Jembatan Sesek, sebuah jembatan alternatif ikonik yang terbuat dari anyaman bambu dan tong air, kembali membentang di wilayah Beton RT 01, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Surakarta. AndoSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jembatan Sesek, sebuah jembatan alternatif ikonik yang terbuat dari anyaman bambu dan tong air, kembali membentang di wilayah Beton RT 01, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Surakarta.
Menurut Arif Sulistiyanto selaku penjaga jembatan, infrastruktur darurat ini sengaja dibangun kembali sejak dua minggu lalu guna memenuhi tingginya permintaan dari masyarakat sekitar yang membutuhkan akses cepat.
“Kalau musim kemarau jembatannya ya begini (sesek). Tapi kalau nanti debit air sungai mulai membesar, operasional akan beralih menggunakan perahu. Ini perahunya sedang kami perbaiki dulu,” ungkap Arif saat ditemui di lokasi, Senin (06/07/2026).
Spesifikasi dan Operasional Jembatan
Pembangunan jembatan darurat sepanjang kurang lebih 100 meter ini memanfaatkan material yang sederhana namun kokoh untuk menahan beban pengendara:
Material Utama: 30 tong air (sebagai pelampung) dan 50 batang bambu (sebagai landasan jembatan).
Jam Operasional: Pukul 06.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Catatan Khusus: Sesuai kebijakan dan kompensasi dari pihak kelurahan, jembatan wajib ditutup tepat pada pukul 19.00 WIB demi keamanan.
Pangkas Waktu Tempuh hingga 20 Menit
Keberadaan jembatan sesek ini dinilai sangat krusial dalam memperlancar mobilitas warga dari arah Mojolaban menuju Solo, terutama bagi para pekerja dan pedagang yang mengejar waktu di pagi dan sore hari.
“Masyarakat yang mau kerja atau ke Pasar Gede jauh lebih enak lewat sini karena tidak perlu memutar jauh. Kalau harus lewat jalur utama (memutar), bisa memakan waktu 20 menit sampai setengah jam. Tapi kalau lewat jembatan ini, paling hanya 10 menit saja,” beber Arif.
Efisiensi waktu ini juga diamini oleh Galang, salah satu warga Kampung Sewu yang kerap memanfaatkan jalur tersebut. “Kalau lewat Jembatan Mojo bisa butuh waktu 15 menit. Lewat jembatan sesek ini cuma 5 menitan saja. Saya sendiri tidak takut lewat sini karena sudah terbiasa,” katanya.
Tarif Melintas dan Sistem Keamanan
Untuk biaya perawatan dan operasional jembatan, pengelola menarik tarif sukarela yang sangat terjangkau bagi para pelintas:
Jenis Kendaraan Tarif Melintas
- Sepeda Onthel Rp 1.000
- Sepeda Motor Rp 2.000
Petugas di lapangan juga selalu bersiaga demi memastikan keselamatan para pengguna jembatan.
“Lalu lintas dari kedua arah (Solo dan Sukoharjo) selalu kami pantau dan komunikasikan agar tidak tabrakan di tengah. Bagi pengendara yang ragu atau takut untuk menyeberang, petugas kami juga siap membantu menyeberangkan kendaraannya,” pungkas Arif. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

3 hours ago
3

















































