Tim Riset SV UNS Rekonstruksi Visual Teksas Wonocolo untuk Perkuat Identitas Geopark Bojonegoro

21 hours ago 11
Tim peneliti Program Studi Sarjana Terapan Desain Media Digital, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berfoto di landmark Teksas Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur | Foto: Dok. SV UNS

BOJONEGORO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim peneliti dari Program Studi Sarjana Terapan Desain Media Digital, Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan penelitian kolaboratif di kawasan tambang minyak tradisional Teksas Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 8–9 Juli 2026.

Penelitian tersebut bertujuan untuk menyusun rekonstruksi visual dan narasi digital guna memperkuat identitas kawasan Geopark Bojonegoro sekaligus mendorong pengembangan geowisata di sana.

Tim peneliti tengah melakukan observasi pada rig sumur minyak tradisonal | Foto: Dok. SV UNS

Penelitian bertajuk “Rekonstruksi Visual dan Narasi Digital Lanskap Industri Teksas Wonocolo untuk Penguatan Identitas Geopark” itu didanai melalui skema Penguatan Kapasitas Grup Riset (PKGR-UNS) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Riset tersebut  juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth melalui optimalisasi sektor pariwisata berbasis edukasi dan geologi (geotourism).

Tim penelitian dipimpin Sigied Himawan Yudhanto dengan anggota dosen Hermansyah Muttaqin dan Ibnu Kuncorobroto. Penelitian tersebut juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Muhammad Donirafiansyah, Muhammad Rozaqi Fadzila, dan Fauzan Mubarok, sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar.

Tim peneliti sedang melakukan proses pengambilan dokumentasi proses penambangan minyak | Foto: Dok. SV UNS

Ketua Tim Peneliti, Sigied Himawan Yudhanto, mengatakan Teksas Wonocolo memiliki nilai sejarah sekaligus lanskap industri yang unik sebagai salah satu geosite unggulan di Geopark Bojonegoro. Namun, potensi tersebut dinilai masih membutuhkan pendekatan komunikasi visual yang lebih modern agar lebih mudah dipahami masyarakat, terutama generasi digital.

“Tujuan utama kami adalah membuat rekonstruksi narasi digital dari Teksas Wonocolo. Melalui pendekatan desain media digital, kami ingin menghidupkan kembali cerita, sejarah, dan nilai penting dari aktivitas penambangan minyak tradisional di sini. Ini penting untuk memperkuat identitas Bojonegoro sebagai kawasan Geopark yang diakui,” ujar Sigied, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Selama proses pengumpulan data, tim peneliti berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan akurasi informasi sejarah maupun geologi. Di antaranya Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro yang diwakili Pengawas Sekolah Madya, Drs. Imam Sujianto, M.Pd. Keterlibatan dinas pendidikan tersebut diharapkan turut membuka peluang pengembangan Teksas Wonocolo sebagai destinasi pembelajaran luar kelas (outing class) bagi para pelajar di Jawa Timur.

Salah seorang anggota tim peneliti sedang melakukan wawancara dengan penambang lokal | Foto: Dok. SV UNS

Tim juga bekerja sama dengan Petugas Museum Rumah Singgah Teksas Wonocolo, Saiful Basri, yang memberikan akses terhadap berbagai literatur, arsip foto lama, sekaligus mendampingi eksplorasi kawasan museum. Sementara itu, Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro berperan sebagai mitra validasi ilmiah terkait struktur geologi dan sejarah terbentuknya batuan pembawa minyak di kawasan tersebut.

Selain melakukan dokumentasi teknis dan visual, para peneliti juga berdialog langsung dengan para penambang minyak tradisional. Melalui diskusi tersebut, tim menghimpun berbagai aspirasi, pengalaman, hingga kisah kehidupan masyarakat yang selama puluhan tahun menggantungkan mata pencaharian dari sumur-sumur minyak tua di Kedewan.

Sigied menjelaskan, hasil rekonstruksi visual dan narasi digital yang tengah disusun nantinya akan menjadi aset promosi digital yang interaktif. Penyajian sejarah dan potensi kawasan melalui media digital diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, peneliti, maupun pelajar untuk berkunjung ke Teksas Wonocolo.

Peneliti tengah berfoto bersama dengan petugas museum teksan Wonocolo, Saiful Basri | Foto: Dok. SV UNS

Peningkatan kunjungan tersebut diharapkan berdampak pada tumbuhnya lapangan kerja baru, berkembangnya pelaku UMKM di sekitar kawasan geosite, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan sesuai target SDGs poin ke-8.

Adapun hasil akhir penelitian direncanakan akan diimplementasikan dalam platform digital yang dapat diakses masyarakat luas dan diintegrasikan dengan pusat informasi yang telah tersedia di kawasan Geopark Bojonegoro. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|