup ramai dimanfaatkan warga Kota Jayapura. Di balik suasana santai dan aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap akhir pekan, pemerintah melihat adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, termasuk peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, menegaskan bahwa sampai saat ini pelaksanaan CFD tetap difokuskan di lokasi utama, yakni sepanjang jalur Holtekamp.
Menurutnya, belum ada konsep atau pembicaraan resmi untuk memindahkan maupun memperluas pelaksanaan CFD ke wilayah lain, termasuk kawasan depan Kantor Gubernur atau sepanjang Pantai Dok II.
Kegiatan CFD yang beberapa hari terakhir sempat dilaksanakan di depan Kantor Gubernur, kata Sitorus, bukan merupakan perubahan lokasi permanen, melainkan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Untuk Car Free Day, sampai saat ini kita masih fokus di jalur Holtekamp. Yang kemarin dilaksanakan di depan Kantor Gubernur atau sepanjang Pantai Dok II itu berkaitan dengan agenda Semarak HUT RI ke-81,” jelas Sitorus.
Justin Sitorus juga menegaskan, dari segi lokasi Holtekamp masih yang strategis dibandingkan di Pantai Dok 2. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai perubahan lokasi. Pelaksanaan CFD secara rutin setiap Sabtu tetap diarahkan ke jalur Holtekam sebagai lokasi utama.


















































