JAYAPURA-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Papua akan berlangsung semarak. Sejumlah atraksi akan mewarnai rangkaian peringatan yang dipusatkan di Lapangan Mandala Jayapura, Senin (17/8).
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dijadwalkan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan detik-detik Proklamasi yang akan dimulai pukul 10.00 WIT.
Persiapan pelaksanaan upacara terus dimatangkan. Gubernur Papua bahkan menghadiri langsung gladi yang digelar Kamis (14/8) untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan upacara berjalan dengan baik.
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini adalah pertunjukan kolosal yang memadukan joged Veronika dan Tarian Yospan Asaibori. Pertunjukan tersebut akan melibatkan sekitar 2.500 peserta, terdiri atas peserta aubade, personel upacara TNI-Polri, perwakilan pelajar, serta ASN.
Perpaduan joged Veronika dan Tarian Yospan Asaibori akan menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian upacara sekaligus menampilkan semangat kebersamaan dan kekayaan seni budaya Papua dalam suasana perayaan kemerdekaan. Ribuan peserta akan tampil secara bersama-sama dalam pertunjukan kolosal yang menggambarkan semangat persatuan, kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Sebelum upacara puncak, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Papua diawali dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Trikora, Sabtu (15/8).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Taptu yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Papua, Minggu (16/8). Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memaknai dan merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, momentum 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia.
“Yang penting kita memaknai 17 Agustus sebagai semua yang hadir adalah bahwa itu adalah hari kemerdekaan Indonesia, suatu kebanggaan harus kita tanam dalam setiap para anak-anak kemudian kami yang melakukan upacara, karena itu bagian yang tak terpisahkan daripada bangsa dan negara kita,” kata Fakhiri kepada wartawan.
JAYAPURA-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Papua akan berlangsung semarak. Sejumlah atraksi akan mewarnai rangkaian peringatan yang dipusatkan di Lapangan Mandala Jayapura, Senin (17/8).
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dijadwalkan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan detik-detik Proklamasi yang akan dimulai pukul 10.00 WIT.
Persiapan pelaksanaan upacara terus dimatangkan. Gubernur Papua bahkan menghadiri langsung gladi yang digelar Kamis (14/8) untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan upacara berjalan dengan baik.
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini adalah pertunjukan kolosal yang memadukan joged Veronika dan Tarian Yospan Asaibori. Pertunjukan tersebut akan melibatkan sekitar 2.500 peserta, terdiri atas peserta aubade, personel upacara TNI-Polri, perwakilan pelajar, serta ASN.
Perpaduan joged Veronika dan Tarian Yospan Asaibori akan menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian upacara sekaligus menampilkan semangat kebersamaan dan kekayaan seni budaya Papua dalam suasana perayaan kemerdekaan. Ribuan peserta akan tampil secara bersama-sama dalam pertunjukan kolosal yang menggambarkan semangat persatuan, kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Sebelum upacara puncak, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Papua diawali dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) yang dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Trikora, Sabtu (15/8).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Taptu yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Papua, Minggu (16/8). Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memaknai dan merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, momentum 17 Agustus bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia.
“Yang penting kita memaknai 17 Agustus sebagai semua yang hadir adalah bahwa itu adalah hari kemerdekaan Indonesia, suatu kebanggaan harus kita tanam dalam setiap para anak-anak kemudian kami yang melakukan upacara, karena itu bagian yang tak terpisahkan daripada bangsa dan negara kita,” kata Fakhiri kepada wartawan.


















































