Bikin Heboh Rakor Solo Raya! Produk UMKM Binaan Penyuluh Agama Wonogiri Ludes Diserbu

14 hours ago 15
UMKMProduk binaan penyuluh agama Islam Wonogiri ditampilkan di Rakor Pokjaluh Soloraya. Dok. Panitia

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa bilang penyuluh agama hanya identik dengan ceramah dan pembinaan keagamaan? Anggapan itu seolah langsung terpatahkan saat ratusan penyuluh agama Islam dari berbagai daerah memadati Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam se-Solo Raya yang digelar di RM Laras, Slogohimo, Wonogiri, Rabu (8/7/2026).

Di balik agenda bertema “Strategi Membangun Work-Life Balance dan Productivity Kerja”, ada pemandangan yang justru mencuri perhatian para peserta. Deretan stan UMKM binaan Pokjaluh Kabupaten Wonogiri ramai dipadati pengunjung. Berbagai produk unggulan khas Wonogiri dipamerkan, mulai dari kopi lokal, madu murni, tempe, sambal mete, aneka olahan mete, produk fashion, hingga beragam kuliner siap saji yang menggoda selera.

Rakor yang dihadiri penyuluh agama dari Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Boyolali, Sragen, Klaten, Sukoharjo, dan Karanganyar itu menjadi ajang pembuktian bahwa penyuluh agama kini memiliki peran yang jauh lebih luas. Mereka tidak hanya aktif membina kehidupan beragama masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi melalui pendampingan UMKM hingga melahirkan produk-produk yang mampu bersaing.

Setiap produk yang dipamerkan membawa identitas dan kekhasan daerah asalnya. Hal inilah yang membuat bazar terasa berbeda. Pengunjung tidak sekadar melihat hasil karya masyarakat, tetapi juga mengenal potensi unggulan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang selama ini terus dibina oleh para penyuluh agama.

Antusiasme peserta Rakor terlihat sejak bazar dibuka. Banyak peserta menyempatkan diri berbelanja sekaligus berbincang langsung dengan para pelaku UMKM. Suasana penuh keakraban itu menjadi gambaran bagaimana pembinaan ekonomi berbasis masyarakat dapat berkembang melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut bukanlah hasil instan. Produk-produk UMKM binaan Pokjaluh Wonogiri telah berulang kali tampil dalam berbagai kegiatan besar, baik di tingkat kabupaten maupun dalam agenda Kementerian Agama. Mulai dari pameran Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama, Event Qurban Satu Tujuan, hingga berbagai kegiatan Pokjaluh lainnya, produk-produk tersebut selalu menjadi salah satu daya tarik utama.

Semakin istimewa, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Wonogiri itu menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para penyuluh maupun pelaku UMKM yang selama ini konsisten mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri H. Hariyadi, S.Ag., M.Si. yang memberikan apresiasi atas capaian para penyuluh dalam mengembangkan ekonomi umat melalui pembinaan UMKM.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Wonogiri menegaskan bahwa peran penyuluh agama saat ini tidak lagi terbatas pada aktivitas pembinaan keagamaan semata.

“Di luar ruangan rakor ini, ada Bazar UMKM yang diisi oleh produk-produk binaan penyuluh Wonogiri. Ini adalah bukti nyata bahwa tugas seorang penyuluh agama tidak hanya menyentuh aspek religi atau keagamaan saja, tetapi juga bergerak konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat,” tegas Kepala Kantor Kemenag Wonogiri.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa pendekatan penyuluhan kini semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dakwah tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan spiritual, tetapi juga melalui upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, mendorong lahirnya usaha-usaha produktif, hingga membuka peluang pemasaran bagi produk lokal.

Kehadiran Bupati Wonogiri bersama jajaran Kementerian Agama yang menyempatkan diri mengunjungi setiap stan bazar semakin memotivasi para pelaku UMKM. Banyak di antara mereka merasa bangga karena hasil kerja keras yang selama ini dibangun mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah.

Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, para penyuluh agama, dan pelaku UMKM menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Dari kegiatan seperti inilah lahir optimisme bahwa produk-produk lokal Wonogiri akan semakin dikenal luas, mampu bersaing di pasar yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Rakor Pokjaluh se-Solo Raya ini, Kabupaten Wonogiri kembali menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata yang menghasilkan produk berkualitas, membuka peluang usaha, dan memperkuat ekonomi umat dari tingkat akar rumput. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|