WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada pemandangan yang membuat ribuan pasang mata terharu di Lapangan Dusun Pondok, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (4/7/2026). Di tengah lantunan sholawat yang menggema dan suasana penuh kekhusyukan, para perantau asal Dusun Pondok yang telah sukses merantau di wilayah Jabodetabek memilih pulang kampung dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar bersilaturahmi, mereka membawa kepedulian yang nyata dengan menyalurkan santunan senilai Rp250 juta kepada ratusan warga yang membutuhkan.
Momentum bertajuk “Dusun Pondok Bersholawat” itu berubah menjadi lautan doa dan rasa syukur ketika sebanyak 250 anak yatim piatu serta 100 kaum duafa se-Kecamatan Manyaran menerima bantuan yang dihimpun secara swadaya oleh para perantau bersama warga Manyaran yang kini tinggal di berbagai daerah.
Aksi sosial tersebut menjadi bukti bahwa ikatan kampung halaman tidak pernah luntur meski telah lama hidup dan bekerja di kota besar. Kesuksesan yang diraih di tanah rantau justru menjadi penyemangat untuk kembali berbagi kepada masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
Tak heran jika kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 jemaah itu berlangsung penuh kehangatan. Sejak sore hingga malam, masyarakat dari berbagai desa memadati lapangan untuk mengikuti pengajian akbar, bersholawat bersama, sekaligus menyaksikan penyaluran santunan yang berlangsung tertib dan penuh haru.
Acara ini juga dihadiri jajaran Forkopimcam Manyaran, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Zakaria Anan Fahrozi, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga berbagai organisasi keagamaan yang ikut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan para perantau. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak menjadi contoh karena mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini adalah inspirasi bagi kita semua. Kami atas nama pemerintah kecamatan sangat mendukung agenda yang sarat akan nilai-nilai sosial dan religius ini. Semoga dapat terus menjaga tali silaturahmi serta memperkuat iman dan takwa kita,” ujar Toto.
Ia menilai kepedulian para perantau menjadi energi positif yang mampu membangun optimisme masyarakat. Tidak hanya memberikan bantuan secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan yang semakin memperkokoh hubungan antara warga yang tinggal di kampung maupun mereka yang berada di perantauan.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi mengungkapkan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dukungan aspirasi telah menghasilkan perubahan nyata bagi fasilitas umum di Dusun Pondok. Salah satunya adalah revitalisasi lapangan yang kini menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat.
“Lapangan ini telah kita benahi bersama melalui pembangunan talud dan pelebaran area. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk kegiatan positif,” tutur Mulyadi.
Keberadaan lapangan yang lebih representatif diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas sosial, olahraga, keagamaan, hingga berbagai kegiatan masyarakat lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Suasana semakin syahdu saat Gus Wahid Sarifudin menyampaikan tausiyah yang mengajak seluruh jemaah untuk selalu mensyukuri setiap nikmat Allah SWT. Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat keimanan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.
Lantunan sholawat yang dipimpin bersama-sama membuat ribuan jemaah larut dalam suasana penuh kekhidmatan. Banyak peserta yang mengangkat tangan memanjatkan doa, berharap keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta rezeki bagi keluarga dan seluruh masyarakat.
Bagi warga Manyaran, kegiatan ini bukan sekadar pengajian akbar. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol kuat bahwa rasa memiliki terhadap kampung halaman tetap hidup meski jarak memisahkan. Para perantau membuktikan bahwa kesuksesan akan terasa lebih bermakna ketika mampu membawa manfaat bagi orang lain.
Semangat berbagi, gotong royong, serta kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam Dusun Pondok Bersholawat diharapkan dapat terus menginspirasi daerah lain. Ketika masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan para perantau bersatu, berbagai persoalan sosial dapat dihadapi bersama melalui kebersamaan, kepedulian, dan rasa persaudaraan yang semakin kuat. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

17 hours ago
10


















































