JAYAPURA–Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Pok III Puncak, Senin (17/8). Kontak tembak terjadi di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melibatkan personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133 dengan kelompok bersenjata OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya.
Dalam insiden tersebut, tiga prajurit Satgas Yonif 133 menjadi korban. Satu prajurit dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka dan masih menjalani penanganan medis. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya kontak tembak tersebut.
“Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya. Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan,” ujar Tri Purwanto.
Ia mengatakan, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah Jila. Menurutnya, langkah-langkah pengamanan terus dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan susulan. “TNI bersama Polri terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila,” katanya.
Hingga kini, aparat masih melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kejadian. Informasi lebih lanjut mengenai identitas prajurit yang gugur maupun kondisi dua korban luka masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Sementara di Wenam, Tolikara terjadi insiden lain. Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Botak Wanimbo melakukan penembakan terhadap seorang warga berinisial AS di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (16/8).
AS mengalami luka tembak pada betis kaki sebelah kiri. Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan, korban telah berhasil dievakuasi dan saat ini mendapat penanganan medis di Pos Kout Satgas Yonif 511/DY.
JAYAPURA–Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Pok III Puncak, Senin (17/8). Kontak tembak terjadi di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melibatkan personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133 dengan kelompok bersenjata OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya.
Dalam insiden tersebut, tiga prajurit Satgas Yonif 133 menjadi korban. Satu prajurit dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka dan masih menjalani penanganan medis. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya kontak tembak tersebut.
“Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya. Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan,” ujar Tri Purwanto.
Ia mengatakan, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah Jila. Menurutnya, langkah-langkah pengamanan terus dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan susulan. “TNI bersama Polri terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila,” katanya.
Hingga kini, aparat masih melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kejadian. Informasi lebih lanjut mengenai identitas prajurit yang gugur maupun kondisi dua korban luka masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Sementara di Wenam, Tolikara terjadi insiden lain. Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Botak Wanimbo melakukan penembakan terhadap seorang warga berinisial AS di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (16/8).
AS mengalami luka tembak pada betis kaki sebelah kiri. Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh personel Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan, korban telah berhasil dievakuasi dan saat ini mendapat penanganan medis di Pos Kout Satgas Yonif 511/DY.


















































