Ramai Jadi Bahan Satire, Menteri Koperasi Akui Kopdes Merah Putih Perlu Dievaluasi

6 hours ago 9
Ferry Juliantono. Foto | Dok. Joglosemarnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digadang-gadang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan publik. Setelah menuai polemik terkait pelatihan dasar kemiliteran yang menelan korban jiwa serta lokasi sejumlah koperasi yang dinilai janggal, kini program tersebut ramai dijadikan bahan parodi di media sosial.

Berbagai video satire bermunculan dengan mengangkat sejumlah persoalan yang dinilai menggelitik, mulai dari kewajiban pelatihan bergaya militer bagi calon manajer koperasi hingga keberadaan beberapa Kopdes yang berdiri di lokasi yang dianggap kurang strategis. Meski bernada humor, konten-konten itu sarat kritik terhadap pelaksanaan program.

Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, kritik yang dibungkus dengan parodi justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Mereka sebenarnya maksudnya baik dan mereka mengingatkan bahwa ada yang perlu kita evaluasi,” kata Ferry di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Ferry menyatakan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kritik yang berkembang. Masukan dari masyarakat, menurutnya, akan dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki implementasi program Kopdes Merah Putih.

Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi kondisi seluruh koperasi hanya berdasarkan beberapa kasus yang viral di media sosial.

“Itu kan hanya beberapa, tapi karena viral,” ujarnya.

Program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan unit usaha di tingkat desa dan kelurahan.

Namun dalam pelaksanaannya, program tersebut beberapa kali menuai kritik. Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah meninggalnya lima calon manajer Kopdes saat mengikuti pelatihan dasar kemiliteran yang diwajibkan sebagai bagian dari pembinaan.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa setiap peserta meninggal karena penyebab yang tidak sama. Meski demikian, pihaknya menemukan sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap insiden tersebut.

“Pertama, karena kelelahan, kemudian perubahan pola hidup,” kata Donny di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan para peserta yang sebelumnya menjalani kehidupan sipil harus beradaptasi secara mendadak dengan pola hidup disiplin di lingkungan barak militer. Perubahan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi fisik peserta.

“Selain itu, juga faktor cuaca,” ujar Donny.

Selain kelelahan dan adaptasi lingkungan, Donny menyebut sebagian peserta juga memiliki penyakit bawaan. Meskipun telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan, terdapat kondisi medis tertentu yang kemudian diduga memperburuk keadaan.

“Ini yang menyebabkan ada kasus-kasus tertentu. Tetapi, kejadian ini mungkin disebabkan tadi, perubahan pola hidup maupun cuaca, sehingga menyebabkan kondisi peserta yang sudah terbatas berujung meninggal dunia,” ucap Donny.

Lima peserta yang meninggal dunia dalam kegiatan tersebut masing-masing bernama Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Selain persoalan pelatihan, publik juga menyoroti keberadaan sejumlah Kopdes Merah Putih yang dinilai kurang representatif. Di media sosial beredar berbagai video yang memperlihatkan bangunan koperasi berdiri di sekitar area pemakaman, persawahan hingga kawasan perbukitan. Tayangan-tayangan itulah yang kemudian memicu gelombang parodi dan satire yang kini ramai diperbincangkan warganet. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|