Penampakan bantuan minyak goreng bau Solar dari pemerintah dikeluhkan masyarakat Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6/2026) || Huri YantoSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sejumlah warga menggeluhkan bantuan minyak goreng dari pemerintah berbau tak sedap, diduga kuat berbau seperti solar atau bahan bakar minyak. Minyak goreng berbau Solar atau minyak tanah, keluhan itu datang dari warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Bahkan keluhan ini juga mulai ramai diperbincangkan di media sosial maupun di tengah masyarakat. Banyak yang mengaku kecewa karena bantuan yang seharusnya meringankan beban justru menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, beberapa warga yang mendapatkan bantuan tersebut mengaku terkejut saat membuka kemasan. Selain baunya yang aneh dan menyengat seperti bensin atau solar, tekstur dan warnanya juga dinilai tidak seperti minyak goreng pada umumnya.
Pada JOGLOSEMARNEWS.COM Miyatun (40) warga Dukuh Karang Rt 03, Desa Gading, Tanon, Sragen mengatakan bahwa ia mendapat bantuan dari pemerintah berupa 20 Kg beras dan 4 liter minyak goreng yang ia ambil bantuan tersebut di balai Desa Gading beberapa waktu lalu.
“Minyak gorengnya bau kayak solar terus buat goreng tahu rasanya tidak enak, apek, gorengan jahit dan di tengorokan terasa serak bikin batuk,” kata Miyatun pada Sabtu (27/6/2026).
Tidak hanya itu saja selain Miyatun warga lainnya yang mengeluhkan kondisi minyak goreng berbau solar yaitu Painem, Sukinah, Suparmi, Karinah, Tutik Kasno, Mbah Dirjo dan beberapa warga Karang lainnya penerima bantuan minyak goreng dari pemerintah.
Warga juga berharap adanya pengecekan ulang dari pihak terkait agar bantuan yang disalurkan benar-benar aman dan berkualitas baik. Mereka juga meminta agar distribusi bantuan sosial diawasi lebih ketat mulai dari sumber hingga sampai ke tangan masyarakat.
“Harapan kami warga Desa Gading agar pemerintah lebih peduli dan hati hati mengenai bantuan yang diberikan ke masyarakat karena nyakut kesehatan masyarakat luas, jangan seperti ini malah membahayakan,” bebernya.
Sementara itu, keluhan serupa juga disampaikan oleh Hartono warga Dukuh Grigit RT 18, Desa Karangtalun, Tanon, Sragen mengaku prihatin apa yang dialami keluarganya dan beberapa warga lainnya.
“Bau kayak solar atau minyak tanah, kalau buat goreng tempe atau tahu sangat terasa dan tidak nyaman di tengorokan, tuntutan kami agar pemerintah tidak mengabaikan kesehatan masyarakat dan nyawa masyarakat miskin. Tututan bisa segera ditindak lanjuti dan diganti yang baru dan lebih aman,” jelasnya.
Selain Hartono di Kelurahan Karangtalun juga dialami mbak Yanti, Musa, Mbah Kinah, Irawati, Purwanti.
“Harga minya tersebut kalau di pasaran sekitar 21 ribu perliternya, kalau bantuan ini warna minyaknya selain bau juga terlihat keruh warna minyaknya,” ujarnya.
Dihubungi awak media melalui telepon Camat Tanon, Rinaldhy Arief Wicaksono membenarkan adanya laporan bantuan minyak goreng di masyarakat dikeluhkan tersebut.
“Awalnya di desa Kalikobok, terus menyusul desa desa lainnya. Ketahuanya setelah dibuka dan buat masak baru ketahuan,” kata Rinaldhy. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

7 hours ago
5

















































