Sudah Dinyatakan Stabil, 7 Siswa SMPN 3 Candimulyo yang Keracunan MBG Kembali Dirawat

3 hours ago 5
Ilutrasi anak keracunan. Seringnya terjadi kasus keracunan dalam menu MBG, DPR menyindir program tersebut dengan Makan Beracun Gratis | kreasi AI

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persoalan dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, belum benar-benar berakhir. Tujuh siswa yang sebelumnya sempat diperbolehkan pulang dari rumah sakit kini kembali mendapat perawatan setelah keluhan kesehatan mereka muncul lagi.

Ketujuh siswa tersebut kembali mendatangi RSUD Merah Putih Magelang pada Selasa (11/8/2026). Mereka sebelumnya menjadi bagian dari 26 siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026).

Kepala SMPN 3 Candimulyo Erna Dwi Astuti mengatakan, seluruh 26 siswa yang mengalami keluhan pada Jumat sempat mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang pada malam harinya.

“Jumat itu ada 26 siswa, baik putra maupun putri. Dari kelas 7 ada, kelas 8 maupun kelas 9. Sampai malam, dari 26 itu sudah bisa pulang semuanya dan diberi obat dari rumah sakit,” kata Erna, Selasa (11/8/2026).

Namun, kondisi sejumlah siswa ternyata belum sepenuhnya kembali normal. Sekolah menemukan masih ada siswa yang mengeluhkan mual dan pusing meski telah berada di rumah.

Pemantauan kemudian dilakukan secara intensif. Pada Senin (10/8/2026), enam siswa tercatat tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menghubungi mereka dan meminta siswa beristirahat serta meneruskan obat yang diberikan dokter.

“Hari ini kami tetap melakukan absensi kepada anak-anak, utamanya yang 26. Ternyata masih ada yang tidak masuk. Kemudian dari kami mendatangi ke rumah anak-anak dan melihat kondisinya, memang perlu untuk penuntasan pengobatan,” katanya.

Dari pemantauan langsung tersebut, sekolah kemudian berkoordinasi dengan layanan ambulans di tingkat desa maupun kecamatan untuk membawa siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke rumah sakit.

Di RSUD Merah Putih, tujuh siswa kembali menjalani pemeriksaan. Mereka datang sekitar pukul 11.50 WIB dengan keluhan yang masih menyerupai gejala saat kejadian pertama.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih Magelang, drg. Rurit Obyantoro, mengatakan para siswa kembali mengalami mual dan pusing. Sebagian juga mengalami demam hingga menggigil.

“Ada sekitar tujuh orang yang masuk ke RSUD Merah Putih sementara ini, dengan keluhan masih sama seperti pada saat kejadian hari Jumat kemarin, yaitu mual, pusing. Tetapi ditambah sedikit demam, sekarang ada yang menggigil,” ujar Rurit.

Dari tujuh siswa tersebut, empat orang diputuskan menjalani rawat inap, sedangkan tiga lainnya masih berada dalam tahap observasi.

Rurit menduga munculnya kembali keluhan tersebut masih berkaitan dengan kejadian sebelumnya. Namun, dugaan itu belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab pasti kondisi para siswa.

“Jadi kemungkinan ini adalah efek juga dari dugaan intoksikasi yang kemarin terjadi hari Jumat. Karena biasanya ada ulangan dari bakterinya,” jelasnya.

Menurut Rurit, kondisi pasien saat pertama kali dipulangkan memang telah dinilai stabil. Gejala yang sebelumnya muncul juga telah mereda.

“Pada saat kita pulangkan itu posisi pasien sudah stabil. Mual-muntahnya sudah hilang, keluhannya, gejalanya sudah hilang semua, dan aktivitas motoriknya juga sudah bagus,” jelasnya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu gejala dapat kembali muncul apabila terdapat proses infeksi dengan masa inkubasi tertentu.

“Memang ada masa inkubasinya dari bakteri itu yang mungkin muncul lagi dengan kondisi daya tahan tubuh siswa menurun, sehingga bisa naik lagi,” katanya.

Ketujuh siswa yang kembali menjalani perawatan ditempatkan di ruang rawat anak karena seluruhnya masih berusia di bawah 18 tahun. Penanganan diberikan sesuai kondisi masing-masing, termasuk pemberian cairan dan obat-obatan.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium terkait kejadian pada Jumat masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Pihak rumah sakit juga belum dapat melakukan pemeriksaan laboratorium khusus terhadap pasien terkait kejadian terbaru karena pada penanganan sebelumnya tidak terdapat sampel muntahan yang dapat diperiksa.

Rumah sakit bersama puskesmas dan pihak terkait terus memantau kondisi para siswa untuk mengantisipasi kemungkinan keluhan kembali muncul.

“Kami bekerja sama dengan puskesmas dan wilayah setempat untuk melaporkan kalau terjadi perburukan atau kekambuhan lagi,” ujar Rurit.

Dengan kembalinya tujuh siswa ke rumah sakit, penanganan kasus dugaan keracunan setelah konsumsi MBG di SMPN 3 Candimulyo masih berlanjut. Kepastian mengenai penyebab munculnya gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|